More

    Ketua Karang Taruna Lebak Mendesak Sekretaris Karang Taruna Banten Mundur

    Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lebak mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang telah dibuat di Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lebak mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang telah dibuat di Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah pengurus Karang Taruna (KT) Kecamatan di Kabupaten Lebak meminta Karang Taruna Lebak untuk segera mengambil sikap untuk Mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten (Gatot Yan S) mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang dibuat pada Selasa (20/10/2020).

    Adanya keputusan Temu Karya Daerah (TKD) yang akan dilaksanakan pada Jum’at (23/10) dinilai cacat hukum dalam berorganisasi.

    Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna berkedudukan di Desa/ Kelurahan di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasal 19 ayat (1) bahwa untuk pelaksanaan tugas dan fungsi serta pemberdayaan Karang Taruna dibentuk kepengurusan tingkat; a. Desa atau Kelurahan; b. Kecamatan; c. Kabupaten/ Kota; d. Provinsi; dan e. Nasional.

    Desakan minta Sekretaris Karang Taruna Provinsi minta mundur hal itu diutarakan oleh Ketua KT Kecamatan Kalanganyar, KT Lewidamar, KT Sobang, KT Cibeber, KT Malingping, KT Cimarga, KT Bojongmanik, KT Maja, KT Cirinteun, dan lain-lain.

    Hudori, Ketua KT Kalanganyar, menduga terjadi Carutmarutnya kepengurusan Karang Taruna di Kabupaten Lebak akibat kegaduhan yang dibuat oleh Sekretaris KT Provinsi Banten.

    Mirisnya muncul Pengurus Sementara (Carataker) Karang Taruna Kabupaten Lebak Nomor: 206.2/Kep/KT-BTN/VI/2020 tanpa status dan proses yang tidak jelas.

    Mekanisme TKD menimbulkan kegaduhan terhadap kepengurusan Karang Taruna tingkat Kecamatan dan Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Mekanisme TKD menimbulkan kegaduhan terhadap kepengurusan Karang Taruna tingkat Kecamatan dan Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    “Jujur saya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan di Kabupaten Lebak, sangat prihatin dan merasa kecewa dengan apa yang terjadi di tubuh Karang Taruna Kabupaten Lebak, pasalnya belum juga usai masa kepemimpinan Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak sesuai jabatan organisasi, anehnya sudah muncul kepemimpinan yang baru tanpa status yang jelas proses nya,” ungkapnya.

    Adanya TKD yang akan dilakukan pada Jum’at (23/10) yang akan datang tentunya akan menimbulkan konflik keorganisasian di dalam tubuh organisasi Karang Taruna.

    Mohamad Iyos Rosyid selaku Juru Bicara Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa mekanisme Temu Karya Daerah (TKD) akibat tidak adanya komunikasi bersama.

    “Kami meminta saudara Gatot Yan S tidak menimbulkan kegaduhan dalam persoalan TKD yang akan digelar (23/10). Kami meminta saudara Gatot Yan S untuk menciptakan situasi kondusif dan memberikan contoh ketauladanan berorganisasi,” jelas Yosa sapaan akrab Mohamad Iyos Rosyid.

    Ia juga menambahkan bahwa adanya dugaan TKD versi (23/10) kami anggap tidak sehat karena adanya intervensi kuat dan bermuatan politis.

    “Jika saudara Gatot tidak mampu menunjukkan ketauladanan berorganisasi, kami meminta saudara Sekretaris Gatot Yan S mundur dari jabatannya,” tutupnya. (Red)

    Ormawa Lebak Audiensi dengan DPRD Lebak, Ada Apa Kira-Kira?

    Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak diantaranya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), IMALA (Ikatan Mahasiswa Lebak), IKMC (Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas), IMC (Ikatan Mahasiswa Cilangkahan), KUMACITOR (Keluarga Mahasiswa Citorek).

    Mereka melakukan audiensi di gedung DPRD kabupaten Lebak. Hadir dalam audiensi tersebut H. Nana Sumarna, Ketua PLT DPRD Kabupaten Lebak bersama Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Lebak menerima audiensi para Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Nurul Ahmad, IKMC, menyampaikan aspirasi masyarakat terutama pada aspek lingkungan.

    “Ketika Omnibuslaw di sahkan, tak terbayang berapa banyak lahan dan lingkungan di Kabupaten Lebak yang akan dieksploitasi berlebihan,” ucapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa Taman Nasional Gunung Halimun Salak menjadi perhatian penting untuk di Kabupaten Lebak.

    Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Didin Jumaedi, KAMMI Lebak, pembahasan RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) menjadi pembahasan yang seksi untuk di kaji lebih dalam.

    “Kita lihat, Rangkasbitung sendiri begitu banyak perumahan-perumahan yang RTRW nya begitu sangat dipertanyakan,” tegasnya.

    Alif, IMC menyoroti permasalah Omnibuslaw tidak dibatasi dalam kawasan pertambangan.

    “Jika tidak ada pembatasan ini akan berimplikasi kepada kerusakan lingkungan. Lantas dimana kah penanggulangan bencana?,” tanya nya.

    “Ujung Binuangeun sampai ujung Bayah tidak ada batas dalam penanggulangan bencana. Ini harus menjadi perhatian penting,” Alif yang mewakili suara Organisasi IMC.

    Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Pada dasarnya, organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak menolak UU Omnibuslaw atau Cipta Kerja ini. Sehingga DPRD ikut menyampaikan aspirasi dari para Mahasiswa.

    H. Nana Sumarna, PLT Ketua DPRD Lebak mengapresiasi audiensi yang dilakukan oleh kawan-kawan Mahasiswa.

    “Jalur untuk menyampaikan aspirasi dengan melakukan audiensi seperti ini lebih mengedepankan aspek ide dan gagasan untuk mencari solusi bersama dari masalah yang teman-teman sampaikan,” terangnya.

    H. Nana juga menjelaskan tentunya DPRD Lebak itu adalah bagian dari pada masyarakat bagian dari pada teman-teman mahasiswa apapun yang menjadi aspirasi masyarakat ataupun mahasiswa Kami tetap akan bersama-sama mereka untuk melanjutkan aspirasi tersebut sampai ke DPR RI dan pihak yang terkait.

    Junaedi Ibnu Jarta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para Mahasiswa.

    “Pada dasarnya aspirasi dari teman-teman akan kami sampaikan ketingkat Provinsi, dan Pusat,” tuturnya.

    Ia juga menambahkan bahwa pihak DPRD Lebak selalu menampung aspirasi yang disampaikan oleh Mahasiswa, Kaum Buruh, dan lain sebagainya.

    “Kami serap aspirasi dari semua stakeholder, nanti akan kami sampaikan apa yang terjadi di Kabupaten Lebak,” tutupnya. (RUS)

    Wujud Lestarikan Tradisi Ngadodol di Desa Sukajaya Sobang

    Tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).
    Tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Tradisi ngadodol adalah bagian dari warisan leuluhur Nenek moyang Kaseupuhan Adat Masyarakat Kecamatan Sobang – Banten Kidul, Tradisi ini juga sudah ada dan berlangsung ribuan tahun lamanya. tepat nya dikampung Cileubang, Desa Sukajaya, Lebak – Banten.

    Dikatakan Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lebak bahwa Moment Ngadodol itu dilakukan menyambut Sedekah Bumi, Ngajiwa, Mapag Pare Bekah, Ngubaran Pare, Neutepken Pare ( Nganyaran), Pada Selasa (20/10/2020).

