Dr. Sofyan Sjaf, M.Si (Dosen dan Kepala PSP3 IPB)
Dr. Sofyan Sjaf, M.Si (Dosen dan Kepala PSP3 IPB)

Dr. Sofyan Sjaf, M.Si
(Dosen dan Kepala PSP3 IPB)

BOGOR, beritajuang.com– Diprediksi jumlah pasien positif covid19 ke depan akan terus bertambah. Saat ini, pemerintah Indonesia sudah menetapkan status darurat wabah penyakit akibat covid19. Perubahan status bisa saja terjadi, apabila penyebaran covid19 masif dan tak terkendali. Beberapa pakar modeling menyebutkan puncak penyebaran covid19 akan terjadi di akhir bulan depan (April) dan akan menelan korban tidak sedikit, jika saja tidak ada penangan secara sistematis dan masif. Artinya kita akan menghadapi masa-masa kritis 2-3 bulan ke depan (dengan catatan: kecepatan penanganan covid19 seperti negara Cina).

Dalam masa-masa kritis tersebut, desa sebagai entitas sosial ekonomi yang akan terpapar parah akibat covid19. Mengapa? Karena (1) untuk bertahan hidup, mereka harus keluar rumah dan berinteraksi dengan siapa saja. Studi kami menyebutkan sebagian besar warga desa bermatapencaharian sebagai buruh (tani dan lepas), karyawan pabrik, dan pedagang kecil; dan (2) kontong kemiskinan Indonesia tersebar di pedesaan.

Dari latar belakang tersebut, bisa dipastikan mereka tidak akan patuh himbauan social distancing dari pemerintah. Ketidakpatuhan tersebut, bukalah kehendak mereka, tetapi tuntutan hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sekali lagi, tuntutan hidup.

Kita belum terlambat! Kita hadapi bersama puncak penyebaran covid19 tersebut dengan meminimalisasi korban covid19 sekecil mungkin! Dari desa, kita cegah penyebaran covid19! Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

#Pemerintah
1. Buat regulasi agar dana desa (DD) bisa digunakan untuk pengamanan lapisan sosial bawah (kaum miskin) di pedesaan. pengamanan berupa: kecukupan kebutuhan hidup sehari-hari (kurang lebih 2-3 bulan), pemenuhan standar minimal pencegahan covid19 (hand sanitasizer dan masker).
2. Memberikan insentif ke kaum miskin desa dalam bentuk BLT. BLT dikhususkan untuk mengurangi beban pengeluaran RT keluarga miskin, seperti: listrik, gas, dll;
3. Koordinasi satu pintu program BLT yang masuk ke desa;
4. Bangun dan efektifkan lumbung-lumbung pangan di desa. Lumbung ini berguna untuk menjamin stock pangan;
5. Memastikan ketersediaan stock dan distribusi pangan dan kebutuhan dasar;
6. Melakukan koordinasi dengan pemda untuk menyediakan “tenaga medis atau relawan kesehatan keliling” untuk penanganan dini covid19; dan
7. Bebas tugaskan karyawan (buruh) industri atau berlakukan sistem bergilir kerja yang ketat dan memenuhi protokol pencegahan covid19.

#Pemerintah Desa
1. Lakukan pendataan dengan tepat keluarga miskin dan warga yang teridentifikasi positif covid19;
2. Optimalkan peran pemuda desa sebagai relawan yang membantu warga teridentifikasi positif covid19;
3. Berkoordinasi dengan pustu untuk penyediaan “rumah isoloasi” bagi warga yang teridentifikasi covid19;
4. Bangun dan efektifkan lumbung pangan desa;
5. Bentuk satgas pencegahan covid19 di tingkat desa. satgas ini berperan sebagai kontrol keluar-masuk warga desa/orang luar desa, hubungan luar desa, dan pusat informasi covid19; dan
6. Koordinasi dengan pemerintah terkait perkembangan covid19 didesanya masing-masing.

#Civil Society/ Kita
1. Bantu desa dalam bentuk donasi kebutuhan pencegahan covid19, seperti: hand sanitasizer, masker, disinfektan, dll;
2. Bantu desa dalam bentuk sedeqah, infaq dan atau sejenisnya untuk memenuhi kebutuhan kaum miskin desa selama pandemi covid19;
3. Viralkan ke medsos, kebutuhan-kebutuhan desa dalam pencegahan covid19;
4. Khusus perguruan tinggi, bantu desa untuk membangun sistem pendataan covid19;
5. Menyerukan melalui akun-akun medsos pribadi untuk mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk kerja bersama membangun solidaritas cegah covid19 dari desa.

#Swasta/ Pengusaha
1. Bangun konsorsium pengusaha/perusahaan untuk memproduksi secara massal dan masif kebutuhan pencegahan covid19, seperti: hand sanitasizer, masker, disinfektan, dll;
2. Gunakan potensi CSR untuk membantu operasional rumah isoloasi di pedesaan; dan
3. Membangun koordinasi dengan pemerintah, pemerintah desa, dan civil society untuk bersama-sama mencegah mewabahnya covid19.

Saya sadar bahwa covid19 tidak bisa kita perangi atau kita musnahkan. Tetapi kita mampu mencegahnya menjadi wabah! Dunia ini sudah pernah mengalami pandemi yang sama dan berhasil dilalui. InshaAllah saya yakin kita akan bisa melaluinya dengan catatan kita harus kerja bersama! Jika lapisan sosial menengah ke atas, bisa melaksanakan himbauan pemerintah karena memiliki “saving”, tetapi tidak untuk mereka yang berada di lapisan bawah di pedesaan. Untuk itu, ayo kita serukan #solidaritascovid19, dari desa kita cegah covid19!
(Sjaf)

SMSI