Muktarudin Sekretaris Desa Cilangkahan yang mengembangkan tanaman bonsai kelapa.
Muktarudin Sekretaris Desa Cilangkahan yang mengembangkan tanaman bonsai kelapa.

LEBAK, beritajuang.com– Kabupaten Lebak dengan kebijakannya mengeluarkan surat penghentian (lockdown) sementara seluruh operasional transportasi umum untuk masuk dan keluar dari Kabupaten Lebak. Surat keputusan yang ditandatangani Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dalam surat Nomor 440/1.555 – Kesra/2020.

Tujuan lockdown yaitu  untuk untuk menghindari, mengatasi dan melindungi masyarakat dari pandemi Covid 19 (Corona Virus Disease 2019). Maka tidak mengherankan jika banyak wilayah memberlakukan lockdown (berdiam diri di rumah) atau mengurangi aktivitas di ruang publik.

Berdiskusi tentang hal kreatif
Berdiskusi tentang hal kreatif, disela-sela waktu lockdown, (30/03/2020).

Mungkin bagi yang sudah biasa berdiam diri di rumah, tidak akan sulit dalam menghadapi masa lockdown ini. Akan tetapi bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah tentu akan merasakan malapetaka luar biasa jika terjadi lockdown.

Apalagi saat ini sudah mulai banyak kantor, sekolah, dan lainnya memberlakukan work from home, atau melakukan kegiatan/ pekerjaan di rumah.

Ditemui awak media beritajuang.com, Mukhtarudin atau yang sering disebut Aboet/ Saboet, laki-laki yang bekerja di instansi pemerintahan desa selaku Sekretaris Desa Cilangkahan, Kabupaten Lebak membagikan tips agar kita senantiasa mengikuti himbauan pemerintah. Masa lockdown selama 14 hari ini bisa diisi dengan kreativitas yang dapat menghasilkan nilai seni maupun nilai finansial, Senin (30/03/2020).

Karya dari hasil kelapa untuk mengisi waktu lockdown.
Karya dari hasil kelapa untuk mengisi waktu lockdown.

“Dalam melakukan aktivitas kita harus mencintai suatu pekerjaan, berawal dari hobi mengumpulkan buah kelapa. Ternyata buah kelapa menghasilkan tunas yang mampu dijadikan pohon kelapa bongsai”, ungkap Mukhtarudin.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa selain berfungsi menjadi tumbuhan hias yang akan memperindah ruangan ataupun taman tempat tinggal kita tentu saja, tanaman bonsai ini juga mempunyai manfaat yang berpengaruh di jiwa kita sebagai pemiliknya.

“Tanaman yg satu ini ternyata dapat melatih sifat, perilaku dan jiwa kita buat menjadi langsung yang penyabar. Hal ini dikarenakan pada membentuk dan merawat tumbuhan bonsai membutuhkan waktu yang tidak sebentar”, jelas Aboet/ Mukhtarudin.

Hal ini bisa kita lakukan di rumah dan mengisi waktu agar kita tidak jenuh, dan menghasilkan karya bermanfaat. “Saya selalu membuka ruang dan kesempatan kepada masyarakat di Lebak Selatan jika ingin belajar bagaimana membuat tanaman bongsai. Pintu terbuka bagi para masyarakat yang ingin belajar tanaman bongsai. Khairunnas anfauhum linnas” Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”, imbuh Aboet.

Bonsai Kelapa Karya Mukhtarudin atau Aboet atau Saboet.
Bonsai Kelapa Karya Mukhtarudin atau Aboet atau Saboet.

Ditanya soal seberapa banyak Pohon Bonsai Kelapa ini terjual, dirinya menjawab bahwa sudah ratusan pohon terjual. “Kebanyakan orang Jakarta dan Tangerang yang membeli hasil karya Bonsai Kelapa yang saya produksi”, ungkap Aboet.

“Ini lah aktivitas yang dapat saya lakukan selama lockdown, kreativitas saya terus diolah untuk menghasilkan karya bermanfaat. Saat ini saya sedang menyukai yang berbau pertanian. Makanya selain Bonsai Kelapa, saya juga mengembangkan tanaman cabai, jahe merah, dan mengembangkan ikan nila”, tutup Aboet. (RUS)

.

SMSI