Masyarakat penghuni Perum Kembang Harum 2 menginginkan agar fasilitas pembangunan jalan dan mushola segera direalisasikan sesuai janji pengembang developer di tahun 2020.
Masyarakat penghuni Perum Kembang Harum 2 menginginkan agar fasilitas pembangunan jalan dan mushola segera direalisasikan sesuai janji pengembang developer di tahun 2020.

LEBAK, beritajuang.com– Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pada prinsipnya penghuni Kompleks Perumahan adalah konsumen atau pengguna akhir dari suatu produk barang atau jasa yang dilindungi oleh UU Perlindungan Konsumen. Seperti tersedianya Fasilitas Umum seperti Mushola dan Pembangunan Jalan perumahan.

Dimikian dikatakan Purwanto selaku Ketua RW 08 Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Rabu, (25/03/2020).

Purwanto selaku Ketua RW 08 Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles mengambil sikap bahwa masyarakat penghuni Perumahan Kembang Harum 2 menginginkan agar segera di bangunnya fasilitas umum dan juga menagih janji apa yang dikatakan pihak developer satu tahun yang lalu seperti pembangunan paving block jalan perumahan dan mushola.

“Pihak developer melalui kantor pemasaran akan membangun jalan perumahan dan mushola di tahun 2020. Namun hingga saat ini belum ada pembahasan konkrit prihal itu”, ujar Purwanto Ketua RW 08 Perum Kembang Harum 2.

Jalan tanah yang belum di Paving Block, jika musim penghujan jalan licin dan dicampuri genangan air.
Jalan tanah yang belum di Paving Block, jika musim penghujan jalan licin dan dicampuri genangan air.

Masih Purwanto, bahwa dirinya selaku ketua RW selalu menampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat. Terutama dari pihak RT.

“Kami bersama pihak RT selalu melakukan komunikasi dengan pihak pengembang. Jawabannya selalu tidak memuaskan kami dan belum ada kepastian pembangunan fasilitas umum dan Mushola. Bahkan warga ajak untuk Aksi apabila hal ini belum diindahkan”, tambah Purwanto.

Lahan yang akan dijadikan untuk Fasilitas Mushola.
Lahan yang akan dijadikan untuk Fasilitas Mushola.

Fikram Albantani, Aktivis Lebak dan Selaku Penghuni Perumahan Kembang Harum 2 menjelaskan bahwa Fasilitas jalan perumahan sudah dua tahun lebih tapi belum dibangun juga. Memasuki musim penghujan, jalan ini sangat licin dan bercampur tanah.

“Jika pihak pengembang tidak sanggup untuk membangun utilitas (jalan lingkungan) lebih baik status jalan dialihkan kepada pemerintah desa atau pemerintah kabupaten, biar mereka yang membangun melalui Dana Desa dan APBD Kabupaten atau Dana Aspirasi dari Anggota Dewan”, ungkap Fikram.

Namun, pihak pengembang terlebih dahulu harus membuat MoU dengan pemerintah Desa agar jalan tersebut menjadi Jalan poros Desa. “Karena Dana Desa hanya bisa membangun ditanah milik Desa”, terang Fikram.

Hingga berita ini dilansir, pihak kantor pemasaran dihubungi oleh media, belum ada jawaban dan tanggapan prihal ini. (RUS)

SMSI