Jembatan Peucangpari menjadi sorotan Publik, karena jembatan ini kondisinya selalu rusak dan akses satu-satunya penghubung antar desa.
Jembatan Peucangpari menjadi sorotan Publik, karena jembatan ini kondisinya selalu rusak dan akses satu-satunya penghubung antar desa.

LEBAK, beritajuang.com– Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Anak Ranting (Maran) Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengecam dan mengkritisi kinerja Kepala Desa Pagelaran yang tidak memprioritaskan pembangunan jembatan Peucangpari yang merupakan akses antar desa.

Hal itu diutarakan Ketua ORMAS LMPI Maran Desa Pagelaran M. Syahroni kepada beritajuang.com pada Jum’at (17/04/2020).

Syahroni menganggap bahwa selama pemerintahan Kepala Desa Pagelaran akses jembatan Peucangpari belum dibangun-bangun. Jembatan yang memiliki panjang 26 meter dan lebar 2 meter ini merupakan jembatan dari kayu dan sebagai akses penghubung antar desa yaitu menghubungkan Desa Pagelaran dan Desa Kersaratu.

Jembatan Peucangpari merupakan jembatan dengan panjang 26 meter dan lebar 2 meter.
Jembatan Peucangpari merupakan jembatan dengan panjang 26 meter dan lebar 2 meter.

“Kami mengharapkan segera di bangun  dari tahun 2015 sampai sekarang belum di bangun, bahkan kami setiap minggu harus bergotong royong dengan bahan dan alat seadanya. Jembatan tersebut adalah penghubung dari Kampung Cibayawak ke Kampung Peucangpari, dan tembus ke Desa Kersaratu. Entah kenapa Kepala Desa Pagelaran belum memprioritaskan pembangunan Jembatan tersebut”, ungkapnya dengan nada geram.

Lelaki yang juga Ketua Rukun Tetangga 01 Kampung Peucangpari ini berharap agar Jembatan Peucangpari dapat segera dibangun.

“Karena jembatan adalah akses penghubung. Melihat kondisi yang rusak ini kami minta Pemerintah Desa memprioritaskan jembatan Peucangpari karena banyak kendaraan  terjebak di tengah jembatan yang mana penompang nya dari kayu yang sudah rapuh”, terangnya.

Dihubungi via telepon Kepala Desa Pagelaran  Herliawati tidak membalas pesan yang disampaikan. Namun Ia sudah membaca pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Tidak ada tanggapan prihal pembangunan jembatan Peucangpari.

Menyikapi hal ini, Legislator DPRD Kabupaten Lebak Musa Weliansyah dan Juned yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Dapil V angkat bicara.

Musa Weliansyah Sekertaris Komisi IV Bidang Pembangunan..
Musa Weliansyah Sekertaris Komisi IV Bidang Pembangunan..

Penjelasan Musa Weliansyah anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bahwa APBD 2020 belum dianggarkan karena pembangunan jembatan terhambat karena darurat kesehatan akibat pandemic Covid-19.

“Yang sudah dianggarkan pun tidak bisa dilanjutkan akibat virus covid-19 semua paket di pending dulu tidak ada yang tender, insyaAllah 2021 kita akan berusaha”, katanya yang juga Sekertaris Komisi IV Bidang Pembangunan.

Juned Anggota DPRD Dapil V Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang juga merupakan warga Kp. Peucangpari, Desa Pagelaran.
Juned Anggota DPRD Dapil V Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang juga merupakan warga Kp. Peucangpari, Desa Pagelaran.

Juned Wakil Rakyat Dapil V yang juga asli Kampung Peucangpari dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan jembatan Peucangpari Desa Pagelaran sudah masuk usulan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Lebak.

“Semoga wabah Covid-19 (Corona Virus Disasae 2019) cepat berlalu, dan pembangunan berjalan dengan normal kembali. Usulan jembatan Peucangpari sudah masuk SIMRAL (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan) dan semoga tahun 2021 dapat dibangun kembali”, tutupnya. (MIR)

SMSI