More

    Desa Sukamaju Mendapatkan Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya; Penerima Bantuan Ucapkan Terimaksaih

    Tampak Progres Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) Desa Sukamaju Kecamatan Sobang

    LEBAK, beritajuang.com– Desa Sukamaju Kecamatan Sobang mendapatkan Batuan Stimulan Rumah Swadaya Sebanyak 30 unit rumah tidak layak huni dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, Minggu, 25/10/2020.

    Kepala Desa Sukamaju, Ahmad Hapidz Setiawan (Jaro Wawan) mengatakan program tersebut saya ajukan ke Dinas Perkim Kabupaten Lebak karena di Desa Sukamaju Kecamatan Sobang masih banyak rumah tak layak huni seperti masih banyak yang beratap rumbia dan dinding bilik dari bambu yang kondisinya sudah rusak atau jelek, hasil pendataan Pemerintah Desa Suakamju ada 240 rumah.

    Photo Kondisi Rumah sebelum Dibangun Kondisinya Tak Layak Huni

    “Alahamdulillah tahun ini Desa Suakamaju mendapatkan 30 Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) dan tentunya kami berharap Kepada pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini Dinas terkait dapat menidaklanjuti program bedah rumah di Desa Sukamaju hingga bantuan di Desa kami sesuai dengan ajuan,” ujarnya.

    Tambah Jaro Wawan, Alahmdulilah Progres Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) yang sekarang di kerjakan sudah 💯% tanapa ada kendala apapun.

    “Saya atas nama Pemerintah Desa dan masayarakat Desa Sukamaju mengucapakan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini Dinas Perkim Kabupaten Lebak atas kerjasamanya sehingga cita cita kepala desa dapat terwujud sehingga tidak ada lagi rumah yang tak layak huni,” harpanya.

     

    Photo Rumah Setelah Dibangun, Kondisinya Semakin Baik dan Layak Huni

    Ditempat terpisah, Yadi penerima manfaat Bantuan Stimulan Rumah Swadaya ( BSRS ) Desa Sukamaju mengucapakan terimakasih kepada Pemerintah Desa Sukamaju dan Dinas terkait sehingga rumah yang kami tempati lebih baik dan lebih layak tidak seperti sebelumnya banyak atap yang bocor dinding dari bambu sudah pada bolong tapi alahmdulilah sekarang sudah rapih dan nyaman, pungkasnya. ( NR )

    Film Story of Kale: When Someone’s in Love Tayang 23 Oktober 2020 di Bioskop Online

    Film Story of Kale: When Someone’s in Love

    JAKARTA, beritajuang.com–  Film Story of Kale: When Someone’s in Love akan tayang 23 Oktober 2020 di Bioskop Online. Film yang diangkat dari universe Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella FP ini, mengangkat karakter Kale yang diperankan oleh Ardhito Pramono sebagai tokoh utama dalam filmnya.

    Film hasil kolaborasi Bioskop Online dan Visinema Content ini, bisa diakses melalui www.bioskoponline.com, dengan harga tiket hanya Rp10.000, Jum’at 23/10/2020

    Ajeng Prameswari selaku President Digital Business Visinema Group mengungkapkan alasannya memilih Story of Kale: When Someone’s in Love menjadi konten orisinil pertama dari Bioskop Online.

    “Visinema berkomitmen untuk terus berkarya dan menghasilkan banyak film yang berkualitas. Kami kemudian mengevaluasi beberapa IP yang dikembangkan oleh Visinema yang memungkinkan untuk diproduksi dalam masa pandemi dengan aman. Setelah melakukan riset, kami melihat potensi berbagai karakter di film NKCTHI untuk dikembangkan. Setelah berdiskusi kami memilih karakter Kale, yang banyak mendapat sambutan baik dengan harapan bisa memberikan jawaban atas begitu banyak pertanyaan dari penonton NKCTHI,” jelas Ajeng.

    Angga Dwimas Sasongko yang didapuk menjadi sutradara, kembali berkolaborasi dengan Irfan Ramli dalam penulisan skenarionya. Angga mengatakan film terbarunya ini adalah film yang spesial dalam upayanya untuk tidak mau kalah dengan kondisi pandemi saat ini.

    “Story of Kale ditulis dan dibuat saat pandemi Covid-19. Kami memproduksinya dengan protokol kesehatan dan mempertimbangkan keterbatasannya. Jadi ini adalah film yang spesial. Film yang menandakan usaha kami bersama untuk tetap kreatif dan produktif dalam situasi sesulit apapun,” ujar Angga.

    Ardhito beradu akting dengan Aurelie Moeremans yang dipilih ntuk memerankan karakter Dinda, kekasih dari Kale. Story of Kale: When Someone’s in Love mengangkat isu toxic relationship yang kerap terjadi di sekitar kita. Bercerita tentang Kale dan Dinda, pasangan yang berusaha memberi yang terbaik untuk kekasihnya, berupaya untuk membahagiakan, menyembuhkan luka dan berdamai dengan trauma.

    Cinta yang terlalu besar pada akhirnya membuat seseorang terpaksa kehilangan dirinya sendiri. Namun kemudian mereka jadi dua orang asing yang menempuh jalan berbeda karena tidak bertemunya ekspektasi.

    “Senang banget dipercaya untuk bisa berkarya lagi dengan Mas Angga. Berperan sebagai Kale di film punya rasa tanggung jawab yang lebih besar, selain diberikan porsi yang lebih banyak untuk berakting, saya juga menyumbang beberapa lagu untuk filmnya”, tutur Ardhito yang mengungkapkan keterlibatannya dalam proyek film ini.

    Selain tiga lagu yang diciptakan oleh Ardhito ‘Sudah’, ‘I Just Couldn’t Save You Tonight’ dan ‘I Can’t Stop Loving You’, masih ada 2 lagu dari Band Arah yang mengisi soundtrack dari filmnya ‘Awal dan Akhir’ serta ‘Tomorrow You’ll be Gone’.

    Para personil Band Arah yaitu Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan, dan Hanum Aziza, tidak hanya terlibat untuk mengisi soundtrack tapi mereka juga ikut bermain di filmnya. Kali ini BioskopOnline dan Visinema Content juga menggandeng pemain pendatang baru Arya Saloka yang berperan sebagai Argo. (BW)

    Single ‘Diam’ Sebuah Ungkapan Lagu dari Rheno Poetiray

    Rheno Poetiray, ciptakan lagu Single 'Diam'.
    Rheno Poetiray, ciptakan lagu Single 'Diam'.

    JAKARTA, beritajuang.com– Bagi sebagian cewek, diam adalah pertanda
    bahwa ada suatu kondisi tertentu yang tidak bisa dia terima. Karena pada dasarnya, cewek itu ingin dimengerti oleh pasangannya. Namun hal ini terkadang sulit dipahami oleh cowok. Disini Rheno Poetiray mencoba menyampaikannyadalam lagu berjudul ‘Diam’, pada Sabtu, (24/10/2020).

    Menurut Rheno, lagu ini berkisah tentang sikap kebanyakan cewek ke cowok saat ini.

    “Biasanya cewek kalau lagi bete atau ngambek, ekspresinya diam saja. Nah, di lagu ini aku berusaha untuk membujuk dia untuk cerita kenapa alasannya begitu. Jadi aku tahu apa maksud dari dia,” ujar Rheno bercerita tentang proses rekaman lagu ini.

    “Lagu ini diciptakan oleh Zack (The Jackman) dan yang mengaransemen lagu ini adalah Ivan (Dewanto). Seru banget proses dari mulai workshop sampai proses rekaman. Kita banyak banget bertukar pikiran disini,” tambah adik dari Regina Poetiray vokalis band Geisha ini.