    “Kami pemerintah Desa Sukajaya sangat apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan budaya, tradisi warisan para leuluhur kasepuhan adat dan para tokoh agama. Juga akan selalu kami jaga dan melestarikan nya,” ujar Sutisna yang akrab disapa Jaro (Deriel) Kepala desa Sukajaya Kecamatan Sobang.

    Selain itu juga kegiatan apapun tentang keadatan atau tradisi budaya ngadodol yang ada di lingkungan Desa Sukajaya akan selalu kami dukung. “Karena ngadodol ini warisan dari nenek moyang yang sudah ada sejak ribuan tahun lamanya dan jelas banyak manfaatnya. Terutama dalam menjaga kerukunan, kebersamaan, kekeluargaan serta gotong royong diwewengkon kampung cileubang,” katanya.

    ‘Kegitan ini tiada lain untuk merawat serta menjaga kearifan lokal. Demi terwujudnya kemakmuran khususnya dibidang pertanian sebagai ketahanan pangan sesuai dengan mayoritas masyarakat disini keseharian nya Bertani,” jelasnya.

    Senada diungkapkan Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lebak saat ditemui langsung diruang kerjanya kemarin, bahwa ngadodol juga sering kali dilaksanakan secara rutin pada kegiatan sakral, berikut lima point penjelasan ringkas nya

    1. Sedekah bumi.
    2. Ngajiwa.
    3. Mapag Pare Bekah.
    4. Ngubaran Pare.
    5. Neutepken Pare (nganyaran).
    Masyarakat sedang melakukan tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).
    Masyarakat sedang melakukan tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).

    1. Pengertian Sedekah Bumi sebagai bentuk indikator bahwa masyarakat itu masih lestari diberapa kasepuhan yang ada dikabupaten lebak – banten ada istilah syukuran tahunan paska sukses bertani,dan juga dengan beberapa nama istilah lainnya yang berbicara seren tahun,ngembang atau sedekah bumi. berbicara tentang sedekah bumi adalah wujud dan refleksi aktivitas masyarakat yang yang isinya adalah bentuk syukuran kepada Tuhan nya dalam hal ini kepada Allah ta’ala atas suksesnya bertani yang selama dari mulai tanam sampai panen, itu rasa syukur kepada Tuhannya Allah subhanahu wa ta’ala.

    2. Pengertian ringkas tentang (Ngajiwa) adalah, bahwa di dalam tubuh manusia itu ada yang harus dibersihkan selain jasad yaitu jiwa juga harus dibersihkan melalui apa namanya keridhaan, keikhlasan untuk bersodakoh kepada masyarakat sekitar dengan nilai sejumlah uang yang sudah disepkati bersama dan dikolektif oleh kepala adat.

    “Iya, dengan menyampaikan doa-doa sebagai bentuk refleksi selain jasad adalah jiwa dan itu diperhadapkan atau didoakan melalui ritual doa-doa yang dikirim kepada Tuhan (Allah SWT). dalam kehidupan kita harus dibersihkan melalui doa-doa, mulai dari pembacaan silsilah, pembacaan surat Yasin hingga di akhiri doa selamat, dan doa sapu jagat.

    3. Mapag Pare Bekah artinya menyambut padi hamil, hal itu juga tidak terlepas dari ritul ritual tradisi masyarakat adat dalam menyambut pertumbuhan padi yang mulai menunjuk kan pertumbuhan nya yang produktif. kalua dalam istilah bahasa sundanya (Pare Bekah/Reuneh). tentu ada ritual nya agar melalui doa doa bersama,hasil padi nya bagus sesuai yang diharapkan.

    Padi sudah hamil (Pare ges Reuneh) ialah melalui tahapan dimana dari padi mulai ditanam, kemudian padi hidup normal sesuai yang diharapkan, dibuktikan dengan pra keluar bunga. “Setelah reuneh keluar bunga dan pada masa keluar bunga tersebut adalah masa teransisi ada istilah spiritul dan faktual, yang dalam kata lain menurut leuluhur adat adalah (Nyi Sri dan Nyi Pohaci) agar padi nya itu bagus, dan secara faktual nya juga padi ini rentan terserang penyakit,” katanya.

    Selain itu berbicara soal penyakit padi disini bisa di damaikan secara spiritual, dalam konsep adat ada istilah (mapag pare bekah) artinya menyambut bakal buah padi yang baru keluar bunga yang akan menjadi buah, adapun langkah lain yang lumrah dilakukan petani dalam mengusir penyakit padi, dapat juga diselesaikan dengan cara menggunakan obat obatan padi kekinian yang biasa kita dapat membelinya ditempat resmi dijual dipasaran,” tuturnya.

    4. Pengertian Ngubaran Pare tidak jauh berbeda dengan mapag pare bekah karena padi ini secara masyarakat adat disebut sakral, dan ada yang mengendalikan secara spiritual dan itu menjadi satu keyakinan oleh karena nya ngubaran pare dilakukan setelah mapag pare bekah sebagai bentuk upaya masyarakat agar padi itu tumbuh subur dan hasil buahnya bagus atau dalam istilah sunda nya (Beuner). Tidak sampai ditu peran petani untuk mendapatkan hasil padi yang bagus, biasanya hama-hama yang terlihat secara kasat mata seperti burung, tikus dan hama yang lain nya. Hal itu obat tradisional secara spiritual versi masyarakat adat yang di sebut ngubaran pare dipadukan dengan versi obat yang di anjurkan pemerintah dalam hal ini insektisida buatan.

    5. Neutepken Pare (Nganyaran) terjadi setelah padi dipanen dari berbagai rangkain ditulis di atas menjadi finalisasi dari sukses atau tidaknya kita bertani sesuai dengan target yang di inginkan.pasalnya setelah panen terjadi ada istilah (Nganyaran atau Neutepken atau Ngadiukeun). Dari mulai padi ditanam dan dilakukan berbagai macam tindakan perlakuan finalisasinya, atau finishingnya adalah (Panen) nya bagus. Intisarinya adalah segala bentuk, memulai atau mengakhiri kegiatan hingga menikmati hasil bertani tidak lepas dari pada ritual atau doa doa yang disampaikan sebagai wujud syukur kepada tuhan yang maha esa (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) pada istilah sunda sesudah panen (Pare Anyar Kejo Anyar). (Red)

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    SERANG, beritajuang.com– Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri menerima Audiensi dengan Dewan Pengurus Daerah Himpunan Alumni Institusi Pertanian Bogor (DPD HA IPB) Banten, pada Senin (19/10/2020).

    Dalam acara audiensi pihak DPD HA IPB Banten didampingi oleh Sekjen Andafish, Bendum Bay Adam, serta jajaran pengurus lainnya. Sedangkan pihak BUMD Agrobisnis Banten Mandiri hadir diantaranya Saeful Wijaya sebagai Direktur Utama, Ilham Mustofa sebagai Direktur Operasional, dan Hari Wibowo sebagai Komisaris Independen.

    Mereka siap tancap gas melaksanakan tugas setelah jajaran komisaris dan direksi dilantik. Visi Misi jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri mengusung kedaulatan pangan.

    Kesamaan yang diutarakan oleh jajaran Komisaris dan Direksi sejalan dengan program DPD HA IPB Banten. Hal ini tentunya menjadi dukungan penuh sebagai langkah untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

    “Tujuan pembentukan BUMD Agrobisnis sendiri adalah untuk mensejahterakan masyarakat khususnya para petani. Hal ini sejalan dengan program para Alumni IPB Banten yang tergabung dalam wadah DPD HA IPB Banten,” ungkap Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten.

    Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten saat beraudiensi dan memberi dukungan kepada jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten saat beraudiensi dan memberi dukungan kepada jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    Dengan potensi pertanian yang besar, kehadiran BUMD Agrobisnis mampu menjadi solusi bagi petani yang saat ini belum tersejahterakan.

    Disamping itu, perusahaan plat merah ini diharapkan mampu meminimalisir praktek mafia di dunia bisnis pertanian. Sehingga persaingan usaha melalui pemberdayaan pertanian bisa berdaya saing dengan baik

    Berkaitan dengan tujuan pendirian BUMD, dalam ketentuan Pasal 331 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juncto Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dijelaskan bahwa pendirian BUMD bertujuan untuk :

    1. Memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya;
    2. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik, dan;
    3. Memperoleh laba dan/ atau keuntungan.

    “Untuk mencapai tujuan pendirian BUMD sebagaimana dijelaskan diatas, daerah perlu melakukan upaya optimalisasi BUMD yaitu dengan melakukan peningkatan profesionalisasi baik dari segi manajemen, sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang memadai sehingga memiliki kedudukan yang sejajar dengan kekuatan sektor perekonomian lainnya dan dapat berkontribusi lebih bagi pembangunan perekonomian yang berkelanjutan di daerah maupun di tingkat nasional,” tegas Junaedi Ibnu Jarta.

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    Saeful Wijaya, Direktur Utama BUMD Agrobisnis Banten Mandiri menyampaikan rasa bahagia dan optimis terhadap dukungan dari para Alumni IPB Banten.

    “Saya sangat bahagia dan senang sekali alumni IPB dapat hadir untuk audiensi sehingga kedepan nanti kita bisa berkolaborasi untuk pengembangan Agrobisnis ini. Bagaimana pun juga peran Alumni IPB sangat diperlukan untuk mendukung kedaulatan pangan di Banten ini,” ucapnya.

    Saeful Wijaya juga menambahkan bahwa perihal grand desain yang akan dilakukan di bulan ini tentunya di usaha beras dan ternak.

    “Kita akan lakukan secepat ini, mungkin pengadaan beras dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, kita akan ambil ordernya. Kita harus bergerak cepat untuk berperan bersama-sama,” tutupnya. (MIR)

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).
    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com–  Organisasi Kedaerahan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) PW Rangkasbitung bersama relawan kemanusiaan Laguna menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak kepada keluarga kurang mampu yang berasal dari Kampung Poleng, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Bojongmanik Kabupaten Lebak, Banten.

    Besaran bantuannya sebesar 10 juta tersebut dapat diharapkan agar dimanfaatkan secara maksimal dan optimal oleh keluarga Santanu yang sudah kurang layak untuk ditinggali dapat direhab dan ditempati kembali dengan penuh rasa nyaman.

    Eza Yayang Firdaus selaku Ketua Kumala PW Rangkasbitung mengatakan, rumah pak Santanu kondisinya cukup memprihatinkan hanya terbangun dari anyaman bambu dan kayu yang telah usang termakan usia serta alam. Untuk itu, rumah pak Santanu dengan ibu Karsih yang memiliki anak cacat sejak lahir bernama Menje agar dapat di tinggali dengan nyaman karena keadaannya juga sudah pada bocor dan paling utama adalah sanitasinya.

    “Kami prihatin dan tergerak melihat keadaan rumah yang ditinggali oleh pak Santanu sekeluarga terutama tengah memiliki anak cacat sejak lahir bernama Menje, untuk itu. Kami berinisiatif membantu keluarga kurang mampu ini untuk mendapatkan bantuan dari Baznas Lebak agar mau meringankan sedikit beban yang diemban oleh pihak keluarga pak Santanu,” Kata Eza Yayang Firdaus, selaku Ketua Kumala PW Rangkasbitung, kepada awak media, Selasa, (19/10/2020).

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).
    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).

    Bantuan diserahkan kepada Santanu dengan relawan kemanusiaan Laguna untuk selanjutnya didampingi dalam proses pembangunan dan pertanggung jawabannya kembali kepada lembaga Baznas Kabupaten Lebak.

    “Kami ucapkan terima kasih banyak kepada lembaga Baznas dan juga mahasiswa dari Kumala yang sudah mendampingi Santanu sehingga mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk selanjutnya kami dampingi serta membelanjakannya kepada bahan material serta membangunkannya hunian agar lebih layak lagi ketimbang hari ini,” terang Faisal sebagai relawan kemanusiaan Laguna.

    “Harapan kami semoga Santanu serta keluarga dapat lebih memanfaatkan semua bantuan yang ada ini untuk bisa dimanfaatkannya kepada kebaikan serta kehidupan kedepan,” tutup Faisal. (MIR)

    Kabar Duka Dari Keluarga Besar SMKN 1 Sobang

    Drs. Heri Mulyanto (Almarhum) Sosok yang Disiplin, Ulet dan Dekat dengan Guru-Guru

    LEBAK, beritajuang, com– Kabar duka dari keluarga besar SMKN 1 Sobang, Inalilahi Wainailaihi Rojiun telah berpulang ke rahmatullah Drs. Heri Mulyanto Kepala Sekolah SMKN 1 Sobang pukul 6.30 Wib di RSUD Adjidarmo pada Minggu, 18/10/2020.

    Dian Rusdianti guru SMKN 1 Sobang mengatakan, merasa kaget saat diberitahu melalui pesan wastapp.

    “Iya saya merasa kaget saat menerima pesan wastapp bahwa bapak (Kepsek SMKN 1 Sobang) sudah meninggal di RSUD Adjidarmo. Bapak dirawat di RSUD Adjidarmo seminggu yang lalu, padahal saat saya nengok kondisi bapak semakin membaik, tapi allah lebih sayang sama bapak” Katanya.

    Tambah Dian, Bapak ini sosok yang disiplin, ulet dan bertanggung jawab juga sangat dekat dengan guru guru, tentunya kami merasa sangat kehilangan sosok beliau. Mudah-Mudahan alamrhum di tempatkan di surganya Allah SWT amiin, Ungkapnya.

    Ditemapt terpisah Umaedi yang juga guru SMKN 1 Sobang saat di konfirmasi melalui via Wastapp menyampaikan bahwa bapak (Almarhum) memilki riwayat penyakit jantung dan sempat di rawat di RSUD Adjidarmo sekitar seminggu dan pada pukul 6.30 Wib hari minggu tanggal 18/10/2020 bapak meninggal dan di kebumikan di Daerah mertuanya di Ciheulang Rangkasbitung.

    Tambah Umed, Almarhum ini sosok yang luar biasa, yang sangat peduli dengan guru-guru dan mampu membangun SMKN 1 Sobang menjadi sekolah yang sangat diperhitungkan.
    “Semoga amal ibadah bapak ( almarhum ) di tempatkan di tempat yang layak,” jelasnya.

    KH. Nasim selaku tokoh ulama sobang juga sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Sobang menyampaikan kepada awak media beritajuang.com,  bahwa Pak Heri (almarhum) orang baik yang kerja tanpa lelah segala tenaga dan pikirannya dikerahkan untuk kepentingan orang Sobang.

    “Kami sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Sobang merasa kehilangan almarhum untuk pergi selamnya.
    Kami hanya berharap mudah mudahan bisa melanjutkan perjuangan almarhum, dengan kebaikan almarhum selama hidupnya mudah mudahan mendapat balasan yang setimpal.
    Beliau orang yang terbuka dalam hal apapun dan beliau tidak merasa sebagai pimpinan melainkan sama semuanya,” pungkasnya. (NR)

    Segenap jajaran redaksi beritajuang.com turut berduka cita atas meninggalnya Drs. Heri Mulyanto (Kepsek SMKN1 Sobang). Semoga almarhum di tempatkan di tempat yang layak, amiin.

