Relawan Kampung memberi dukungan penuh kepada Aliansi Banten Menggugat, pada Sabtu (02/05/2020).
Relawan Kampung memberi dukungan penuh kepada Aliansi Banten Menggugat, pada Sabtu (02/05/2020).

SERANG, beritajuang.com– Aliansi Banten Menggugat terus menggalang Dukungan dalam rangka mengusut kejanggalan keputusan Gubernur Banten soal pemindahan kas daerah, yang telah menimbulkan kekisruhan, kerugian, dan rusaknya citra Provinsi Banten.

Sejumlah Pengurus ABM bergerak menemui Tokoh Nasional Relawan Kampung yang Intens pada Pergerakan Banten di Serang. Arief Kardiat tokoh Relawan Kampung menjadwalkan khusus pertemuan tersebut dalam rangka memberikan dukungan moral pada gerakan ABM yang dianggap paling Refresentatif dalam menyuarakan kecerobohan Gubernur Banten pada Pengambilan Keputusan yang dinilai Janggal.

“Saya sudah dapatkan informasi kaitan dengan pemindahan KASDA jauh hari, hanya Gubernur sedang mencari Momentum untuk ambil alih KASDA. Saat Covid-19 inilah yang akhirnya membuat Gubernur berani ambil keputusan paling tak rasional yang dilakukan pemimpin publik yang dipilh oleh hampir 50,90 Persen Warga Banten pada Pilkada 2017” ungkap Arief pada beritajuang.com pada Sabtu (02/05/2020).

Arief juga sudah tidak heran dengan Gaya Wahidin Gubernur Banten yang dianggap ‘Semau Gua’ beberapa kali keputusan selalu berujung polemik.

“Banyak keputusan yang diambil selalu bersifat Monumental, Ia (WH) berkali-kali melakukan kecerobohan bagaimana pembangunan masjid di Citorek yang akhirnya tidak jadi, ini kedua kali yang tersorot Publik keputusan Pemindahan KASDA yang merugikan Banyak Pihak termasuk warga Banten”, lanjut Tokoh yang Membuat Jembatan Nusantara tersebut.

Pertemuan sederhana namun penuh makna tersebut dimaknai sebagai sebuah suplemen bagi pergerakan ABM dalam rangka menuntaskan Visinya mengawal tahapan Merger yang tertulis dalam LOI tertanda tangani oleh gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Tokoh yang Menggagas Revolusi Mental jauh sebelum Jokowi hadirkan revolusi tersebut juga meminta Aliansi Banten Menggugat untuk bersurat ke Komisi Informasi (KI) untuk mempertanyakan data sehingga lahirnya Surat Keputusan Gubernur Nomor 580/Kep-144-Huk/2020 tentang Penunjukan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk., melalui kantor Cabang Khusus Banten sebagai tempat penyimpanan uang milik pemerintah Provinsi Banten yang awalnya berada di Kas Umum Daerah Bank Banten.

“Kawan-Kawan silahkan bersurat ke KI agar KI memanggil unsur Pemprov Banten dalam rangka meminta Data Historis terkait keputusan itu Keluar”, pinta Arief Kirdiat yang juga Pengusaha Travel tersebut.

Arwan selaku Ketua Aliansi Banten Menggugat yang didampingi oleh Pengurus ABM Asep Safrudin mengungkapkan Keharuannya atas dukungan dari Tokoh Banten yang menasional tersebut terhadap gerakan organ taktis yang dipimpinnya.

“Saya merasa haru dan bangga bisa duduk bersama berdiskusi untuk menyamakan persepsi sekaligus meminta saran dan arahan terkait pelaksanaan upaya merger atau tahapan sebelum merger Bank Banten yang kami cium sarat kepentingan yang berbuah kekisruhan berkepanjangan ini. Kami akan rapatkan kembali dengan usnur pimpinan lain yang tergabung dalam ABM untuk menindaklanjuti arahan dan saran dari berbagai kalangan termasuk Bang Arief Kirdiat malam ini. Esensinya ialah Kami tidak sendiri banyak yang mempersoalkan kebijakan Gubernur hingga berbuah kekisruhan ditengah Pandemi Covid19 ini”, tutur Arwan kepada Media. (AGS)