    “Konsep music video sesuai dengan cerita dari lirik lagunya, jadi disini ada seorang cewek yang diam terus, sampai aku memohon ke dia supaya ngomong sesuatu,”
    ungkapnya lagi.

    Rheno Poetiray, ciptakan lagu Single 'Diam'.
    Rheno Poetiray, ciptakan lagu Single ‘Diam’.

    Pesan yang ingin disampaikan Rheno dalam lagu ini.

    “Buat para cewek, kalau ada sesuatu yang nggak disukain sama pasangan ngomong aja. Jadi dia juga akan tahu apa permasalahannya. Soalnya banyak banget cowok yang kebingungan karena si cewek tiba-tiba diam kayak gitu,” pungkasnya saat menjelaskan
    soal video musik.

    Lagu ‘Diam’ dari Rheno Poetiray rilis pada tanggal 16 Oktober 2020 di seluruh digital streaming platform diantaranya Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik dan Resso. Untuk music videonya dapat ditonton di YouTube channel Musica Studio’s. (BW)

    Pendamping PKH Muncang Sosialisasikan Larangan KPM PKH Pinjam Uang Ke Bank Emok Atau Bank Keliling

    Pendamping PKH Kecamatan Muncang Sosialisasikan Larangan KPM PKH Pinjam Uang Ke Bank Emok Atau Bank Keliling.
    Pendamping PKH Kecamatan Muncang Sosialisasikan Larangan KPM PKH Pinjam Uang Ke Bank Emok Atau Bank Keliling.

    LEBAK – beritajuang.com– Pendamping PKH Kecamatan Muncang sosialisasikan larangan KPM PKH meminjam uang ke Bank emok atau Bank keliling yang di laksanakan di kelompok binaannya masing-masing, Jum’at 23/10/2020.

    Hal ini dilakukan atas intruksi Direktur Lin jamsos Kementrian Sosial Republik Indonesia, Pepen Nazarudin. Pasalnya larangan tersebut agar KPM PKH tidak terjerat hutang dan kartu PKH  tidak dijadikan jaminan karena itu bagian dari penyalahgunaan bantuan.

    Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh pendamping PKH Kecamatan Muncang, Nuryadi pada saat melakukan kegiatan sosialisasi bersama KPM PKH.

    Pendamping PKH Kecamatan Muncang Saat Mensosialisasikan Agar KPM PKH Tidak Terjerat Hutang Bank Emil Atau Bank Keliling
    Pendamping PKH
    Kecamatan Muncang Saat Mensosialisasikan Agar KPM PKH Tidak Terjerat Hutang Bank Emil Atau Bank Keliling

    “Iya hari ini kita sosialisasikan kepada KPM PKH terkait larangan KPM PKH pinjam uang ke Bank emok Atau Bank keliling karena kita khawatir KPM PKH terjerat hutang yang kemudian kartu PKH di jadikan jaminan dan itu jelas mencedrai dari tujuan PKH dan menyalahgunakan bantuan,” ujarnya.

    Tambah Nuryadi, Kalau ada KPM PKH binaan saya ditemukan meminjam ke Bank Emok/Bank Keliling maka akan saya graduasi atau mengeluarkan dari kepesertaan KPM PKH, Tegas Nuryadi sebagai pendamping PKH.

    Bustomi yang juga pendamping PKH Kecamatan Muncang saat di konfirmasi melalu via Wastapp mengatakan bahwa  sosialisasi ini  atas arahan Bapak Dirjen Linjamsos Kementrian Sosial, agar pendamping PKH wajib mensosilisaikan kepada KPM binaannya untuk  melarang KPM PKH pinjam uang ke Bank emok atau Bank keliling karena apabila setelah sosialisasi ini masih berani pinjam maka sanksinya bisa dikelurkan dari kepsertaan PKH,” pungkasnya (Red)

    Terpilihnya Ari Pramudya Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak Periode 2020-2025 Secara Sah

    LEBAK, beritaJuang.com– Ari Pramudya terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak periode 2020-2025 secara aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Lebak 22 Oktober 2020 yang berlangsung di Andika Resto, Rangkasbitung.

    Peserta Temu Karya yang terdiri dari Ketua Karang Taruna Kecamatan juga memilih Ace Sumiarsa Ali sebagai sekretaris mendampingi Ari Prmaudya.

    Dalam sambutan pertamanya, Ari Pramudya yang akrab dipanggil Abes ini mengatakan bahwa Temu Karya yang digelar sudah legal dan berasal dari aspirasi pengurus kecamatan selaku pemegang mandat.

    “Karang Taruna bukan organisasi yang ekslusif, karena dibentuk dari kalangan pemuda desa. Melihat dinamika yang ada, saya menyatakan siap memimpin karang taruna,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak yang baru terpilih.

    Terpilihnya Ari Pramudya Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak Periode 2020-2025 Secara Sah.
    Terpilihnya Ari Pramudya Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak Periode 2020-2025 Secara Sah.

    Dia menegaskan bahwa karang taruna dibangun dari bawah ke atas, dari tingkat desa hingga tingkat pusat.

    “Saya menerima amanah sebagai ketua karang taruna,” pungkasnya.

    Diakhir acara juga dilakukan pernyataan sikap oleh pengurus kecamatan yang menolak adanya Temu Karya lain yang diselenggarakan oleh pihak tertentu. (RUL)

    FKPT Banten Gelar Dialog Pencegahan Terorisme Melalui Jejaring Pemuda, Pelajar dan Tokoh Adat

    FKPT Banten Gelar Dialog Pencegahan Terorisme Melalui Jejaring Pemuda, Pelajar dan Tokoh Adat

    SERANG, beritajuang.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten mengadakan dialog pencegahan terorisme melalui jejaring media, pemuda, pelajar dan tokoh adat bertempat di Serang, Kamis 22/10/2020

    Kegiatan ini diawali sambutan ketua FKPT Banten  Dr. KH. Amas Tadjudin yang  mengatakan bahwa  FKPT  berkomitmen kepada bangsa negara untuk mencegah faham radikalisme  terorisme di Banten dengan melakukan berbagai kegiatan dengan sasaran  dari semua kalangan.

    Acara Dialog di mulai dengan pemaparan materi oleh  Solehudin, M.Pd,  Kabid pemuda yang menyatakan bahwa salah satu langkah dalam mencegah radikalisme teorisme maka pemuda harus di bentengi dengan memberikan pemahaman tentang bahaya teroris.

    Peserta Dialog Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Oleh FKPT Banten.

    Sementara narasumber  kedua Sehabudin, M.Pd menekankan bahwa media dan tokoh adat adalah unsur terpenting dalam penanggulangan radikalisme dan teroris.

    “Media di era globalisasi menjadi kebutuhan masyarakat dapat dijadikan alat penyebaran faham radikalisme terorisme sedangkan tokoh adat sebagai pakunya daerah menjadi benteng paling terdepan dalam rangka menjaga lokal wisdom yang menjadi pendekatan dalam pencegahan.” Ujarnya

    Hadir juga sekretaris Kesbangpol Provinsi Banten Sugiono  yang mengatakan  bahwa  menjaga tradisi, menguatkan ekonomi melalui pemberdayaan, pertantian, membentuk organisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) adalah langkah langkah  yang dilakukan Kesbangpol Banten dalam mencegah radikalisme terorisme.

