Masyarakat sedang mengikuti acara memancing di 'Leuwi Tutupan' Desa Hariang.
Masyarakat sedang mengikuti acara memancing di 'Leuwi Tutupan' Desa Hariang.

LEBAK, beritajuang.com– Dalam rangka memperingati Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Panitia Leuwi membuka ‘Leuwi Tutupan’ dengan cara di pancing dan di jala, pada Senin (16/03/2020).

Acara ini sudah berlangsung selama dua hari yakni pada (15-16/03). Rangkaian acara pada hari Minggu yaitu lomba memancing, dan pada hari senin yaitu lomba menjala ikan di ‘Leuwi Tutupan’.

Hasan Basar selaku panitia menjelaskan sebelumnya Pada (7-8/03) diadakan Milad Ormas Jarum yang ke-6. Dalam rangkaiannya ada kegiatan sosial, berupa santunan anak yatim, sunatan masal, pengobatan gratis, dan tabur ikan mas sebanyak 150 kg untuk Leuwi Tutupan Desa Hariang.

“Kami dari panitia Leuwi Tutupan mengucapkan terimakasih banyak kepada Kang Ubay selaku korcam ORMAS Jarum yang sudah mengadakan kegiatan sosial di Desa Hariang”, tutur Hasan Basar.

Hasan Basar juga menambahkan bahwa Panitia Leuwi Tutupan merasa bangga, karena dalam acara muka ‘Leuwi Tutupan masyarakat sangat antusias, karena pencinta mancing bukan hanya yang dari kecamatan Sobang saja, melainkan dari luar kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak.

Masih Hasan Basar, Kegiatan muka Leuwi Tutupan ini sudah jadi tradisi dan kearifan lokal Desa Hariang, karena dengan di tutupnya Leuwi Tutupan ini masyarakat sadar akan arti menjaga lingkungan, dan menjaga ekosistem.

Perlombaan Memancing sangat antusias di 'Leuwi Tutupan'
Perlombaan Memancing sangat antusias di ‘Leuwi Tutupan’.

“Hasil dari uang pendaftaran mancing dan ngejala akan di salurkan untuk Pembangunan masjid, anak yatim, janda, dan PHBI. Harapan ke depan pencinta mancing Leuwi Tutupan  bukan hanya dari kecamtan yg ada di Lebak saja, melainkan dari Kabupaten/ Kota yang ada di provinsi Banten”, Harap Hasan Basar.

Senada Kepala Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Nani Ristiani merasa optimis dan merasa bangga dengan potensi alam yang ada di Desa Hariang.

“Saya optimis kedepan akan lebih dikenal lagi Leuwi Tutupan ini. Tahun ini saja dalam rangka memperingati PHBI wisata Leuwi Tutupan begitu banyak perhatian dari masyarakat umum seperti dari ORMAS Jarum yang sudah berpartisipasi di Kecamatan Sobang. Lembaga Kampus seperti STISIP (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Setia Budhi Rangkasbitung, DPD (Dewan Pengurus Daerah) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Provinsi Banten, BIGS Millenial, Lebak Institut, Yayasan Rumah Perjuangan, serta media Partner seperti beritajuang.com, pelitabanten.com, sekilasindo.id, biem.co, bantenraya yang sudah mendukung dan membantu dalam meningkatkan potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Hariang”, ujar Nani Ristiani kepala Desa Hariang.

Waketum Lebak Institut Mohamad Iyos Rosyid menyatakan bahwa perlunya pemerintah Desa Hariang untuk berkolaborasi dengan pihak akademisi, pihak pemerintah daerah, dan pihak legislator untuk membantu dalam mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Desa Hariang.

“Potensi alam yang dimiliki Desa Hariang adalah nilai yang sangat berharga untuk dapat dikelola dengan baik. Nantinya masyarakat dapat menikmati hasil dari sektor pariwisata yang dimiliki oleh Desa Hariang untuk kesejahteraan masyarakat”, ungkap Yosa yang memiliki nama lengkap Mohamad Iyos Rosyid, Waketum Lebak Institut. (UUS/ AP)

SMSI