Musa Weliansyah yang merupakan Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Musa Weliansyah yang merupakan Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

LEBAK, beritajuang.com– Dua Anggota DPRD Lebak mengungkapkan kekecewaannya dengan adanya pengaduan Puluhan KPM di Kecamatan Cijaku terima Telor dan Sayuran yang busuk dari Agen penyalur Bantuan Pangan Sembako (BSP), pada Selasa (05/05/2020).

Moh. Saleh Anggota DPRD Lebak sekaligus ketua Fraksi Partai Golkar saat di konfirmasi melalui Telepon menjelaskan bahwa persoalan komoditi tidak berkualitas tersebut sudah pasti diketahui TKSK  (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) kenapa ini dibiarkan hingga sampai kepada KPM terlebih satu kecamatan komoditi sama.

“Ini kan sistem paket namanya, harga komoditi juga dijual diatas HET tidak mengacu pada harga pasar, Beras yang seharusnya dijual Rp. 10.000/ kg semua E-Warong menjual dengan harga Rp. 11.500/ kg, Telur 15 butir Rp. 25.000 dengan kondisi tidak layak konsumsi,  Satu ekor ayam hidup dijual diatas Rp. 35.000, begitu pula tahu dan sayuran, ini jelas sangat merugikan KPM”, tegasnya.

“Harusnya E-Warong berani menolak apabila pengirima komoditi oleh supplier tidak berkualitas jangan dipaksa untuk dibagikan karena ini bukan bantuan sembako gratis, tapi KPM harus bebas memilih komoditi yang baik dan berkualitas sesuai keinginannya yang penting memenuhi Karbohidrat, protein nabati, perotein hewani serta vitamin dan mineral  ini wajib terpenuhi”, pungkasnya.

Moh Saleh salah satu anggota DPRD Lebak yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Lebak wilayah pemilihan Dapil V.
Moh Saleh salah satu anggota DPRD Lebak yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Lebak wilayah pemilihan Dapil V.

Sementara itu, Musa Weliansyah saat dinkonfirmasi melalui teleponnya membenarkan kejadian tersebut. “Ya betul saya mendapatkan pengaduan dari KPM yang ada di beberapa desa bahwa telur dan sayuran yang mereka terima dari agen yang diantar sore hari banyak yang busuk”, katanya.

“Atas dasar informasi ini dari kemarin saya mencoba melakukan pengecekan langsung pada komoditi yang diterimaa KPM tersebut bahkan saya datang kepada agen untuk memastikan kondisi telurnya tadi sore bersama salah satu petugas dari peternakan UPT Wilayah Selatan dan mengambil sempel telur untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, secara fisik telor tersebut patut dicurigai tertunas dan infertil atau bisa disebut telor HE yaitu telor untuk pembibitan karena ada salah satu KPM  pas mau memasak telor tersebut sudah membetuk anak ayam dan bernyawa (hidup) jelas telor seperti ini tidak layak konsumsi harusnya dimusnahkan”, ungkap Musa.

Masih kata Musa, sebagaimana surat dari Dirjen peternakan dan kesehatan Hewan No. 28173/PK.020/F/04/2020 Tanggal 29 April 2020 Prihal: Pelarangan Penjualan Telur Tertunas (HE) dan Telur infertir. Jika ini benar berasal dari perusahaan pembibitan ayam ras, maka ini tidak bisa dijual belikan tapi harus dimusnahkan.

“Untuk itu saya mendesak  kepada Disperindag, Dinas Peternakan dan Satpol PP Kab Lebak agar segera sidak dan mencari tahu dari mana sumber adanya telur tersebut”,tegasnya.

“Jika tebukti telur berasal dari pengusaha pembibitan maka sangsi tegas harus diberikan baik kepada perusahaan pembibitan maupun kepada supplier yang mengirim telur kepada Agen E warong di Kecamatan Cijaku yaitu PT AAM PRIMA ARTA”, ungkap Musa Weliansyah Wakil Ketua Fraksi-PPP DPRD Kab. Lebak yang selalu kritis mengawal Program Bantuan Sembako (BSP) Supaya Tepat Sasaran, Jumlah, Harga, Waktu, Kualitas dan Tepat Adimintrasi.

Diketahui bahwa Kedua anggota Legislatif ini berasal dari dapil 5 yang mencangkup Wilayah Kecamatan Cijaku, Kecamatan Cigemblong, Kecamatan Malingping, dan Kecamatan Wanasalam. (DRA)

SMSI