Proses Tender, Mei 2021 Jembatan Ciberang Lebak Mulai Dibangun

Jembatan Ciberang yang terletak di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten.
Jembatan Ciberang yang terletak di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten.

SERANG, beritajuang.com– Jembatan Ciberang yang terletak di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, bakal segera dibangun oleh Pemerintah Provinsi Banten. Tak tanggung-tanggung, untuk menangani jembatan yang putus akibat bencana banjir awal 2020 lalu itu, Pemprov bakal menggelontorkan anggaran sekitar Rp 169 Milyar.

Juru Bicara Gubernur Banten, Ujang Giri mengatakan, sebenarnya Pemprov Banten melalui Dinas PUPR sudah membangun jembatan darurat sebagai pengganti, namun karena setiap turun hujan deras aliran air Sungai Ciberang sering meluap membuat jembatan darurat tersebut kerap terbawa hanyut. Alat beratpun selalu disiagakan oleh Dinas PUPR Banten. Rencananya, lanjut pria yang akrab disapa Ugi ini, tahun 2021 ini jembatan Ciberang ini ditargetkan akan rampung dibangun.

“Pembangunannya sudah masuk dalam rencana penanganan rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Cipanas-Warungbanten tahun anggaran 2021 dengan nilai sekitar Rp.169 miliar. Ditargetkan tahun 2021 ini selesai, sesuai dengan rencana pembangunan tahun anggaran 2021,” jelas Ugi, Sabtu (17/04/2021).

Baca Juga:  Masyarakat Desa Ciparasi Kecamatan Sobang Antusias Berqurban Ditengah Wabah Covid19

Baca Juga: Kapolsubsektor Lebak Gedong Pantau Jembatan Sementara dan Debit Air Aliran Sungai Ciberang

Baca Juga: Jubir Gubernur Banten: Jembatan Ciberang Sedang Proses Tender, Mei 2021 Dibangun

Baca Juga: Demi Jembatan Ciberang, Masyarakat Kecamatan Lebak Gedong Bergotong Royong Tebang Pohon Kelapa

Saat ini, kata Ugi, tahapannya sedang dalam proses tender dan rencananya pelaksanaan pembangunannya akan dimulai bulan Mei tahun ini.

“Akhir April tahun 2021 ini ditargetkan sudah tanda tangan kontrak dengan perusahaan pemenang tender. Bulan Mei bisa dibangun, target selesai November 2021,” katanya.

Sebenarnya, kata Ugi, pembangunan jembatan tersebut sudah direncanakan dan akan dibangun pada 2020 lalu, namun batal dilakukan lantaran ada pandemi covid-19 dan anggarannya refocusing.

“Tahun 2020 sudah dianggarkan, tapi batal karena refocusing anggaran akibat Covid-19,” pungkas Ugi. (Red/ MIR)