     

     

    Seekor Penyu (Chelonia mydas) Mati di Pesisir Wisata Pantai Bagedur, Belum Diketahui Penyebabnya

    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur

    LEBAK, beritajuang.com– Sebanyak enam dari tujuh jenis penyu dunia ada di Indonesia, dan hewan menggemaskan tersebut berenang anggun di seluruh perairan Indonesia dari barat sampai ke timur untuk mencari makan dan bertelur.

    Laut Indonesia bagi penyu merupakan daerah yang pasti dilalui hewan tersebut saat hendak bermigrasi dari Samudra Pasifik menuju ke Samudra Hindia, atau sebaliknya.

    Salah satu dari tujuh penyu tersebut adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas),  penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia.

    Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka.

    Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan.

    Di Lebak Seekor penyu jenis hijau (chelonia mydas)  tergeletak di pesisir wisata pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, minggu, (18/10/20) sekitar pukul 07.00 WIB. Bangkai penyu itu ditemukan oleh warga dalam keadaan sudah mati.

    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.

    “Oh nya berat na eta kurang lebih 50 kg, jenis penyu hijau (chelonia mydas) Ciri khasnya terdapat pada bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul,” kata Ihsan.

    Jenis penyu hijau (chelonia mydas) dengan berat sekitar 50 kilo gram tersebut ditemukan warga  yang kebetulan baru bangun tidur dengan kondisi sudah mati.

    “Ia saya baru bangun tidur, kebetulan itu penyu terdamparnya didepan warung tempat saya nginep,” kata Ihsan, warga yang menemukan bangkai penyu. (18/10).

    Belum diketahui jelas penyebab penyu tersebut bisa mati, saat di temukan warga kondisi bangkai penyu tersebut sudah berbau.

    “Sekarang sudah dikubur karena Saat ditemukan penyunya sudah bau,” ujar Ihsan. (Red)

    Pengurus Forum Ikatan Wartawan Lebak Kembali Menggelar Musyawarah

    Pengurus IKWAL Kembali Gelar Musyawarah Yang ke 2

    LEBAK,beritajuang.com- Pengurus Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) kini kembali menggelar rapat musyawarah yang kedua di Kawasan Rangkasbitung Kabupaten Lebak tepatnya di Cafe Arkan’19, pada Sabtu (17/10/20).

    Dalam rapat itu membahas Forum IKWAL yang baru saja resmi terbentuk pada tanggal (13/10/20). Yakni, dipimpin oleh Ketua IKWAL (Irfan Hilmi) berserta dihadiri beberapa jajaran anggota profesi wartawan yang tergabung di Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL).

    Seperti yang diungkapkan Ketua IKWAL (Irfan Hilmi/Adok) “ini amanah besar buat saya karena forum Ikwal ini baru kita bentuk dan deklarasikan pada hari selasa (13/10). Namun Ada banyak hal yang perlu kita laksanakan untuk membesarkan forum ini,” jelasnya.

    “Yang pertama kita harus bertanggung jawab dalam memperkenalkan forum ini, kemudian kita harus selalu menyatukan semua jurnalis yang berkarier di Banten karena terbentuknya forum Ikwal ini adalah forum perkumpulan tempat silaturahmi dan diskusi, baik peningkatan kapasitas serta penyampaian aspirasi para jurnalis” ungkap Ketua Ikwal Irfan Hilmi.

    Namun, menurut Wakil Ketua Forum IKWAL (Maman Aditya) ditempat yang sama mengatakan “diharapkan dapat memberi sumbangsih pemikiran serta saran masukan dan kritikan kepada pemerintah dalam menjalankan pembangunan agar lebih terarah demi kemajuan daerah, bangsa dan negara,” ujar wakil ketua forum Ikwal.

    Dengan banyaknya dari berbagai kalangan intansi dan lembaga kepemerintahan wilayah Provinsi Banten yang turut mendukung serta mengucapkan selamat dan sukses terbentuknya Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL).

    Ucapan selamat dari Aparat Penegak Hukum dan Para Tokoh  Banten.
    Ucapan selamat dari Aparat Penegak Hukum dan Para Tokoh Banten.

    “Selamat dan sukses atas terbentuknya Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) semoga berjaya dan berdikari dalam berkarya untuk membangun Lebak,” Diantaranya diucapkan oleh Kabid Humas Polda Banten (Edy Sumardi. P. SIK), Komandan Satuan Brimob Polda Banten (Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho S.I.K), Wadanyon C Sat Brimob Polda Banten (AKP Tatang Warsita), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Badak Banten (Buya Sujana Karis) Ketua Umum Badak Banten, Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten (H.Eli Sahroni).

    Sementara pengurus Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) berserta anggota yang tergabung dari Forum IKWAL mengajak semua pihak terutama masyarakat dari Kabupaten Lebak Provinsi Banten, untuk tetap bersinergi dan memberikan kontribusi nyata.

    Dan Kami juga ingin mengabdi dan memberikan kontribusi melalui pemberitaan yang positif tentang Wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Serta Kami juga turut berterima kasih kepada yang sudah mendukung terbentuknya forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL). (Red)

    SMSI dan Polres Tanah Karo Penanaman Pohon di Desa Kecamatan Payung

    SMSI dan Polres Tanah Karo Melakukan Penanaman Pohon di Desa Batu Karang Kecamatan Payung

    KARO, beritajuang.com– Setelah terbentuk kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia,(SMSI) Kabupaten Karo sepekan lalu, langsung membuat program yang menyentuh kepada masyarakat.

    Kali ini, SMSI Kabupaten Karo bergandengan tangan dengan Polres Karo,melakukan program penanaman pohon, Adapun Jenis pohon yang di tanam adalah pohon durian, mangga yang dilaksanakan Desa Batukarang,Kecamatan Payung, Sabtu (17/10/2020).

    Sebelum dilakukan penanaman pohon, warga Desa Batukarang sangat antusias menyambut kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH.,MH.,SIK., beserta rombongan kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK, tokoh adat dan Agama Antoni Bangun,di dampingi anggota BPD Matius Pelawi, PJS Kepala Desa Batukarang induk Firdaus Bangun serta tokoh pemuda Sikap Tarigan dan Ketua SMSI Karo David Barus,menyematkan kain tradisional karo berupa “Beka Buluh” kepada Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK.

    PJS Kepala Desa Batukarang Firdaus Bangun di dampingi anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK dan teman teman yang tergabung dalam SMSI Karo.

    “Kedatangan Kapolres bersama SMSI Karo ke desa Batukarang ini merupakan sutu kehormatan bagi warga desa ini,terlebih lebih lagi,di desa ini di laksanakan penanaman pohon,mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini”ujarnya.

    Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH,MH,SIK,dalam sambutanya mengatakan, sangat mendukung program yang di buat oleh rekan rekan SMSI Karo, sebab dengan penanaman pohon ini kita telah ikut ambil bagian dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di desa ini.

    “Mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini,” ucapnya.

    Warga Desa Batukarang Senyambut Kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH. MH. S.IK.
    Warga Desa Batukarang Senyambut Kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH. MH. S.IK.

    “Kita (Polres Tanah Karo),sangat mendukung program yang di buat oleh SMSI Karo,berupa penanaman pohon,sebab kita sudah ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan kepada warga di minta agar menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh dengan baik, kepada warga juga di himbau,mari kita jaga dan bangun desa Batukarang ini,agar lebih maju lagi,terlebih lebih dari desa ini,banyak berasal pejabat pejabat yang tersebar di Inonesia”ujar orang nomor satu di Polres Tanah Karo.