    “Di Era digital sekarang ini, media menjadi kebutuhan masyarkat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk menyebarkan faham Radikal Teroris, sekaligus menangkal, seliannotu lokal wisdom yang ada di Banten di harapakan akan menajdi startegi jitu dalam mencegah radikalsme, teroisme dan tokoh adatlah yang sangat berperan dlam hal ini” pungkasnya.(NR)

    Kornas Jokowi, Hakim Tegas Tangani Terpidana Mantan Ketua AKLI Lampung

    Mantan Ketua AKLI Lampung saat memberikan keterangan di Pengadilan, pada Rabu (21/10/2020).
    Mantan Ketua AKLI Lampung saat memberikan keterangan di Pengadilan, pada Rabu (21/10/2020).

    LAMPUNG, beritajuang.com– Sekjen Komite Rakyat Nasional (Kornas) Jokowi Akhrom Saleh Akib meminta Hakim di Lampung yang menangani kasus pidana Informasi dan Elektronik (ITE) mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Lampung atas nama Syamsul Arifin (58) tahun bisa transparan. Kata Akhrom, Syamsul kabur selama (7) tahun diduga karena dia tidak menginginkan kasusnya dilanjutkan.

    “Syamsul tidak semenstinya melarikan diri karena kasus tindak pidana Informasi dan Elektronik (ITE-red) pada 12 Febuari 2013 silam. Saya berharap Hakim di Lampung bisa menegakan hukum untuk saudara Syamsul yang terkena pidana ITE, jangan sampai dia kabur kembali melarikan diri,” tegas Akhrom kepada awak media, Pada Rabu (21/10/2020).

    Dikatakan Akhrom, berdasarkan laporan yang telah dilayangkan oleh salah seorang Pengurus Lembaga Jasa Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Napoli Situmorang, dia telah melakukan ancaman dengan nada kasar seperti goblog, tolol dan lain sebaginya.

    “Harusnya hakim menjalankan tuntutan sesuai dari Jaksa Penuntut Umum (JPU-red) dimana yang sebelumnya memberikan dakwaan sesuai pidana pasal 335 KUHP atau pasal 310 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1 miliar,” ucap Akhrom.

    Akhrom berharap Hakim di Lampung bisa tegas dalam proses penanganan perkara yang menjerat Syamsul. Seandainya tidak tegas, kata Akhrom, dia tidak akan segan-segan melakukan aksi massa di Jakarta. Menurut Akhrom, sudah seharusnya hukum di kita bisa ditegakan terhadap tersangka yang memang melakukan kesalahan.

    “Kita liat nanti, semoga Hakim di Lampung bisa profesional. Kami dari Kornas Jokowi siap akan mengawal kasus terpidana ITE yaitu Syamsul,” terang Akhrom.

    Sebelumnya diberitakan Syamsul telah mengirimkan SMS dengan kata-kata, “Lu tolol Napoli,” Musdalub AKLI itu harus diselenggarakan oleh DPD AKLI yang syah dan peserta Musdalub AKLI. Selain itu, Syamsul juga melanjutkan kata-katanya dengan pemberhentian Ketua DPD AKLI harus dengan Musdalub bukan dengan SK Bodong.

    Tak hanya itu, Syamsul juga menyebut Napoli Bodoh dan Goblok. Atas perbuatanya tersebut Napoli juga tidak bisa melakukan pekerjaanya dengan baik karena terhina oleh SMS yang ditulis oleh Syamsul.

    “Sesuai keternagaan Ahli Bahasa Indonesia bahwa kalimat-kalimat yang dibuat dan dikirimkan terdakwa telah mengandung unsur penghinaaan. Terdakwa juga telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Napoli karena kata-kata terdakwa yang ditulis seperti idiot, tolol, goblok dan bodoh snagat tidak menyenangkan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andre Setiawan beberapa hari yang lalu saat membacakan dakwaan. (Red)

    Ketua Umum DPP Badak Banten Larang Pengurus dan Anggota Campuri Karang Taruna Lebak

    Buya Sujana Karis, Ketua Ormas DPP Badak Banten mengintruksikan anggotanya tidak campuri Karang Taruna Lebak.
    Buya Sujana Karis, Ketua Ormas DPP Badak Banten mengintruksikan anggotanya tidak campuri Karang Taruna Lebak.

    LEBAK, beritajuang.com– Buya Sujana Karis Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) DPP (Dewan Pengurus Pusat) Badak Banten mengintruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota Badak Banten untuk tidak mencampuri urusan internal organisasi Karang Taruna di Kabupaten Lebak.

    Buya Sujana Karis ketua umum Ormas DPP Badak Banten mengungkapkan, bahwa ia sangat menjunjung tinggi Marwah organisasi sesuai dengan visi dan misinya setiap organisasi. Untuk itu seluruh pengurus Badak Banten dan anggota dilarang untuk tidak ikut campur terhadap internal organisasi lain seperti Karang Taruna Kabupaten Lebak.

    “Saya minta para pengurus dan para anggota Badak Banten tidak ikut campur Apalagi memperkeruh keadaan organisasi lain yang sedang berproses diselesaikan oleh pengurus Karang Taruna Kabupaten Lebak, seperti yang dijalankan Pengurus Karang Taruna Kabupeten Lebak yang Lama,” jelasnya kepada beritajuang.com, pada Rabu (21/10/2020).

    Di akhir, mari kita bersama-sama ciptakan suasana kondusifitas Kabupaten Lebak yang kia cintai ini, saya tidak menghendaki atau ada pengurus ataupun anggota dari Badak Banten sampai melakukan tindakan-tindakan provokasi ataupun intimidasi untuk memperkeruh suasana di internal organisasi Karang Taruna Lebak. (Red)

    Karang Taruna Kabupaten Lebak Siap Adukan Camat yang Buat SK Serampangan 

    Kuasa Hukum Karang Taruna Lebak angkat bicara soal SK Camat yang serampangan, pada Rabu (21/10/2020).
    Kuasa Hukum Karang Taruna Lebak angkat bicara soal SK Camat yang serampangan, pada Rabu (21/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Kisruh Karang Taruna Kabupaten Lebak semakin meluas. Akibat Temu Karya sepihak yang dilakukan Pengurus Karang Taruna Provinsi Banten yang rencananya akan digelar 23 Oktober 2020, sejumlah kepengurusan Karang Taruna Kecamatan di Lebak kisruh. Di beberapa kecamatan terjadi kisruh selama sebulan terakhir, penyebabnya banyak SK Karang Taruna yang double.

    Menanggapi masalah ini, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak akan melaporkan sejumlah camat di Lebak yang dinilai membuat SK Karang Taruna Kecamatan secara serampanan dan mengabaikan prosedur organisasi yang telah diatur oleh Menteri Sosial Republik Indonesia.

    “Terkait kekisruhan di tingkat kecamatan akibat banyak SK Karang Taruna dibuat serampangan oleh sejumlah camat. Saya sudah menemui sejumlah camat dan harus meluruskan berulang-ulang. Namun hingga saat ini, upaya pengambil alihan KT Kecamatan ini masih terus berlanjut. Maka jika sudah demikian, kami akan adukan camat-camat tersebut ke Ombudsman dan Inspektorat,” ujar Ace Sumirsa Ali, pengurus Karang Taruna Kabupaten Lebak.

    Diungkapkan Ace, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 tahun 2019 tentang Karang Taruna bahwa pembentukan Karang Taruna di semua tingkatan harus dipilih dan ditetapkan oleh pengurus Karang Taruna satu tingkat di bawahnya.

    “Camat itu baru bisa membuat SK Pengukuhan jika Karang Taruna Desa memilih dan menetapkan dalam Temu Karya. Ini tanpa Temu Karya ujug-ujug keluar SK. Masa camat serampangan seperti itu,” ujarnya.

