Gas Elpiji 3 kg langka di Malingping, pada Rabu (01/04/2020).
Gas Elpiji 3 kg langka di Malingping, pada Rabu (01/04/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Disaat pemerintah menggalakkan berbagai sosialisasi dalam upaya pencegahan covid 19 salah satunya adalah upaya sosial distancing yang menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, ada hal yang membuat hati masyarakat semakin gundah.

Sungguh ironis, ditengah keadaan ekonomi tidak stabil harga gas bersubsidi 3 kg malah semakin melambung. Harganya bervariasi mulai Rp. 30.000 hingga 40.000. Tidak hanya mahal disamping itu gas elpiji bersubsidi juga langka di pasaran terutama di Malingping, Rabu (01/04/2020).

DPC Ormas Badak Banten Malingping Aksi kepada Pemerintah agar gas elpiji 3 kg segera stabil.
DPC Ormas Badak Banten Malingping Aksi kepada Pemerintah agar gas elpiji 3 kg segera stabil.

Ketua ORMAS Badak Banten Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malingping Erot Rohman menyebutkan harga gas elpiji bersubsidi 3 kg melambung tinggi di pengecer naik mulai dari Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) hingga Rp 40.000,-(empat puluh ribu rupiah), selain mahal juga langka di pasaran.

Erot Rohman menegaskan, akan mendesak Kepada Dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk memastikan stok gas bersubsidi aman, baik secara jumlah maupun harga, sehingga di tengah situasi ini masyarakat tidak semakin terbebani.

Erot Rohman Ketua ORMAS DPC Badak Banten Malingping
Erot Rohman Ketua ORMAS Badak Banten DPC Malingping

“Kami akan melaporkan terkait situasi ini kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar ada tindakan tegas terhadap oknum pengusaha yang diduga curang dengan menimbun stok gas bersubsidi,” ujar Erot Rohman”

Selain itu, lanjut Erot, akan melakukan aksi secara berkelanjutan sampai dengan tuntutannya didengar, yaitu harga gas bersubsidi kembali normal.

“Kami akan melakukan aksi namun tidak menimbulkan kerumunan massa, dengan tetap membatasi massa dan menjaga jarak satu sama lain,” kata Erot.

Wakil Ketua Ormas Badak Banten DPC Malingping, Adi Yasin saat konsolidasi dan kajian prihal elpiji langka dan di timbun oleh Oknum.
Wakil Ketua Ormas Badak Banten DPC Malingping, Adi Yasin saat konsolidasi dan kajian prihal elpiji langka dan di timbun oleh Oknum.

Senada dengan yang dikatakan Ketua, Adi Yasin selaku Wakil Ketua ORMAS Badak Banten Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malingping berharap bahwa di tengah wabah Corona gas elpiji 3 kg stabil dan tidak langka.

“’Tabung melon di Malingping langka, masyarakat menjerit. Kami minta Dinas Perdagangan dan Perindustrian turun ke lapangan. Jangan biarkan kami semakin susah. Kami berharap harga stabil, pasokan aman, dan masyarakat dapat kembali menggunakan gas elpiji 3 kg”, terang Adi Yasin.

Saat berita ini dilansir belum ada tanggapan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak. (IMN)

SMSI