    Ketua SMSI Karo,David Barus mengatakan,bahwa setelah SMSI Karo terbentuk sepekan yang lalu,saya bersama teman-teman langsung menyususn program yang akan di laksanakan, dan program awal yang kita laksanakan yaitu,berupa penanan pohon ini, mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini.

    Serta selanjutnya, SMSI Karo akan terus membuat program program untuk kemajuan Karo dan terlebih lebih tetap menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial.ujar pria yang akrab di pangil David Kaka.

    Hadir dalam acara tersebut,Kapolsek Payung AKP J Bangun,pengurus SMSI Karo,Wakil Ketua Jhoni Sembiring,Sekrtaris Miki Maliki,Wakil Sekrtaris Jusranta Surbakti,humas SMSI Karo Mawar br Ginting, Kasi Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup Daniel Pelawi. (Red)

    Istimewa, TVRI Angkat Sosok Wabup Lebak Sebagai Peternak Kambing

    H.Ade Sumardi ( Wabup Lebak ) Pemilik Ternak Kambing Etawa Saat di Liput Satasiun TV Nasional

    LEBAK, beritajuang.com – Berawal dari rutinitas membeli dan mengkonsumsi susu kambing jenis etawa untuk kesehatan, Ade Sumardi yang juga menjabat Wakil Bupati Lebak, termotivasi untuk memproduksi sendiri susu kambing etawa.

    Diawali dengan memiliki tiga ekor kambing etawa untuk kebutuhan produksi susu, kini bertransformasi berkembang menjadi peternakan kambing etawa yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

    Hal ini menjadi perhatian dari media Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk mengangkat kisah seorang Ade Sumardi yang juga selaku Wabup Lebak yang tidak sungkan turun langsung dalam memelihara dan mengembangkan kambing jenis etawa dengan melakukan peliputan di kandang peternakan Lebak Etawa Farm Indoensia (LEFI) milik Ade Sumardi di Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak, Jum’at (17/10/2020)

    Hal ini menurut Bambang Dwi selaku produser sekaligus reporter, dapat menjadi motivasi bagi anak bangsa lainnya, untuk meniru apa yang dilakukan Wabup Lebak menjadi seorang peternak, terlebih melihat potensi pakan jenis tumbuhan di indonesia cukup besar.

    “Beliau sebagai wakil bupati yang memiliki peternakan dan terjun langsung dan memberikan contoh tidak hanya memerintah tetapi turun kelapangan,” ungkap Bambang Dwi.

    Kisah Inspiratif H.Ade Sumardi (Wabup Lebak) Juga Pemilik Peternakan Kambing Etawa di Siarkan Oleh Satasiun TV Nasional.
    Kisah Inspiratif H.Ade Sumardi (Wabup Lebak) Juga Pemilik Peternakan Kambing Etawa di Siarkan Oleh Satasiun TV Nasional.

    Bambang juga mengatakan dengan disiarkannya liputan tentang Ade Sumardi secara nasional diharapkan mampu memotivasi masyarakat di Indonesia untuk dapat terinspirasi dalam mengembangkan sektor peternakan maupun pertanian terlebih dimasa pandemi ini, ketahanan pangan adalah sebuah keniscayaan.

    “Kita ingin masyarakat khususnya generasi muda untuk turun ke ‘SAWAH’ dan ke KANDANG’, karena potensi tersebut masih sangat besar,” ujar Bambang.

    Sementara itu, Ade Sumardi mengatakan untuk tidak malu menjadi seorang peternak, dimana sesuai dengan slogan yang dimiliki Ade bahwa “Peternak itu keren, peternak itu hebat”, yang terpenting menurut Ade memiliki dasar ilmu, bibit yang baik dan mau terus belajar.

    “Kepada seluruh generasi muda, indonesia memiliki potensi besar dalam sektor peternakan, mari kita jadikan indonesia sebagai lumbung ternak dunia,” Pungkas Ade

    Untuk diketahui, jenis kambing etawa ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain dapat memproduksi susu dan daging, jenis etawa melalui keindahannya, juga terdapat kontes kambing jenis etawa. (RUL)

    Gelorakan 3 M, Tim Jumat Barokah Polda Banten Bagikan Masker dan Handsanitizer

    Tim Jum'at Barokah Polda Banten Bagikan Masker dan Handsanitizer Kepada Masyarakat

    SERANG, beritajuang.com– Tim Jum’at Barokah Polda Banten bagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat dalam rangka mengajak masyarakat disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru.

    Untuk kali ini, tim Jum’at Barokah Polda Banten membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang ada di Kampung Kalodran-Lipatik, Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, pada Jum’at (16/10/2020).

    Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar menyampaikan bahwa pembagian masker dan hand sanitizer ini kepada masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 dikalangan masyarakat, penggunaan masker dan hand sanitizer berpengaruh untuk meminimalisir proses penularan diruang terbuka saat melakukan aktivitas.

    Tim Jum'at Barokah Bagi-Bagi Masker Kepada Warga.
    Tim Jum’at Barokah Bagi-Bagi Masker Kepada Warga.

    “Mari kita bersama-sama untuk selalu disiplin protokol kesehatan dengan cara 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan membudayakan 3M Protokol kesehatan ini kunci menghentikan penyebaran Covid-19,” kata Fiandar.

    Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol edy sumardi mengatakan bahwa pembagian masker dan hand sanitizer dalam kegiatan Jumat Barokah merupakan kegiatan yang rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polda Banten bersama komunitas Pajero Indonesia Club (PIC).

    Tim Jum'at Barokah Polda Banten Bagikan Sembko, Handsanitizer dan Masker.
    Tim Jum’at Barokah Polda Banten Bagikan Sembko, Handsanitizer dan Masker.

    “Hari ini kita melaksanakan Jumat Barokah, selain membagikan bantuan sembako kami juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, kegiatan rutin yang kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Edy Sumardi.

    edy sumardi menghimbau supaya masyarakat selalu menggunakan masker dan hand sanitizer dengan selalu disiplin dalam menerapkan Protokol kesehatan diharapkan dapat mempercepat penanggulangan pandemi covid-19 yang masih mewabah dimana-mana di kehidupan masyarakat.

    “Mari bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan gunakan selalu masker dan terapkan 3 M , guna pencegahan penularan Covid-19,” kata Edy Sumadi.

    Edy sumardi juga menyampaikan masyarakat harus Sering cuci tangan menggunakan sabun, Sedia handsanitizer, Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, Rajin berolahraga setiap hari, Jaga jarak aman atau physical distancing minimal 1 meter.

    “dalam Bertransaksi selalu menggunakan uang elektronik, dan Jangan lupa mandi Setelah melakukan kegiatan diluar rumah, Ayo ikut serta menjadi masyarakat yang taat peraturan, dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan,” ajak Edy Sumardi. (Bidhumas)

    Cegah Penularan Wabah Covid-19, KT Maja Bikin Gebrak Masker. Wabup Lebak; Pemuda Garda Terdepan Bangsa

    Pengurus KT Maja berfoto bersama Anggota Polsek Maja dan Koramil 0603 Maja sebelum menggelar Baksos bagi-bagi masker dan sabun dalam rangka pencegahan Covid-19, Kamis 15 Oktober 2020

    LEBAK, beritajuang.com– Dalam rangka memutus penularan wabah Covid-19, puluhan aktivis Karang Taruna Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak menggelar bakti sosial, pada Kamis (15/10/2020).