    Senada diungkapkan Nasrullah, SH., praktisi hukum dari Posbakum Tangerang Raya. Menurutnya, selain diadukan ke Ombudsman dan Inspektorat, para camat yang membuat SK serampangan terlebih dahulu bisa dilakukan Somasi.

    “Kami lagi inventarisir, daftar camat yang membuat SK serampangan itu. Dalam waktu dekat akan segera disomasi,” ujar Nasrullah.

    Diketahui bahwa rencana Temu Karya Kabupaten Lebak yang digelar Provinsi Banten kisruh, disoal sejumlah pengurus Ketua Karang Taruna Kecamatan. Pasalnya, perhelatan Temu Karya dilakukan sepihak dan mengabaikan norma-norma organisasi. (Red)

    Karang Taruna Lebak Protes Temu Karya Sepihak, Layangkan Surat Audiensi dengan Andika Hazrumi

    Surat Audiensi yang dilayangkan KT Lebak kepada Andika Hazrumi.
    Surat Audiensi yang dilayangkan KT Lebak kepada Andika Hazrumi.

    LEBAK, beritajuang.com– Desakan dari pengurus Karang Taruna Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak meminta Karang Taruna (KT) Lebak untuk segera lakukan somasi dan layangkan surat audiensi, pada Rabu (21/10/2020).

    Secara resmi Karang Taruna Kabupaten Lebak sudah melayangkan surat permohonan audiensi nomor 015/KT.LBK/X/2020. Hal itu dibenarkan oleh juru bicara Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak.

    “Iya benar kang, kita sudah melayangkan surat resmi yang ditujukan kepada Ketua dan Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten,” ujar Mohamad Iyos Rosyid sapaan akrab Yosa.

    Yosa menjelaskan bahwa pihaknya meminta penjelasan atas kegiatan yang akan dilakukan oleh pengurus Karang Taruna Provinsi Banten dalam acara Temu Karya Daerah versi (23/10) di Kecamatan Cijaku.

    “Kegaduhan yang terjadi ini diduga ada upaya dari Saudara Gatot Yan S (Sekretaris KT) yang kami anggap melakukan manuvernya tanpa berkomunikasi dan berdialog dengan kepengurusan KT Kabupaten Lebak,” cetusnya.

    “Semoga hasil dari audiensi ini ada titik temu yang bisa menjawab atas kegaduhan yang terjadi dalam kepengurusan KT Kabupaten Lebak,” tutup Yosa, Juru Bicara Ketua KT Lebak. (Red)

    Ketua Karang Taruna Lebak Mendesak Sekretaris Karang Taruna Banten Mundur

    Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lebak mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang telah dibuat di Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lebak mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang telah dibuat di Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah pengurus Karang Taruna (KT) Kecamatan di Kabupaten Lebak meminta Karang Taruna Lebak untuk segera mengambil sikap untuk Mendesak Sekretaris Karang Taruna Provinsi Banten (Gatot Yan S) mundur dari jabatannya atas kegaduhan yang dibuat pada Selasa (20/10/2020).

    Adanya keputusan Temu Karya Daerah (TKD) yang akan dilaksanakan pada Jum’at (23/10) dinilai cacat hukum dalam berorganisasi.

    Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna berkedudukan di Desa/ Kelurahan di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasal 19 ayat (1) bahwa untuk pelaksanaan tugas dan fungsi serta pemberdayaan Karang Taruna dibentuk kepengurusan tingkat; a. Desa atau Kelurahan; b. Kecamatan; c. Kabupaten/ Kota; d. Provinsi; dan e. Nasional.

    Desakan minta Sekretaris Karang Taruna Provinsi minta mundur hal itu diutarakan oleh Ketua KT Kecamatan Kalanganyar, KT Lewidamar, KT Sobang, KT Cibeber, KT Malingping, KT Cimarga, KT Bojongmanik, KT Maja, KT Cirinteun, dan lain-lain.

    Hudori, Ketua KT Kalanganyar, menduga terjadi Carutmarutnya kepengurusan Karang Taruna di Kabupaten Lebak akibat kegaduhan yang dibuat oleh Sekretaris KT Provinsi Banten.

    Mirisnya muncul Pengurus Sementara (Carataker) Karang Taruna Kabupaten Lebak Nomor: 206.2/Kep/KT-BTN/VI/2020 tanpa status dan proses yang tidak jelas.

    Mekanisme TKD menimbulkan kegaduhan terhadap kepengurusan Karang Taruna tingkat Kecamatan dan Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Mekanisme TKD menimbulkan kegaduhan terhadap kepengurusan Karang Taruna tingkat Kecamatan dan Kabupaten Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    “Jujur saya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan di Kabupaten Lebak, sangat prihatin dan merasa kecewa dengan apa yang terjadi di tubuh Karang Taruna Kabupaten Lebak, pasalnya belum juga usai masa kepemimpinan Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak sesuai jabatan organisasi, anehnya sudah muncul kepemimpinan yang baru tanpa status yang jelas proses nya,” ungkapnya.

    Adanya TKD yang akan dilakukan pada Jum’at (23/10) yang akan datang tentunya akan menimbulkan konflik keorganisasian di dalam tubuh organisasi Karang Taruna.

    Mohamad Iyos Rosyid selaku Juru Bicara Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa mekanisme Temu Karya Daerah (TKD) akibat tidak adanya komunikasi bersama.

    “Kami meminta saudara Gatot Yan S tidak menimbulkan kegaduhan dalam persoalan TKD yang akan digelar (23/10). Kami meminta saudara Gatot Yan S untuk menciptakan situasi kondusif dan memberikan contoh ketauladanan berorganisasi,” jelas Yosa sapaan akrab Mohamad Iyos Rosyid.

    Ia juga menambahkan bahwa adanya dugaan TKD versi (23/10) kami anggap tidak sehat karena adanya intervensi kuat dan bermuatan politis.

    “Jika saudara Gatot tidak mampu menunjukkan ketauladanan berorganisasi, kami meminta saudara Sekretaris Gatot Yan S mundur dari jabatannya,” tutupnya. (Red)

    Ormawa Lebak Audiensi dengan DPRD Lebak, Ada Apa Kira-Kira?

    Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak diantaranya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), IMALA (Ikatan Mahasiswa Lebak), IKMC (Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas), IMC (Ikatan Mahasiswa Cilangkahan), KUMACITOR (Keluarga Mahasiswa Citorek).

    Mereka melakukan audiensi di gedung DPRD kabupaten Lebak. Hadir dalam audiensi tersebut H. Nana Sumarna, Ketua PLT DPRD Kabupaten Lebak bersama Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Lebak menerima audiensi para Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Nurul Ahmad, IKMC, menyampaikan aspirasi masyarakat terutama pada aspek lingkungan.

    “Ketika Omnibuslaw di sahkan, tak terbayang berapa banyak lahan dan lingkungan di Kabupaten Lebak yang akan dieksploitasi berlebihan,” ucapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa Taman Nasional Gunung Halimun Salak menjadi perhatian penting untuk di Kabupaten Lebak.

    Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Didin Jumaedi, KAMMI Lebak, pembahasan RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) menjadi pembahasan yang seksi untuk di kaji lebih dalam.

    “Kita lihat, Rangkasbitung sendiri begitu banyak perumahan-perumahan yang RTRW nya begitu sangat dipertanyakan,” tegasnya.

    Alif, IMC menyoroti permasalah Omnibuslaw tidak dibatasi dalam kawasan pertambangan.

