ABM bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Barhum yang mendukung langkah ABM.
ABM bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Barhum yang mendukung langkah ABM.

SERANG, beritajuang.com– Sejumlah Tokoh Banten yang telah dikunjungi oleh Kawan Aliansi Banten Menggugat (ABM) Mengapresiasi langkah yang diambil ABM dalam rangka menggugat secara hukum atau moral Gubernur Banten yang dengan gegabah memindahkan Kas Daerah ke Bank BJB.

Wakil ketua DPRD Banten Barhum HS menyatakan sikap dan dukungannya agar Gubernur Banten memahami efek yang dirasakan saat perpindahan Kas Daerah dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk terlibat memantau dan mengkritisi kebijakan yang diambil oleh Gubernur Banten.

“Saya tetap bersikap pada langkah Awal dimana Kami tetap menggalang suara agar Gubernur Banten membatalkan Keputusan Gubernur yang sudah terlanjur beredar”, ungkap Barhum.

Ketua Komisi 3 Gembong R. Sumedi juga memberikan dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama membangun kesepahaman mengawal uang rakyat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Banten.

“Jika menurut Kawan-Kawan ABM, Pinjaman 800 Miliar ke BJB tanpa Bunga merupakan bonus dari Pemindahan KASDA maka Saya Mendukung upaya Hukum Kawan-Kawan ABM” terang Gembong saat ditengah diskusi yang terjadi antara ketua ABM Arwan dengan Ketua Komisi 3 Gembong di ruang Komisi.

Arwan ketua Aliansi Banten Menggugat (ABM) bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten yaitu  Ir. H. Gembong R. Sumedi, MM
Arwan ketua Aliansi Banten Menggugat (ABM) bersama Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten yaitu Ir. H. Gembong R. Sumedi, MM

Sedangkan Anggota DPRD Lainnya H. Efu Saefullah yang juga ketua DPC PKB Kabupaten Lebak mengungkapkan Kekecewaannya pada tindakan Gubernur Banten yang dianggap tidak matang dalam mengambil keputusan. Saat ditanya via WhatsApp akan Konsistensinya terhadap Penolakan Beliau menjawab Masih konsisten dengan ungkapan dan sikap Awal.

“Ya Kang, InsyaAllah Saya masih Konsisten pada Sikap Saya dari awal yang mempersoalkan Perpindahan KASDA”, tulis H Efu dalam WhatsApp nya.

Disisi lain dukungan dari berbagai Aktivis Pergerakan Masyarakat dan Mahasiswa mulai berhamburan dibuktikan dengan ajakan dari berbagai penggiat dan aktivis perbankan serta gerakan pemuda lainnya untuk bersama-sama Membangun kesepahaman dalam mengingatkan Gubernur Banten untuk kembali membatalkan pemindahan Kas Daerah.

“Jika saja tidak Covid-19 kami sudah turun ke Jalan untuk Aksi Demonstrasi besar-besaran”, ungkap Salah satu Peserta diskusi yang digelar Via Zoom dengan melibatkan Ketua ABM Arwan sebagai salah satu Narasumber nya.

Dukungan dari Tokoh Banten menjadi penting diraih, salah satu Tokoh Banten H. Akhmad Jajuli Idris yang juga Anggota Kadin Banten memberikan dukungan kepada Gerakan Aliansi untuk lebih fokus pada visi mengembalikan Kas Daerah dan atau mendesak Anggota Dewan untuk Mendesak Gubernur Banten mengembalikan Kas Daerah.

“Fokus gerakan ABM mestinya sudah terukur, kita sebagai masyarakat mendukung langkah yang dilakukan oleh Advokat dari ranah hukum dan gerakan sosial oleh kawan-kawan ABM. Faktanya apa yang dilakukan oleh Gubernur Banten WH sarat dengan kecacatan dan mematikan Bank Banten”, paparnya.

“Kita sebagai orang Banten harus miliki identitas, Bank Banten adalah identitas dan mimpi setiap daerah jangan sampai kepercayaan publik kepada Bank milik sendiri semakin berkurang. Maka jalan satu-satunya ialah Galang kecintaan terhadap Banten”, tegas Jajuli.

Dukungan dari H. Akhmad Jajuli Idris kepada Aliansi Banten Menggugat dalam memperjuangkan Kasda Bank Banten.
Dukungan dari H. Akhmad Jajuli Idris kepada Aliansi Banten Menggugat dalam memperjuangkan Kasda Bank Banten.

Tokoh lain yang sudah memberikan dukungan kepada Gerakan ABM merespon setiap gerakan yang dishare di media sosial mereka semua telah menjadwalkan untuk diskusi dan menggalang kekuatan untuk mempertahankan Marwah Banten. Salah satu Tokoh yang sudah Menjadwalkan bertemu dan berdiskusi dengan Pengurus ABM ialah Buya Karis tokoh Banten yang peduli terhadap identitas lokalistik dalam hal ini Banten.

Buya Karis memandang perlu memberikan dukungan agar identitas Banten tidak hilang.

“Saya sudah pesan 30 kursi untuk kawan-kawan pengurus dengan tetap memperhatikan Physical Distancing. Saya harap Kawan ABM bisa hadir dan Diskusi agar kita bisa menyatukan kesepahaman tentang Persoalan yang saat ini berkembang”, pinta Buya Karis yang juga selaku Ketua Umum DPP ORMAS Badak Banten.

Arwan saat dikonfirmasi terkait dukungan dari berbagai Pihak menyatakan optimis nya gerakan ini membuahkan hasil.

“Jika kawan-kawan lihat Surat Gubernur Banten terakhir yang dilayangkan ke Presiden itu adalah bentuk pesimistis dari seorang gubernur karena belum ada tanggapan dari BJB bahkan indakan mengarah kepada Merger. Jika merger tidak terjadi lalu likuiditas Bank Banten memburuk, Rush Money (Pengambilan dana besar-besaran dari Bank) terus menerus maka Bank ini akan Mati, Karyawan akan berhenti. Maka Kami mendesak semua pihak untuk Meminta Gubernur kembalikan Kas Daerah”, tegas Arwan.

“Terimakasih atas Dukungan semua pihak ini tentu menjadi suplemen gerakan kami, kami berharap semua Bergerak kita ‘Keroyokan’ agar gerakan ini berubah menjadi Gerakan Sosial yang besar sebagai ungkapan penolakan”, tutupnya. (AGS)