    Dalam kegiatan yang dibernama “Gebrak Masker” itu mereka membagikan ribuan masker kepada warga dan pengendara yang melintas. Selain itu, aktivis kesetiakawanan sosial ini juga membagikan sabun cuci tangan secara gratis pula kepada masyarakat. Baksos Karang Taruna dalam rangka turut serta menghentikan pandemic Covid-19 ini didukung penuh oleh Pemerintah Kecamatan Maja dan Komando Rayon Militer (Koramil) 0303 Maja serta Kepolisian Sektor (Polsek) Maja.

    “Kegiatan kami pusatkan di tempat keramaian, seperti di Stasiun Maja, Pasar Maja dan Jalan Raya Maja-Koleang, teparnya di depan Koramil 0303 Maja. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Endin Jaenudin, Ketua Karang Taruna Maja, Kabupaten Lebak kepada awak media usai acara.

    Diungkapkan Endin Jaenudin, acara baksos bagi-bagi masker dan sabun tersebut juga dalam rangka menyongsong peringatan Sumpah Pemuda ke 92 dan peringatan hari mencuci tangan seduni.

    “Dalam rangka hari mencuci tangan sedunia, kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa pandemic Covid-19 bisa dicegah dengan cara memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak,” ujar pria yang akrab disapa Endin Bek tersebut.

    Dalam acara Gebrag Masker tersebut, KT Maja menerjunkan 30 personil kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Maja, didukung oleh personil Koramil 0303 Maja dan Polsek Maja serta Satgas Penanganan Panedmi Covid-19.

    “Kami menerjunkan 30 personil yang terdiri dari seluruh ketua Karang Taruna Desa dan pengurus FK-KT Kecamatan Maja, sedangkan masker yang dibagikan sebanyak 1000 pcs hasil swadaya dan bantuan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Maja, serta 200 buah sabun anti kuman bantuan dari Pemerintah Kecamatan Maja,” jelas Endin.

    Komandan Koramil 0303 Maja, Kapten (Arm) M. Basori mengapresiasi kegiatan tersebut.

    “Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial generasi muda terhadap masyarakat. Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh KT Kecamatan Maja menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya dalam mendukung program pemerintah menerapkan protokol covid-19,” tandasnya.

    Di tempat terpisah namun masih di sekitar Maja, Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih atas insiatif Karang Taruna Maja yang turut aktif mencegah penularan wabah Covid-19. Menurutnya, keteladanan KT Maja perlu ditiru oleh generasi muda Kabupaten Lebak.

    “Kami mengapresiasi KT Maja. Pemuda sebagai garda bangsa harus terdepan dalam penanggulangan Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (ASA)

    Ikan Lumba-Lumba Warna Hitam Terdampar Mati di Pesisir Pantai Bagedur

    Ikan lumba-lumba terdampar mati di Pesisir Pantai Bagedur, pada Rabu (14/10/2020).
    Ikan lumba-lumba terdampar mati di Pesisir Pantai Bagedur, pada Rabu (14/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Salah satu mamalia laut jenis ikan lumba-lumba warna hitam berukuran panjang 1,5 meter dengan berat 100 kilogram dilaporkan ditemukan warga sudah mati terdampar di pesisir Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, pada Rabu (14/10/2020).

    Disebutkan, lumba lumba hitam ini diduga jenis dolphin hewan mamalia air dari ordo cetartiodactyla yang dikelompokkan dalam famili Delphinidae, jenia hewan laut yang melahirkan anak. Adapun keberadaan penyebab mati terdamparnya belum diketahui, namun dipastikan ia terbawa ombak ke pesisir dan mati terdampar karena kehabisan oksigen.

    Seorang pedagang  warga Desa Sukamah di pantai Bagedur, Isan (27) menuturkan pada awak bahwa benar ada mamalia laut jenis lumba-lumba warna hitam yang mati terdampar di pesisir pantai.

    “Iya benar sekitar pukul 14.30 siang tadi saya lihat terdampar di pesisir sudah mati. Ukurannya semeter setengahan kalau beratnya mungkin lebih dari sekintal. Pastinya itu terdampar karena terseret ombak. Juga penuh luka-luka, darahnya juga masih segar,” ujarnya, Rabu malam (14/10).

    Menurut Isan, dirinya saat itu kebetulan sedang bersih-bersih di depan warungnya. Terlihat ada bangkai lumba-lumba yang teronggok di pesisir pantai tak jauh dari tempatnya.

    “Ya itu daya seret agak ke pinggir sini, supaya gak di kerubuti anjing, itu berat sekali. Saya lihat itu tanduk siripnya sudah tidak ada, mingkin ada yang ngambil. Lumba lumba itu ada luka, perkiraan saya itu lumba lumba korban pancing saat di tengah laut, lalu karena kesakitan ia terseret ombak ke darat. Saya bingung kalau dikubur takut ada yang nanyain, maka sekarang dibiarjan aja dulu,” jelasnya.

    Sementara pegiat wisata di Baksel, Yeni mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut dan membenarkan itu yang terdampar ikan jenis lumba lumba terdampar. Menurutnya saat ini ombak pantai selatan sedang musim besar dan lumba-lumba itu dipastikan terseret arus ombak ke darat.

    “Ya saat ini ombak pantai selatan sedang musim besar dan suka pasang. Tadi saya tengok ke pantai banyak berserak sampah-sampah kiriman dari laut di seantero pesisir. Dan lumba lumba itu kemungkinan ikut terdampar karena terseret ombak. Dan soal ini sudah saya laporkan,” papar Yeni. (Red)

     

    Kabupaten Pandeglang Launching Rumah Isolasi Bagi Para OTG

    Rumah Isolasi pasien OTG telah diresmikan pada Rabu (14/10/2020).
    Rumah Isolasi pasien OTG telah diresmikan pada Rabu (14/10/2020).

    PANDEGLANG, beritajuang.com– Kabupaten Pandeglang melaunching rumah isolasi bagi para Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terkonfirmasi postitif Covid 19, Rabu (14/10/2020).

    Rumah yang dipakai untuk tempat isolasi ini adalah wisma PKPRI yang berlokasi di Kecamatan Majasari. “Kami menyewa wisma ini selama 3 bulan kedepan hingga bulan desember,” ungkap Ramadani sebagai penanggung jawab bidang kesehatan dan penegakan disiplin kesehatan satgas covid 19 Kabupaten Pandeglang.

    Anggaran yang dikeluarkan untuk sewa wisma PKRI dikatakan Ramadani, kurang lebih 180 juta selama tiga bulan kedepan. “Sistemnya sewa, ada tidak ada yang masuk ke tempat isolasi tetap dihitung durasinya dengan semua fasiliitas yang ada disini,” jelasnya.

    Menurut Ramadani, daya tampung wisma PKPRI ini ada 32 kamar dengan kapasitas dua bed (tempat tidur). Untuk mekanisme dalam pengelolaan, kata dia mengadop dari wisma Atlit dan akan dikenakan sistem piket oleh petugas medis, BPBD, dan Pol-PP. “Ada dua ship mulai dari jam 08:00 -20:00 Wib dan jam 20:00 – 08:00, petugas medis akan melakukan pengecekan kesehatan setiap hari bagi para OTG,” tandasnya.

    Rumah Isolasi pasien OTG telah diresmikan pada Rabu (14/10/2020).
    Rumah Isolasi pasien OTG telah diresmikan pada Rabu (14/10/2020).