    “Jika tidak ada pembatasan ini akan berimplikasi kepada kerusakan lingkungan. Lantas dimana kah penanggulangan bencana?,” tanya nya.

    “Ujung Binuangeun sampai ujung Bayah tidak ada batas dalam penanggulangan bencana. Ini harus menjadi perhatian penting,” Alif yang mewakili suara Organisasi IMC.

    Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
    Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

    Pada dasarnya, organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak menolak UU Omnibuslaw atau Cipta Kerja ini. Sehingga DPRD ikut menyampaikan aspirasi dari para Mahasiswa.

    H. Nana Sumarna, PLT Ketua DPRD Lebak mengapresiasi audiensi yang dilakukan oleh kawan-kawan Mahasiswa.

    “Jalur untuk menyampaikan aspirasi dengan melakukan audiensi seperti ini lebih mengedepankan aspek ide dan gagasan untuk mencari solusi bersama dari masalah yang teman-teman sampaikan,” terangnya.

    H. Nana juga menjelaskan tentunya DPRD Lebak itu adalah bagian dari pada masyarakat bagian dari pada teman-teman mahasiswa apapun yang menjadi aspirasi masyarakat ataupun mahasiswa Kami tetap akan bersama-sama mereka untuk melanjutkan aspirasi tersebut sampai ke DPR RI dan pihak yang terkait.

    Junaedi Ibnu Jarta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para Mahasiswa.

    “Pada dasarnya aspirasi dari teman-teman akan kami sampaikan ketingkat Provinsi, dan Pusat,” tuturnya.

    Ia juga menambahkan bahwa pihak DPRD Lebak selalu menampung aspirasi yang disampaikan oleh Mahasiswa, Kaum Buruh, dan lain sebagainya.

    “Kami serap aspirasi dari semua stakeholder, nanti akan kami sampaikan apa yang terjadi di Kabupaten Lebak,” tutupnya. (RUS)

    Wujud Lestarikan Tradisi Ngadodol di Desa Sukajaya Sobang

    Tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).
    Tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com– Tradisi ngadodol adalah bagian dari warisan leuluhur Nenek moyang Kaseupuhan Adat Masyarakat Kecamatan Sobang – Banten Kidul, Tradisi ini juga sudah ada dan berlangsung ribuan tahun lamanya. tepat nya dikampung Cileubang, Desa Sukajaya, Lebak – Banten.

    Dikatakan Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lebak bahwa Moment Ngadodol itu dilakukan menyambut Sedekah Bumi, Ngajiwa, Mapag Pare Bekah, Ngubaran Pare, Neutepken Pare ( Nganyaran), Pada Selasa (20/10/2020).

    “Kami pemerintah Desa Sukajaya sangat apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan budaya, tradisi warisan para leuluhur kasepuhan adat dan para tokoh agama. Juga akan selalu kami jaga dan melestarikan nya,” ujar Sutisna yang akrab disapa Jaro (Deriel) Kepala desa Sukajaya Kecamatan Sobang.

    Selain itu juga kegiatan apapun tentang keadatan atau tradisi budaya ngadodol yang ada di lingkungan Desa Sukajaya akan selalu kami dukung. “Karena ngadodol ini warisan dari nenek moyang yang sudah ada sejak ribuan tahun lamanya dan jelas banyak manfaatnya. Terutama dalam menjaga kerukunan, kebersamaan, kekeluargaan serta gotong royong diwewengkon kampung cileubang,” katanya.

    ‘Kegitan ini tiada lain untuk merawat serta menjaga kearifan lokal. Demi terwujudnya kemakmuran khususnya dibidang pertanian sebagai ketahanan pangan sesuai dengan mayoritas masyarakat disini keseharian nya Bertani,” jelasnya.

    Senada diungkapkan Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lebak saat ditemui langsung diruang kerjanya kemarin, bahwa ngadodol juga sering kali dilaksanakan secara rutin pada kegiatan sakral, berikut lima point penjelasan ringkas nya

    1. Sedekah bumi.
    2. Ngajiwa.
    3. Mapag Pare Bekah.
    4. Ngubaran Pare.
    5. Neutepken Pare (nganyaran).
    Masyarakat sedang melakukan tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).
    Masyarakat sedang melakukan tradisi ngadodol di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang pada Selasa (20/10/2020).

    1. Pengertian Sedekah Bumi sebagai bentuk indikator bahwa masyarakat itu masih lestari diberapa kasepuhan yang ada dikabupaten lebak – banten ada istilah syukuran tahunan paska sukses bertani,dan juga dengan beberapa nama istilah lainnya yang berbicara seren tahun,ngembang atau sedekah bumi. berbicara tentang sedekah bumi adalah wujud dan refleksi aktivitas masyarakat yang yang isinya adalah bentuk syukuran kepada Tuhan nya dalam hal ini kepada Allah ta’ala atas suksesnya bertani yang selama dari mulai tanam sampai panen, itu rasa syukur kepada Tuhannya Allah subhanahu wa ta’ala.

    2. Pengertian ringkas tentang (Ngajiwa) adalah, bahwa di dalam tubuh manusia itu ada yang harus dibersihkan selain jasad yaitu jiwa juga harus dibersihkan melalui apa namanya keridhaan, keikhlasan untuk bersodakoh kepada masyarakat sekitar dengan nilai sejumlah uang yang sudah disepkati bersama dan dikolektif oleh kepala adat.

    “Iya, dengan menyampaikan doa-doa sebagai bentuk refleksi selain jasad adalah jiwa dan itu diperhadapkan atau didoakan melalui ritual doa-doa yang dikirim kepada Tuhan (Allah SWT). dalam kehidupan kita harus dibersihkan melalui doa-doa, mulai dari pembacaan silsilah, pembacaan surat Yasin hingga di akhiri doa selamat, dan doa sapu jagat.

    3. Mapag Pare Bekah artinya menyambut padi hamil, hal itu juga tidak terlepas dari ritul ritual tradisi masyarakat adat dalam menyambut pertumbuhan padi yang mulai menunjuk kan pertumbuhan nya yang produktif. kalua dalam istilah bahasa sundanya (Pare Bekah/Reuneh). tentu ada ritual nya agar melalui doa doa bersama,hasil padi nya bagus sesuai yang diharapkan.

    Padi sudah hamil (Pare ges Reuneh) ialah melalui tahapan dimana dari padi mulai ditanam, kemudian padi hidup normal sesuai yang diharapkan, dibuktikan dengan pra keluar bunga. “Setelah reuneh keluar bunga dan pada masa keluar bunga tersebut adalah masa teransisi ada istilah spiritul dan faktual, yang dalam kata lain menurut leuluhur adat adalah (Nyi Sri dan Nyi Pohaci) agar padi nya itu bagus, dan secara faktual nya juga padi ini rentan terserang penyakit,” katanya.

    Selain itu berbicara soal penyakit padi disini bisa di damaikan secara spiritual, dalam konsep adat ada istilah (mapag pare bekah) artinya menyambut bakal buah padi yang baru keluar bunga yang akan menjadi buah, adapun langkah lain yang lumrah dilakukan petani dalam mengusir penyakit padi, dapat juga diselesaikan dengan cara menggunakan obat obatan padi kekinian yang biasa kita dapat membelinya ditempat resmi dijual dipasaran,” tuturnya.

