Fahdi Khalid berdayakan masyarakat untuk berjualan timun suri sebagai strategi nafkah di tengah pandemi Covid-19.
Fahdi Khalid berdayakan masyarakat untuk berjualan timun suri sebagai strategi nafkah di tengah pandemi Covid-19.

LEBAK, beritajuang.com– Banyak cara bagi kita untuk membantu sesama dalam bertahan hidup ditengah wabah Covid-19. Seperti yang dilakukan Fahdi Khalid (Akew) selaku Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Lebak.

Ditemui oleh beritajuang.com, Fahdi Khalid (Akew) menceritakan bahwa di bulan Ramadhan ini, ia sengaja membeli timun suri (bonteng puan) dalam jumlah besar di wilayah Jiput, Kabupaten Pandeglang.

“Timun suri ini sengaja saya beli banyak, kemudian saya berdayakan warga yang dekat rumah untuk berjualan. Saya tidak mengambil untung, yang penting mereka bisa bertahan hidup dengan sedikit keuntungan jualan timun suri,” kata Akew kepada Wartawan, Kamis (30/4/2020).

Menurut Akew, dalam sehari timun suri yang ia beli kemudian di ambil dan dijual oleh warga itu berkisar 200 hingga 300 kilogram.

“Saya menjual pada mereka sebatas modalnya saja, dan jika mereka menjual dengan mengambil keuntungan, itu untuk mereka”, ujar ketua PWI Lebak ini.

“Yang penting, mereka mampu menambah penghasilan di tengah pandemi covid19 sampai pandemi ini benar-benar berakhir dan ini sebagai strategi nafkah masyarakat ditengah situasi yang menyulitkan”, imbuhnya.

Fahdi Khalid ketua PWI Lebak yang mengembangkan timun suri di tengah pandemi Corona.
Fahdi Khalid ketua PWI Lebak yang mengembangkan timun suri di tengah pandemi Corona.

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh dirinya bahwa situasi saat ini kita harus berkreasi dan melakukan hal kreatif. Ditengah pandemi ini kita harus mampu membantu masyarakat agar memperoleh penghasilan.

“Saat ini, ekonomi sedang drop, setidaknya sedikit aksi lebih baik ketimbang hanya melihat saudara kita kesusahan”, tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kita harus saling memberikan motivasi agar jangan kehilangan semangat. Saat ini kita harus saling menguatkan.

“Saat berjualan pun, utamakan Physical distancing (jaga jarak), pake masker, dan kita bekali hand sanitezer kepada warga binaan”, tutupnya. (MIR)