ABM siapkan 4 langkah strategis untuk selamatkan Bank Banten.
ABM siapkan 4 langkah strategis untuk selamatkan Bank Banten.

LEBAK, beritajuang.com – Upaya mempertahankan keberadaan Bank Banten terus digelorakan Aliansi Banten Menggugat (ABM). Selain terus melakukan roadshow ke sejumlah tokoh politik, agama dan tokoh masyarakat Banten, ABM juga telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam rangka melawan kebijakan Gubernur Banten tersebut, Senin (11/05/2020).

Sekretaris ABM, Adi Firman menegaskan bahwa langkah strategis perjuangan telah mereka siapkan untuk mempertahankan keberadaan Bank Banten tersebut.

“Pertama, kami akan terus yakinkan publik Banten bahwa kebijakan Pemprov memindahkan RKUD (Rekening Kas Umum Daerah, red) adalah cacat hukum. Rakyat Banten harus tahu ini. Bersama para advokat, ABM siap melakukan gugatan hukum”, ujar Adi kepada awak media.

Langkah berikutnya, lanjut Adi Firman, ABM telah dan terus menganalisa dampak buruk dari kebijakan serampangan tersebut karena telah menimbilkan tsunami ekonomi di Banten.

“Kami telah mencatat, dampak pemindahan RKUD ini yang begitu besar dan ini tidak dipertimbangkan gubernur”, imbuhnya.

Aktivis ABM yang lain, Mohamad Iyos Rosyid menambahkan bahwa pihaknya akan mendesak lembaga terkait untuk mengusut masalah ini. DPRD Banten, Kejaksaan Tinggi, Polda Banten dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai harus mengusut masalah ini.

“Kebijakan ini sudah merugikan rakyat, DPRD Banten harus bertaji. Kapan lagi membela rakyat Banten kalau bukan sekarang. Aparat penegak hukum juga harus turun tangan karena kebijakan ini sangat kental perbuatan pidananya”, ujar pria yang akrab disapa Yosa ini.

Adi Firman dan Yosa menegaskan bahwa sebagai solusi bagi penyelamatan Bank Banten, pihaknya akan menggalang dana dari rakyat yang nantinya akan diserahkan ke manajemen Bank Banten agar bisa menjaga liquiditas bank.

“Kami lagi pikirkan untuk menggalang dana rakyat. Dana umat ini akan diserahkan kepada Bank Banten sebagai saham rakyat Banten”, imbuh keduanya. (AGS)

SMSI