    4. Pengertian Ngubaran Pare tidak jauh berbeda dengan mapag pare bekah karena padi ini secara masyarakat adat disebut sakral, dan ada yang mengendalikan secara spiritual dan itu menjadi satu keyakinan oleh karena nya ngubaran pare dilakukan setelah mapag pare bekah sebagai bentuk upaya masyarakat agar padi itu tumbuh subur dan hasil buahnya bagus atau dalam istilah sunda nya (Beuner). Tidak sampai ditu peran petani untuk mendapatkan hasil padi yang bagus, biasanya hama-hama yang terlihat secara kasat mata seperti burung, tikus dan hama yang lain nya. Hal itu obat tradisional secara spiritual versi masyarakat adat yang di sebut ngubaran pare dipadukan dengan versi obat yang di anjurkan pemerintah dalam hal ini insektisida buatan.

    5. Neutepken Pare (Nganyaran) terjadi setelah padi dipanen dari berbagai rangkain ditulis di atas menjadi finalisasi dari sukses atau tidaknya kita bertani sesuai dengan target yang di inginkan.pasalnya setelah panen terjadi ada istilah (Nganyaran atau Neutepken atau Ngadiukeun). Dari mulai padi ditanam dan dilakukan berbagai macam tindakan perlakuan finalisasinya, atau finishingnya adalah (Panen) nya bagus. Intisarinya adalah segala bentuk, memulai atau mengakhiri kegiatan hingga menikmati hasil bertani tidak lepas dari pada ritual atau doa doa yang disampaikan sebagai wujud syukur kepada tuhan yang maha esa (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) pada istilah sunda sesudah panen (Pare Anyar Kejo Anyar). (Red)

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    SERANG, beritajuang.com– Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri menerima Audiensi dengan Dewan Pengurus Daerah Himpunan Alumni Institusi Pertanian Bogor (DPD HA IPB) Banten, pada Senin (19/10/2020).

    Dalam acara audiensi pihak DPD HA IPB Banten didampingi oleh Sekjen Andafish, Bendum Bay Adam, serta jajaran pengurus lainnya. Sedangkan pihak BUMD Agrobisnis Banten Mandiri hadir diantaranya Saeful Wijaya sebagai Direktur Utama, Ilham Mustofa sebagai Direktur Operasional, dan Hari Wibowo sebagai Komisaris Independen.

    Mereka siap tancap gas melaksanakan tugas setelah jajaran komisaris dan direksi dilantik. Visi Misi jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri mengusung kedaulatan pangan.

    Kesamaan yang diutarakan oleh jajaran Komisaris dan Direksi sejalan dengan program DPD HA IPB Banten. Hal ini tentunya menjadi dukungan penuh sebagai langkah untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

    “Tujuan pembentukan BUMD Agrobisnis sendiri adalah untuk mensejahterakan masyarakat khususnya para petani. Hal ini sejalan dengan program para Alumni IPB Banten yang tergabung dalam wadah DPD HA IPB Banten,” ungkap Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten.

    Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten saat beraudiensi dan memberi dukungan kepada jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    Junaedi Ibnu Jarta, Ketua DPD HA IPB Banten saat beraudiensi dan memberi dukungan kepada jajaran BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    Dengan potensi pertanian yang besar, kehadiran BUMD Agrobisnis mampu menjadi solusi bagi petani yang saat ini belum tersejahterakan.

    Disamping itu, perusahaan plat merah ini diharapkan mampu meminimalisir praktek mafia di dunia bisnis pertanian. Sehingga persaingan usaha melalui pemberdayaan pertanian bisa berdaya saing dengan baik

    Berkaitan dengan tujuan pendirian BUMD, dalam ketentuan Pasal 331 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juncto Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dijelaskan bahwa pendirian BUMD bertujuan untuk :

    1. Memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah pada umumnya;
    2. Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik, dan;
    3. Memperoleh laba dan/ atau keuntungan.

    “Untuk mencapai tujuan pendirian BUMD sebagaimana dijelaskan diatas, daerah perlu melakukan upaya optimalisasi BUMD yaitu dengan melakukan peningkatan profesionalisasi baik dari segi manajemen, sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana yang memadai sehingga memiliki kedudukan yang sejajar dengan kekuatan sektor perekonomian lainnya dan dapat berkontribusi lebih bagi pembangunan perekonomian yang berkelanjutan di daerah maupun di tingkat nasional,” tegas Junaedi Ibnu Jarta.

    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).
    DPD HA IPB Banten Dukung Visi BUMD Agrobisnis Banten Mandiri, pada Senin (19/10/2020).

    Saeful Wijaya, Direktur Utama BUMD Agrobisnis Banten Mandiri menyampaikan rasa bahagia dan optimis terhadap dukungan dari para Alumni IPB Banten.

    “Saya sangat bahagia dan senang sekali alumni IPB dapat hadir untuk audiensi sehingga kedepan nanti kita bisa berkolaborasi untuk pengembangan Agrobisnis ini. Bagaimana pun juga peran Alumni IPB sangat diperlukan untuk mendukung kedaulatan pangan di Banten ini,” ucapnya.

    Saeful Wijaya juga menambahkan bahwa perihal grand desain yang akan dilakukan di bulan ini tentunya di usaha beras dan ternak.

    “Kita akan lakukan secepat ini, mungkin pengadaan beras dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, kita akan ambil ordernya. Kita harus bergerak cepat untuk berperan bersama-sama,” tutupnya. (MIR)

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).
    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).

    LEBAK, beritajuang.com–  Organisasi Kedaerahan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) PW Rangkasbitung bersama relawan kemanusiaan Laguna menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak kepada keluarga kurang mampu yang berasal dari Kampung Poleng, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Bojongmanik Kabupaten Lebak, Banten.

    Besaran bantuannya sebesar 10 juta tersebut dapat diharapkan agar dimanfaatkan secara maksimal dan optimal oleh keluarga Santanu yang sudah kurang layak untuk ditinggali dapat direhab dan ditempati kembali dengan penuh rasa nyaman.

    Eza Yayang Firdaus selaku Ketua Kumala PW Rangkasbitung mengatakan, rumah pak Santanu kondisinya cukup memprihatinkan hanya terbangun dari anyaman bambu dan kayu yang telah usang termakan usia serta alam. Untuk itu, rumah pak Santanu dengan ibu Karsih yang memiliki anak cacat sejak lahir bernama Menje agar dapat di tinggali dengan nyaman karena keadaannya juga sudah pada bocor dan paling utama adalah sanitasinya.

    “Kami prihatin dan tergerak melihat keadaan rumah yang ditinggali oleh pak Santanu sekeluarga terutama tengah memiliki anak cacat sejak lahir bernama Menje, untuk itu. Kami berinisiatif membantu keluarga kurang mampu ini untuk mendapatkan bantuan dari Baznas Lebak agar mau meringankan sedikit beban yang diemban oleh pihak keluarga pak Santanu,” Kata Eza Yayang Firdaus, selaku Ketua Kumala PW Rangkasbitung, kepada awak media, Selasa, (19/10/2020).

    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).
    Kumala PW Rangkasbitung dan Relawan Laguna Salurkan Bantuan RTLH dari Baznas Lebak, pada Senin (19/10/2020).

    Bantuan diserahkan kepada Santanu dengan relawan kemanusiaan Laguna untuk selanjutnya didampingi dalam proses pembangunan dan pertanggung jawabannya kembali kepada lembaga Baznas Kabupaten Lebak.

    “Kami ucapkan terima kasih banyak kepada lembaga Baznas dan juga mahasiswa dari Kumala yang sudah mendampingi Santanu sehingga mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk selanjutnya kami dampingi serta membelanjakannya kepada bahan material serta membangunkannya hunian agar lebih layak lagi ketimbang hari ini,” terang Faisal sebagai relawan kemanusiaan Laguna.

