Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia Cikulur meminta Desa Transparan dalam mengelola Dana Desa.
Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia Cikulur meminta Desa Transparan dalam mengelola Dana Desa.

LEBAK, beritajuang.com- Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Cikulur meminta Kepala Desa di lingkungan Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak transparan dalam menggunakan Dana Desa.

Hal ini dilakukan untuk mendukung pemerintah pusat dalam penanganan virus Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dan Peraturan Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertiggal dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Ketua KNPI Cikulur, Habibi menilai regulasi ini penting untuk dipahami oleh setiap kepala desa agar penggunaan Dasa Desa untuk penanganan pandemi Covid-19 dapat digunakan secara maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh setiap masyarakat yang terdampak dilingkungan desa tersebut.

“Seperti yang kita tahu pandemi covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat indonesia terutama dari aspek ekonomi, untuk itu diperlukan kehati-hatian dan transparansi dalam menggunakan anggaran tersebut”, ungkapnya.

Masih kata Habibi, Dana Desa yang dititipkan ke Desa sepenuhnya harus dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, tidak boleh ada kepentingan lain diatasnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI Cikulur, Nastolih Judin mengungkapkan bahwa pemerintah desa wajib menginformasikan penggunaan Dana Desa di desanya masing-masing. Hal ini kata Nastolih bertujuan agar masyarakat dapat ikut serta mengawal penggunaan dana desa dan berpartisipasi dalam pembangunan desa.

“Sesuai dengan Surat Edaran dan Permendes PDTT tersebut, setidaknya ada dua poin yang menjadi fokus perhatian kami, pertama BLT yang kedua Padat Karya Tunai Desa, kami ingin ini betul-betul direalisasikan dengan baik”, ungkapnya

Mantan Ketua Umum PMKC itu juga menyayangkan Relawan Covid-19 yang sudah terbentuk di masing-masing desa belum terlihat bekerja sebagaimana mestinya.

“Ya, intinya belum terlihat, saya tidak ingin berasumsi buruk tentang mereka” pungkasnya. (IW)

SMSI