Gas Elpiji naik di angka Rp 30.000.
Gas Elpiji naik di angka Rp 30.000.

LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah Aktivis Mahasiswa yang tergabung di Forum Aksi Mahasiswa Rakyat Banten (FAKRAB) meminta Pemerintah untuk menindak tegas perusahaan atau mereka yang memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 ini dengan menjual produk kebutuhan pokok dengan harga tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Dede Yusuf selaku Sekjen FAKRAB. “Kebutuhan pokok yang dijual dengan harga tinggi adalah tindakan tidak berprikemanusiaan, memanfaatkan situasi sulit dengan melakukan tindakan yang tidak terpuji”, ungkapnya.

Aktivis FAKRAB tersebut menilai bahwa ditengah situasi sulit seperti ini harusnya saling bahu membahu bergotong-royong, bukan malah memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan sesaat. Mereka yang menjual harga kebutuhan pokok secara tidak wajar di atas harga eceran tertinggi (HET) seperti diatur dalam Permendag No.7 Tahun 2020, harus dikenakan sanksi tegas, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No.8 Tahun 1999 dan bahkan Undang-Undang Perdagangan No. 7 Tahun 2014. Misal harga gas LPG 3 Kg yang mencapai Rp. 30.000 diwilayah tertentu ini jelas-jelas harus ditindak tegas, padahal jelas-jelas barang subsidi yang harusnya dipantau oleh pihak terkait.

“Kami mendesak agar aparat hukum dan pihak terkait segera menindak tegas oknum mafia penjual kebutuhan pokok yang menjual barang dengan harga tinggi disaat pandemi saat ini”, tegasnya. (DEMON)

SMSI