    “Harapan kami semoga Santanu serta keluarga dapat lebih memanfaatkan semua bantuan yang ada ini untuk bisa dimanfaatkannya kepada kebaikan serta kehidupan kedepan,” tutup Faisal. (MIR)

    Kabar Duka Dari Keluarga Besar SMKN 1 Sobang

    Drs. Heri Mulyanto (Almarhum) Sosok yang Disiplin, Ulet dan Dekat dengan Guru-Guru

    LEBAK, beritajuang, com– Kabar duka dari keluarga besar SMKN 1 Sobang, Inalilahi Wainailaihi Rojiun telah berpulang ke rahmatullah Drs. Heri Mulyanto Kepala Sekolah SMKN 1 Sobang pukul 6.30 Wib di RSUD Adjidarmo pada Minggu, 18/10/2020.

    Dian Rusdianti guru SMKN 1 Sobang mengatakan, merasa kaget saat diberitahu melalui pesan wastapp.

    “Iya saya merasa kaget saat menerima pesan wastapp bahwa bapak (Kepsek SMKN 1 Sobang) sudah meninggal di RSUD Adjidarmo. Bapak dirawat di RSUD Adjidarmo seminggu yang lalu, padahal saat saya nengok kondisi bapak semakin membaik, tapi allah lebih sayang sama bapak” Katanya.

    Tambah Dian, Bapak ini sosok yang disiplin, ulet dan bertanggung jawab juga sangat dekat dengan guru guru, tentunya kami merasa sangat kehilangan sosok beliau. Mudah-Mudahan alamrhum di tempatkan di surganya Allah SWT amiin, Ungkapnya.

    Ditemapt terpisah Umaedi yang juga guru SMKN 1 Sobang saat di konfirmasi melalui via Wastapp menyampaikan bahwa bapak (Almarhum) memilki riwayat penyakit jantung dan sempat di rawat di RSUD Adjidarmo sekitar seminggu dan pada pukul 6.30 Wib hari minggu tanggal 18/10/2020 bapak meninggal dan di kebumikan di Daerah mertuanya di Ciheulang Rangkasbitung.

    Tambah Umed, Almarhum ini sosok yang luar biasa, yang sangat peduli dengan guru-guru dan mampu membangun SMKN 1 Sobang menjadi sekolah yang sangat diperhitungkan.
    “Semoga amal ibadah bapak ( almarhum ) di tempatkan di tempat yang layak,” jelasnya.

    KH. Nasim selaku tokoh ulama sobang juga sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Sobang menyampaikan kepada awak media beritajuang.com,  bahwa Pak Heri (almarhum) orang baik yang kerja tanpa lelah segala tenaga dan pikirannya dikerahkan untuk kepentingan orang Sobang.

    “Kami sebagai tenaga pendidik di SMKN 1 Sobang merasa kehilangan almarhum untuk pergi selamnya.
    Kami hanya berharap mudah mudahan bisa melanjutkan perjuangan almarhum, dengan kebaikan almarhum selama hidupnya mudah mudahan mendapat balasan yang setimpal.
    Beliau orang yang terbuka dalam hal apapun dan beliau tidak merasa sebagai pimpinan melainkan sama semuanya,” pungkasnya. (NR)

    Segenap jajaran redaksi beritajuang.com turut berduka cita atas meninggalnya Drs. Heri Mulyanto (Kepsek SMKN1 Sobang). Semoga almarhum di tempatkan di tempat yang layak, amiin.

     

     

    Seekor Penyu (Chelonia mydas) Mati di Pesisir Wisata Pantai Bagedur, Belum Diketahui Penyebabnya

    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur

    LEBAK, beritajuang.com– Sebanyak enam dari tujuh jenis penyu dunia ada di Indonesia, dan hewan menggemaskan tersebut berenang anggun di seluruh perairan Indonesia dari barat sampai ke timur untuk mencari makan dan bertelur.

    Laut Indonesia bagi penyu merupakan daerah yang pasti dilalui hewan tersebut saat hendak bermigrasi dari Samudra Pasifik menuju ke Samudra Hindia, atau sebaliknya.

    Salah satu dari tujuh penyu tersebut adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas),  penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia.

    Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka.

    Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan.

    Di Lebak Seekor penyu jenis hijau (chelonia mydas)  tergeletak di pesisir wisata pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, minggu, (18/10/20) sekitar pukul 07.00 WIB. Bangkai penyu itu ditemukan oleh warga dalam keadaan sudah mati.

    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
    Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.

    “Oh nya berat na eta kurang lebih 50 kg, jenis penyu hijau (chelonia mydas) Ciri khasnya terdapat pada bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul,” kata Ihsan.

    Jenis penyu hijau (chelonia mydas) dengan berat sekitar 50 kilo gram tersebut ditemukan warga  yang kebetulan baru bangun tidur dengan kondisi sudah mati.

    “Ia saya baru bangun tidur, kebetulan itu penyu terdamparnya didepan warung tempat saya nginep,” kata Ihsan, warga yang menemukan bangkai penyu. (18/10).

    Belum diketahui jelas penyebab penyu tersebut bisa mati, saat di temukan warga kondisi bangkai penyu tersebut sudah berbau.

    “Sekarang sudah dikubur karena Saat ditemukan penyunya sudah bau,” ujar Ihsan. (Red)

    Pengurus Forum Ikatan Wartawan Lebak Kembali Menggelar Musyawarah

    Pengurus IKWAL Kembali Gelar Musyawarah Yang ke 2

    LEBAK,beritajuang.com- Pengurus Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) kini kembali menggelar rapat musyawarah yang kedua di Kawasan Rangkasbitung Kabupaten Lebak tepatnya di Cafe Arkan’19, pada Sabtu (17/10/20).

    Dalam rapat itu membahas Forum IKWAL yang baru saja resmi terbentuk pada tanggal (13/10/20). Yakni, dipimpin oleh Ketua IKWAL (Irfan Hilmi) berserta dihadiri beberapa jajaran anggota profesi wartawan yang tergabung di Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL).

    Seperti yang diungkapkan Ketua IKWAL (Irfan Hilmi/Adok) “ini amanah besar buat saya karena forum Ikwal ini baru kita bentuk dan deklarasikan pada hari selasa (13/10). Namun Ada banyak hal yang perlu kita laksanakan untuk membesarkan forum ini,” jelasnya.

    “Yang pertama kita harus bertanggung jawab dalam memperkenalkan forum ini, kemudian kita harus selalu menyatukan semua jurnalis yang berkarier di Banten karena terbentuknya forum Ikwal ini adalah forum perkumpulan tempat silaturahmi dan diskusi, baik peningkatan kapasitas serta penyampaian aspirasi para jurnalis” ungkap Ketua Ikwal Irfan Hilmi.

    Namun, menurut Wakil Ketua Forum IKWAL (Maman Aditya) ditempat yang sama mengatakan “diharapkan dapat memberi sumbangsih pemikiran serta saran masukan dan kritikan kepada pemerintah dalam menjalankan pembangunan agar lebih terarah demi kemajuan daerah, bangsa dan negara,” ujar wakil ketua forum Ikwal.

    Dengan banyaknya dari berbagai kalangan intansi dan lembaga kepemerintahan wilayah Provinsi Banten yang turut mendukung serta mengucapkan selamat dan sukses terbentuknya Forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL).

    Ucapan selamat dari Aparat Penegak Hukum dan Para Tokoh  Banten.
    Ucapan selamat dari Aparat Penegak Hukum dan Para Tokoh Banten.

