Dua rumah warga rata dengan tanah, di Kampung Tajur, RT 01/ RW 01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.
Dua rumah warga rata dengan tanah, di Kampung Tajur, RT 01/ RW 01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

LEBAK, beritajuang.com– Nasib nahas menimpa Sapudin Bin Asikin (35) dan Sahri (47) warga Kampung Tajur, RT 01/ RW 01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Rumah panggung berukuran 6×12 meter ini roboh akibat angin kencang yang disertai dengan hujan deras. Pada Malam Sabtu (17/04).

Saat dikonfirmasi oleh beritajuang.com, Yadi selaku Kepala Desa Curugpanjang membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, itu warga desa kami yang kena musibah. Kerugian dua rumah ditaksir sebanyak Rp 50 juta”, ungkapnya pada Sabtu (18/04/2020).

Hujan dan Angin Kencang robohkan dua rumah warga Kampung Tajur, RT 01/ RW 01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jum'at Malam (17/04/2020).
Hujan dan Angin Kencang robohkan dua rumah warga Kampung Tajur, RT 01/ RW 01, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jum’at Malam (17/04/2020).

Ditanya soal bantuan yang berdatangan, Yadi menjelaskan bahwa pihak Dinas Sosial Kabupaten Lebak dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak sudah membantu korban.

“Alhamdulillah, disituasi pandemi Corona ini, pihak Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Sosial Kabupaten Lebak dan BPBD Lebak sangat sigap dalam membantu korban yang rumahnya roboh”, jelasnya.

Yadi selaku Kepala Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak meninjau warganya yang rumahnya roboh.
Yadi selaku Kepala Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak meninjau warganya yang rumahnya roboh.

Nardi (54) sebagai saksi mata menjelaskan bahwa kejadian malam hari disaat hujan dan angina kencang melanda Kampung Tajur.

“Korban atas nama Sapudin Bin Asikin (35) dan Sahri (47) untuk sementara kami ajak ke rumah saudaranya untuk mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, Rumah rata dengan tanah, dan korban berharap rumahnya dapat dibangun kembali”, tutupnya. (MIR)

SMSI