    “Semua masyarakat yang terkonfirmasi covid dan OTG bisa diisolasi disini dengan ketentuan harus ada pengantar dari Puskesmas, jika sudah selesai nanti dinkes yang mengeluarkan surat selesai isolasi,” pungkasnya.

    Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pandeglang Gunawan Rusminto mengatakan, dilaonchingnya rumah isolasi ini merupakan kerja bersama pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan seluruh stakeholder terkait. “Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berkerja dari awal hingga saat ini, semoga Ini dapat mengendalikan proses penyebaran covid 19 di Pandeglang,” ungkap Gunawan Rusminto saat meresmikan rumah isolasi.

    Ia berharap, masyarakat Pandeglang terus menerapkan prokes dalam kehidupan sehari – hari. “Jangan lupa 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” terangnya. (HMS)

    Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang Jalan Poros Desa Sukaresmi Longsor

    Akibt Hujan Deras Jalan Poros Desa Longsor di Kampung Sukarasa Desa Sukresmi Kecamatan Sobang, Selasa 13/10/2020

    LEBAK, beritajuang com– Akibat hujan deras jalan poros Desa Longsor di Kampung Sukarasa Desa Sukaresami Kecamatan Sobang pada Selasa 13/10/2020.

    Jalan yang menghubungkan antara Kampung Sukarasa dengan Kampung Bongkong longsor akbit Derasnya curah Hujan.

    Seksdes Sukaresmi, Saefullah saat dikonfirmasi melalui Wasapp mengatakan bahwa curah hujan pada saat itu sangat tinggi sehingga jalan poros Desa Ambals.

    “Kami pemerintah Desa akan segera menindaklanjuti dan kami akan upayakan kepada Dinas terkait termasuk ke BPBD untuk segera mendapatkan bantuan,” katanya.

    Tampak Jalam Poros Desa Longsor Akbiat Hujan Deras.
    Tampak Jalam Poros Desa Longsor Akbiat Hujan Deras.

    Tambahnya , “Insya Allah di tahun 2021 kalau ada aturan untuk fisik karena memang ada wabah covid19 angaran dana Desa diperuntukan untuk penanganan covid19.
    Mudah-mudahan kita selalu berdo’a agar virus ini segera berakhir demi memperlancar percepatan pembangunan di Desa,” ujarnya.

    Ditemapt terpisah warga Desa Sukresami mengatakan, Akibat hujan yang cukup deras disertai angin kencang dan sungai Cisimeut meluap yang akhirnya terjadi longsor pada jalan poros Desa, kami berharap kepada BPBD agar segera meninjau lokasi bencana tersebut.

    “Tidak ada korban jiwa atas kejadian longsor di jalan tersebut,” pungkasnya. (FELIK)

    Forum Jurnalis IKWAL Deklarasikan Kepengurusan di Lebak

    Forum Juranlis Ikatan Wartawan Lebak ( IKWAL ) Deklarasikan Kepengurusan

    LEBAK, beritajuang.com – Forum Jurnalis yang dinamakan IKWAL (Ikatan Wartawan Lebak) kini lahir di Kabupaten Lebak yang didirikan oleh sejumlah kalangan wartawan media online maupun media cetak telah resmi terbentuk pada Selasa, 13/09/2020

    Mengenai pembentukan Forum IKWAL, dalam rapat dilakukan secara musyawarah antar pimpinan organisasi media dan organisasi profesi wartawan, yang berlangsung di Cafe Arkan’19 di kawasan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten serta menghasilkan keputusan yang positif.

    Sementara dalam pembentukan organisasi kepengurusan Forum IKWAL diantaranya sebagai Ketua (Irfan Hilmi) Wakil Ketua (Aditya) Sekjen (Iik A.) Bendahara (Amang) dan Seksi Kesejahteraan dan Usaha (Rusli – Badri) Seksi keorganisasian (Bram – Ajat) Seksi Humas (Anton – Indra) Seksi Penerbitan (M. Uki – Ifik taufik) serta Koordinator (Selatan Suprianto).

    Menurut keterangan Irfan Hilmi yang sering disapa (Adok) sebagai Ketua IKWAL, ia mengatakan “Berdirinya Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) yang baru lahir di Kabupaten Lebak ini merupakan salah satu terbentuknya Forum yang bertujuan untuk mempersatukan para Jurnalis di Kabupaten Lebak agar bisa saling berkoordinasi dan bekerjasama dengan baik dalam menjalankan tugasnya disetiap kawasan masing-masing khususnya wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten” Ujarnya.

    “Dan saya juga berharap kepada para Jurnalis/Wartawan yang telah tergabung di Forum IKWAL ini dalam setiap menyajikan sebuah berita harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan sebenar-benarnya kepada para pembaca, salah satu caranya dengan memenuhi unsur 5W 1H, itulah yang saya harapkan” jelas Irfan Hilmi.

    “Selain itu yang tergabung di Forum IKWAL, diharapakan dapat meningkatkan kapasitas Jurnalis sebagai pilar ke-empat dalam demokrasi agar dapat bekerja berdasarkan kode etik Jurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomer 40 Tahun 1999” tegas Irfan Hilmi selaku Ketua Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL).

    “semoga dengan terbentuknya organisasi Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) kepada Pemerintah Kabupaten Lebak Provinsi Banten agar bisa menjalin mitra kerjasama yang baik dalam mensosialisasikan berbagai perkembangan dan kebijakan yang dilakukan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red)

    LPBI NU Banten Hadiri Acara Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) 2020 Secara Virtual

    LPBI NU Banten Hadiri Acara Secara Virtual Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Tahun 2020

    SERANG-beritajuang, com – LPBI NU Provinsi Banten menghadiri secara virtual dalam acara peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2020 di ruang serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 13/10/2020.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema “Daerah Punya Aksi Pengurangan Risiko Bencana”.

    Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana tahun 2020 ini merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktifitas PRB sebagai bagian dari investasi ketangguhan bangsa. Secara umum, peringatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia.

    Dalam acar tersebut LPBI NU menerima penghargaaan dari pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dinilai telah berkontribusi terhadap berbagai bencana baik bencana alam maupun bencana wabah yang terjadi di Indonesia.

    Ketua LPBI Banten, Sehabudin, M.Pd sangat terharu dan bangga akan penghargaan yang telah diberikan kepada LPBI NU karena mengobatilelah kami para realawan dalam berjuang dikebenacanaan dan semoga menjadi semangat realawan LPBI NU di Banten.

    “LPBI NU Bnaten sejak dibentuknya pada bulan Desember 2017 sudah banyak bergerak dalam kebencanaan dari mulai bencana tsunami pandeglang 2018, banjir bandang di lebak 2020 penangulangan covid 19 tahun 2020”, Ujar Sehabudin.

    Tambah Ketua Pengurus Pusat LPBI NU, Muhamad Ali Yusup menyampaikan bahwa Penghargaan ini adalah apresiasi dari BNPB atas peran dan kontribusi LPBI NU sebagai institusi non pemerintah dalam upayanya melakukan kegiatan dan program Penanggulangan Bencana (PB) dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), pungkasnya. (Red)

    Ulama dan Majelis Agama Se Provinsi Banten, Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Persatuan

    Photo Bersama Ulama dan Majelis Agama Se Provinsi Banten

    SERANG, beritajuang.com – Bertempat di gedung MUI Provinsi Banten berlanfsung Rapat kordinasi khusus umat Islam bersama-sama Majelis-majelis agama Provinsi Banten terkait masalah keumatan dan pernyataan sikap menyikapi aksi-aksi penolakan terhadap UU Cipta kerja, Selasa 12/10/2020.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Prov Banten/FKUB Prov Banten),H.Embay Mulya Syarif, Syukron Makmun, Pendeta Beni Halim, dan beberapa tokoh ormas-ormas islam dan pimpinan majelis-majelis agama berjumlah 25 orang.

