Ilustrasi alergi ikan tongkol.
Ilustrasi alergi ikan tongkol.

LEBAK, beritajuang.com – Terkait adanya beberapa warga Desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak yang mengaku terkena alergi setelah diduga mengkonsumsi ikan tongkol beku yang didistribusikan oleh Perum Bulog ke agen, Selasa (07/04/2020).

Sesuai kode etik jurnalistik dan permintaan narasumber maka awak media merahasiakan nama narasumber.

Salah satu warga yang enggan disebutkan  namanya mengungkapkan dia dan keluarganya merasakan gatal-gatal setelah mengkonsumsi ikan tongkol beku dari Bulog.

“Gatal-gatal ini setelah makan ikan tongkol. Ada juga beberapa keluarga yang lain juga sama”, kata warga ini.

Kata warga ini,  bulan sebelumnya dalam paket Sembako tersebut ada ayam,  namun untuk bulan April ini ayam diganti dengan ikan tongkol sebanyak 1 kilogram atau 6 ekor ditambah beras dan komoditi lainnya.

Warga lainnya yang juga minta namanya dirahasiakan mengaku hal yang sama. Dia merasakan gatal diduga setelah mengkonsumsi ikan tongkol.

Program Sembako adalah bantuan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM)  yang diberikan untuk berupa komoditi sembako. Sebelumnya program ini bernama Rastra,  berubah menjadi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan kini menjadi Program Sembako.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)  Cijaku, Arifin saat dihubungi membenarkan adanya warga yang alergi diduga akibat mengkonsumsi ikan tongkol yang merupakan komoditi program Sembako yang disuplai oleh Perum Bulog ke salah satu agen e-warong di Desa Kandang Sapi.

“Iya ada beberapa penerima manfaat yang mengadu ke saya,  nanti saya chek dulu, ” jawabnya singkat, Selasa Malam (07/04/2020).

Dihubungi melalui pesan whatsapp oleh media beritajuang.com Koordinator Rumah Pangan Kita (RPK) yang juga merupakan karyawan Bulog, Farid Mukti saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan warga tersebut menjawab akan menganti (ikan tongkol) tersebut.

“Iya betul ada yang alergi dari ikan tongkol beku Bulog. Infonya bukan Keluarga Penerima Manfaat melainkan mantunya,” jawabnya melalui pesan whatsapp, Selasa (7/4/2020) malam.

Farid menjawab bahwa warga yang alergi sudah berobat dan keadaannya membaik.

“Warga menantu KPM sudah berobat dan alhamdulillah sudah sembuh”, balasnya singkat. (IMN)

SMSI