    “Selamat dan sukses atas terbentuknya Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) semoga berjaya dan berdikari dalam berkarya untuk membangun Lebak,” Diantaranya diucapkan oleh Kabid Humas Polda Banten (Edy Sumardi. P. SIK), Komandan Satuan Brimob Polda Banten (Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho S.I.K), Wadanyon C Sat Brimob Polda Banten (AKP Tatang Warsita), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Badak Banten (Buya Sujana Karis) Ketua Umum Badak Banten, Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten (H.Eli Sahroni).

    Sementara pengurus Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL) berserta anggota yang tergabung dari Forum IKWAL mengajak semua pihak terutama masyarakat dari Kabupaten Lebak Provinsi Banten, untuk tetap bersinergi dan memberikan kontribusi nyata.

    Dan Kami juga ingin mengabdi dan memberikan kontribusi melalui pemberitaan yang positif tentang Wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Serta Kami juga turut berterima kasih kepada yang sudah mendukung terbentuknya forum Ikatan Wartawan Lebak (IKWAL). (Red)

    SMSI dan Polres Tanah Karo Penanaman Pohon di Desa Kecamatan Payung

    SMSI dan Polres Tanah Karo Melakukan Penanaman Pohon di Desa Batu Karang Kecamatan Payung

    KARO, beritajuang.com– Setelah terbentuk kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia,(SMSI) Kabupaten Karo sepekan lalu, langsung membuat program yang menyentuh kepada masyarakat.

    Kali ini, SMSI Kabupaten Karo bergandengan tangan dengan Polres Karo,melakukan program penanaman pohon, Adapun Jenis pohon yang di tanam adalah pohon durian, mangga yang dilaksanakan Desa Batukarang,Kecamatan Payung, Sabtu (17/10/2020).

    Sebelum dilakukan penanaman pohon, warga Desa Batukarang sangat antusias menyambut kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH.,MH.,SIK., beserta rombongan kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK, tokoh adat dan Agama Antoni Bangun,di dampingi anggota BPD Matius Pelawi, PJS Kepala Desa Batukarang induk Firdaus Bangun serta tokoh pemuda Sikap Tarigan dan Ketua SMSI Karo David Barus,menyematkan kain tradisional karo berupa “Beka Buluh” kepada Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK.

    PJS Kepala Desa Batukarang Firdaus Bangun di dampingi anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH MH SIK dan teman teman yang tergabung dalam SMSI Karo.

    “Kedatangan Kapolres bersama SMSI Karo ke desa Batukarang ini merupakan sutu kehormatan bagi warga desa ini,terlebih lebih lagi,di desa ini di laksanakan penanaman pohon,mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini”ujarnya.

    Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH,MH,SIK,dalam sambutanya mengatakan, sangat mendukung program yang di buat oleh rekan rekan SMSI Karo, sebab dengan penanaman pohon ini kita telah ikut ambil bagian dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di desa ini.

    “Mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini,” ucapnya.

    Warga Desa Batukarang Senyambut Kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH. MH. S.IK.
    Warga Desa Batukarang Senyambut Kedatangan Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH. MH. S.IK.

    “Kita (Polres Tanah Karo),sangat mendukung program yang di buat oleh SMSI Karo,berupa penanaman pohon,sebab kita sudah ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan kepada warga di minta agar menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh dengan baik, kepada warga juga di himbau,mari kita jaga dan bangun desa Batukarang ini,agar lebih maju lagi,terlebih lebih dari desa ini,banyak berasal pejabat pejabat yang tersebar di Inonesia”ujar orang nomor satu di Polres Tanah Karo.

    Ketua SMSI Karo,David Barus mengatakan,bahwa setelah SMSI Karo terbentuk sepekan yang lalu,saya bersama teman-teman langsung menyususn program yang akan di laksanakan, dan program awal yang kita laksanakan yaitu,berupa penanan pohon ini, mudah mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi warga dan desa ini.

    Serta selanjutnya, SMSI Karo akan terus membuat program program untuk kemajuan Karo dan terlebih lebih tetap menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial.ujar pria yang akrab di pangil David Kaka.

    Hadir dalam acara tersebut,Kapolsek Payung AKP J Bangun,pengurus SMSI Karo,Wakil Ketua Jhoni Sembiring,Sekrtaris Miki Maliki,Wakil Sekrtaris Jusranta Surbakti,humas SMSI Karo Mawar br Ginting, Kasi Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup Daniel Pelawi. (Red)

    Istimewa, TVRI Angkat Sosok Wabup Lebak Sebagai Peternak Kambing

    H.Ade Sumardi ( Wabup Lebak ) Pemilik Ternak Kambing Etawa Saat di Liput Satasiun TV Nasional

    LEBAK, beritajuang.com – Berawal dari rutinitas membeli dan mengkonsumsi susu kambing jenis etawa untuk kesehatan, Ade Sumardi yang juga menjabat Wakil Bupati Lebak, termotivasi untuk memproduksi sendiri susu kambing etawa.

    Diawali dengan memiliki tiga ekor kambing etawa untuk kebutuhan produksi susu, kini bertransformasi berkembang menjadi peternakan kambing etawa yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

    Hal ini menjadi perhatian dari media Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk mengangkat kisah seorang Ade Sumardi yang juga selaku Wabup Lebak yang tidak sungkan turun langsung dalam memelihara dan mengembangkan kambing jenis etawa dengan melakukan peliputan di kandang peternakan Lebak Etawa Farm Indoensia (LEFI) milik Ade Sumardi di Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak, Jum’at (17/10/2020)

    Hal ini menurut Bambang Dwi selaku produser sekaligus reporter, dapat menjadi motivasi bagi anak bangsa lainnya, untuk meniru apa yang dilakukan Wabup Lebak menjadi seorang peternak, terlebih melihat potensi pakan jenis tumbuhan di indonesia cukup besar.

    “Beliau sebagai wakil bupati yang memiliki peternakan dan terjun langsung dan memberikan contoh tidak hanya memerintah tetapi turun kelapangan,” ungkap Bambang Dwi.

    Kisah Inspiratif H.Ade Sumardi (Wabup Lebak) Juga Pemilik Peternakan Kambing Etawa di Siarkan Oleh Satasiun TV Nasional.
    Kisah Inspiratif H.Ade Sumardi (Wabup Lebak) Juga Pemilik Peternakan Kambing Etawa di Siarkan Oleh Satasiun TV Nasional.

    Bambang juga mengatakan dengan disiarkannya liputan tentang Ade Sumardi secara nasional diharapkan mampu memotivasi masyarakat di Indonesia untuk dapat terinspirasi dalam mengembangkan sektor peternakan maupun pertanian terlebih dimasa pandemi ini, ketahanan pangan adalah sebuah keniscayaan.

    “Kita ingin masyarakat khususnya generasi muda untuk turun ke ‘SAWAH’ dan ke KANDANG’, karena potensi tersebut masih sangat besar,” ujar Bambang.

    Sementara itu, Ade Sumardi mengatakan untuk tidak malu menjadi seorang peternak, dimana sesuai dengan slogan yang dimiliki Ade bahwa “Peternak itu keren, peternak itu hebat”, yang terpenting menurut Ade memiliki dasar ilmu, bibit yang baik dan mau terus belajar.

    “Kepada seluruh generasi muda, indonesia memiliki potensi besar dalam sektor peternakan, mari kita jadikan indonesia sebagai lumbung ternak dunia,” Pungkas Ade

    Untuk diketahui, jenis kambing etawa ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain dapat memproduksi susu dan daging, jenis etawa melalui keindahannya, juga terdapat kontes kambing jenis etawa. (RUL)