    Sementara itu A. M. Romly. (Ketum MUI Prov. Banten/Ketua FKUB Prov. Banten) dalam sambutan nya mengatakan :
    1. Pertemuan ini bertujuan utk meredam gejolak/ dinamika yg ada saat ini.
    2. Dalam aksi2 saat ini masuk kaum anarkis atau kelompok anarko, Oleh karena itu kami mengundang tokoh ormas islam dan majelis agama agar situasi ini tidak mempengaruhi tatanan kerukunan umat di banten. Sehingga situasi tetap kondusif.
    3. Kami pimpinan ormas islam dan pimpinan majelis agama se provinsi banten menyadari akan tanggung jawab moral yg kami emban utk menjaga situasi dan kondisi prov banten tetap aman dan damai serta masyarakat tetap hidup rukun dan bersatu.

    Sedangkan pernyataan sikap dari pimpinan ormas dan pimpinan majelis2 agama sbb :
    1.Masyarakat Banten menolak setiap unjuk rasa yang merusak fasilitas umum dan ketertiban masyarakat.
    2.Terkait dengan penolakan terhadap UU Cipta Kerja agar mengajukan Judical Review melalui MA.
    3 Menolak setiap ajakan apapun yang akan melengserkan kepemimpinan Nasional.
    4.Mendorong masyarakat Banten untuk bersatu menanggulangi Covid-19.
    5.Mengajak masyarakat untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa.

    Kegiatan tersebut diakhiri dengan penanda tanganan pernyataan sikap dari para Pimpinan Ormas dan Pimpinan Majelis agama se Provinsi Banten.

    Sementara itu Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengapresiasi langkah yang digagas oleh MUI Prov Banten dalam rangka menciptakan suasana yang damai dan sejuk juga memperkokoh persatuan dan kesatuan di Provinsi Banten.
    (Bid Humas).

    DPD Bapera Pandeglang Siapkan Pembentukan Bapera Hingga Tingkat Kecamatan dan Desa

    DPD Bapera Pandeglang Siapkan Pembentukan Grassroot.
    DPD Bapera Pandeglang Siapkan Pembentukan Grassroot.

    PANDEGLANG, beritajuang.com– Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) DPD Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan dalam rangka menentukan program kegiatan organisasi bersamaan dengan pembentukan Bapera dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa.

    Kegiatan Raker yang bertema mengenai persatuan dan penguatan kebangsaan bagi pemuda ini dihadiri oleh seluruh pengurus Bapera Pandeglang dan calon pengurus tingkat kecamatan Se-Kabupaten Pandeglang, dimana dikabupaten pandeglang terdapat 35 kecamatan dan 326 desa serta 13 kelurahan yang akan dibentuk kepengurusan dibawah DPD Bapera Pandeglang.

    Sementara Raker yang di gelar pada Minggu (11/10), bertempat di Villa Samudra, Carita Pandeglang ini menghasilkan beberapa program dimana program tersebut disebutkan berorientasikan pada kewirausahaan dan pengemebangan kepemudaan.

    Dalam sambutannya ketua DPD Bapera Pandeglang. Asep Ahmad Fauzi menyebutkan bahwa Bapera hadir dipandeglang untuk mengakomodir ide dan gagasan pemuda untuk lebih aktif dalam mengembangkan semangat persatuan dan kesatuan yang berorientasi pada kemajuan daerah.

    “Bapera merupakan organisasi yang menempatkan diri sebagai organisasi yang ingin mengakomodir seluruh ide dan gagasan pemuda dikabupaten pandeglang, tentunya dalam konteks untuk persatuan dan kesatuan dimana orientasinya adalah kemajuan daerah” Ujar Asep yang juga kerap disapa Daeng.

    Selanjutnya ia menyebutkan harapannya mengenai hadirnya Bapera di Pandeglang tidak lain untuk menjadi wadah kreatifitas pemuda yang inovatif serta dapat menjadi organisasi yang mampu merekatkan persatuan pemuda di Kabupaten Pandeglang.

    “Saya berharap hadirnya Bapera di Kabupaten Pandeglang dapat menjadikan wadah ini sebagai ruang aktualisasi bagi pemuda di Pandeglang untuk berkreasi dengan berbagai inovasi yang diorientasikan pada perekatan persatuan pemuda” Sebut Asep.

    Selanjutnya turut hadir Wakil Ketua DPD Bapera Provinsi Banten Mohammad Kholid beserta H. Ali Fikri Djamhari yang mengatakan Bapera Pandeglang hadir dalam rangka merekatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat kepemudaan tanpa melihat perbedaan yang ada, selain itu ia juga menyebutkan sesuai dengan arahan Ketua DPP Bapera. Fahd Arafiq dan Ketua DPD Provinsi Banten. Hendrik L Karosekali, mengintruksikan agar menyatakan pilihan politiknya untuk mendukung Irna Tanto pada perhelatan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Pandeglang.

    “Hadirnya Bapera di Pandeglang ditujukan dalam rangka merekatkan persatuan dan kesatuan dengan semangat kepemudaan tanpa melihat perbedaan yang ada, tentu hal ini menjadi tanggung jawab Bapera Pandeglang untuk mencapai tujuan ini, selain itu arahan Ketua DPP Bapera dan DPD Bapera Banten mengintruksikan bahwa pilihan politik pada kontestasi Pilkada Serentak 9 Desember 2020 nanti jatuh pada petahana yakni Irna Tanto” Ujar Wakil Ketua DPD Bapera Banten. (AS)

    Desa Ciparasi Melakukan Kegiatan Baksos Bersih-Bersih Lingkungan

    Desa Ciparasi Melakukan Kegiatan Baksos Bersih-Bersih Lingkungan
    Desa Ciparasi Melakukan Kegiatan Baksos Bersih-Bersih Lingkungan

    LEBAK, beritajuang.com– Kelompok ibu-ibu yang tergabung di Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Ciparasi mengadakan Bakti sosial bersih-bersih lingkungan pada Minggu (11/10/2020).

    Kegiatan bakti sosial ini di pandu oleh Ketua TP PKK Desa Ciparasi. Ela Nurlaelasari menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan setiap wekeend yakti pada hari Sabtu dan Minggu bertujuan untuk menjadikan wilayah yang bersih dan menjaga kesehatan.

    “Desa Ciparasi lingkungannya harus sehat dan bersih guna menjaga hidup sehat baik secara umum atau di lingkungan kita masing-masing dan saya berharap untuk semua masyarakat Desa Ciparasi agak kita selalu kompak dalam bergotong royong demi menjaga lingkungan kita dan Desa kita menjadi hidup sehat dan bersih”, ujarnya.

    Desa Ciparasi Melakukan Kegiatan Baksos Bersih-Bersih Lingkungan
    Desa Ciparasi Melakukan Kegiatan Baksos Bersih-Bersih Lingkungan

    Di tempat yang sama Samsiyah juga berkomentar mari kita bersatu untuk menuju hidup sehat dan bersih agar terhidar dari segala bentuk penyakit apalagi di saat sekarang wabah virus Corona yang belum selesai.

    “Semoga kita semua terhindar dari wabah virus corona.saya sangat bangga mnjadi warga ciparasi karena dengan kekompakan baik itu kaum wanita ataupun para pemuda yg sangat antusias dalam bergotong royong. (FELIK)