BEM KBM UNBAJA Gelar Dialog Kebangsaan Menyoal Terorisme dan Buka Bersama

SERANG, beritajuang.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Banten Jaya (BEM KBM UNBAJA) gelar Dialog Kebangsaan menyoal Terorisme dan Buka Bersama pada Kamis, 29 April 2021 bertempat di Teras Room Meeting (Auditorium Kampus 1 Universitas Banten Jaya).

Dialog ini mengusung tema “Terorisme: Kini Menyasar Kawula Muda?” sebagai upaya preventif dalam penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

“Sesuai dengan tema yang diusung, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan, peningkatan pemahaman dan edukasi, supaya bisa mencegah timbulnya paham-paham radikalisme dan terorisme”.

Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama dengan narasumber dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten Ketua Bidang Media Hukum dan Humas Sehabudin, M.Pd, dan Akademisi Universitas Banten Jaya Didi Sohidi Tohir, SH.,MH dan dihadiri oleh mahasiswa Universitas Banten Jaya dan kalangan umum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sehabudin, M.Pd., Ketua Bidang Media Hukum Humas menyampaikan Terorisme adalah setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek – obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Baca Juga:  Warga Kebon Jeruk Mengaku Puas Dengan Kinerja Polsek Kebon Jeruk Terkait Swab Antigen

Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Intoleransi dapat diartikan sebagai rasa tidak tenggang rasa atau kebalikan dari kata toleransi.
Intoleransi adalah ketidakmampuan atau ketidakmauan untuk bertoleran, muncul karena kita tidak bisa atau tidak mau menerima dan menghargai perbedaan.

Radikalisme menurut Cross (2013) yaitu sebagai: 1) Istilah dalam lingkup gerakan sosial maupun politik yang berarti sebuah proses, praktik, atau serangkaian keyakinan dari keadaan non-radikal menjadi radikal.

Kang Sehabudin juga menyerukan kepada pemuda hususnya para hadirin untuk SADARI bahwa pemuda / pelajar adalah generasi masa depan bangsa, karena itu jangan melakukan hal – hal yang akan merusak masa depan kalian sendiri dan bangsa ini. SADARI bahwa semua paham / ajaran / atau hanya materi diskusi yang mengarah pada pengingkaran terhadap Pancasila dan NKRI harus ditolak dan dilaporkan kepada pihak sekolah dan aparat berwajib. KENALI segala bentuk penyebaran dan perekrutan kelompok radikal terorisme dan sekaligus menolak serta melaporkannya kepada pihak sekolah dan aparat berwajib. KENALI DAN TOLAK segala bentuk narasi / tulisan / ajakan baik secara langsung maupun melalui media sosial yang mengarah pada tindakan intoleransi, melemahkan kebhinekaan, merusak perdamaian masyarakat, dan menebarkan kebencian atas golongan / kelompok tertentu.

Baca Juga:  Pemkab Pandeglang Komitmen Mendorong Implementasi MCP Yang Di Tetapkan KPK

Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Banten Jaya, Indra Gunawan, S.Kom., M.TI dalam sambutannya mengatakan.

“Kegiatan ini adalah respon dari BEM KBM Unbaja dalam merespon isu-isu yang terjadi di sekitar” katanya.

Indra menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada BEM KBM UNBAJA karena telah berhasil menggelar dialog kebangsaan dan buka bersama ini. Presiden Mahasiswa Universitas Banten Jaya, Nibras Shohwatul Islam menyampaikan.

“Kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri baru-baru ini menandakan bahwa masalah terorisme di Indonesia masih terus terjadi hingga kini, dan merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum, serta sel – sel dan jaringan teroris yang dihancurkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Nibras menyampaikan bahwa sikap atau paham radikalisme dan terorisme hendaknya tidak dikaitkan pada suatu agama tertentu.

Baca Juga:  Dihadapan Wakil Bupati Lebak, Kalapas Rangkasbitung Sampaikan Progres Sarana Asimilasi Dan Destinasi Wisata

“Saya menghimbau agar kita dapat menempatkan pemahaman terhadap radikalisme dan terorisme pada porsi yang adil, agar kita tidak cenderung memberikan stigma yang negatif terhadap agama tertentu.”

Lanjutnya, Nibras mengabarkan bahwa Kampus Universitas Banten Jaya bersih dari paham radikalisme dan terorisme yang mengarah pada ekstrimisme.

“Saya yakin betul bahwa lingkungan akademis Unbaja bersih dari paham-paham yang mengarah pada ekstrimisme, dan ini perlu kita integrasikan bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan buka bersama dan deklarasi lawan teroris oleh BEM KBM Unbaja. (Red)