Cuplikan video penyebaran ulat bulu di area Hutan Jagaraksa yang menyerang ribuan kios atau warung.
Cuplikan video penyebaran ulat bulu di area Hutan Jagaraksa yang menyerang ribuan kios atau warung.

LEBAK, beritajuang.com– Ribuan ulat bulu menyerang ratusan pohon meranti dilokasi destinasi Hutan Adat ‘Race Area’ yang berlokasi di Kampung Cibangkala, Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Lebak-Banten, pada Minggu (17/05/2020).

Nampak sebuah hutan meranti yang sebelumnya terlihat asri dan digemari warga sebagai salah satu lokasi bermain juga tempat peristirahatan para pengendara yang melintas di Jalan Raya Muncang-Sobang.

Pantauan awak media beritajuang.com saat melihat kondisi Hutan Adat saat ini, nampak pohon meranti yang semula indah kini rusak parah. Daun pohon meranti yang dulu hijau lebat kini telah habis dimakan pasukan monster kecil menjijikan hingga tinggal menyisakan ranting kering.

Akibatnya, Para pengunjung terlihat sepi, Deretan warung nampak ditutup pemilik akibat keberadaan ribuan ulat bulu tersebut.

“Melewati area hutan tersebut sangat menghawatirkan karena ribuan ulat banyak, penuh sampe kejalan. Ini fenomena pertama kali yang saya lihat, harus ada penanganan yang cepat dari pemerintah Kabupaten Lebak”, kata Agun yang melewati area lokasi itu.

Hutan Adat Jagaraksa, Muncang, Lebak, Banten yang terserang oleh ribuan ulat, pada Minggu (17/05/2020).
Hutan Adat Jagaraksa, Muncang, Lebak, Banten yang terserang oleh ribuan ulat, pada Minggu (17/05/2020).

Diketahui bahwa area tersebut sebagai akses jalan penghubung warga Citorek, Sobang, yang menuju Rangkasbitung, karena area ini adalah satu-satunya akses transportasi selama jembatan Muhara dan Jembatan Cinyiru rusak.

Meski tidak membahayakan, Agun berpesan agar warga tidak bermain disana sampai ulat itu berkamuplase menjadi kepompong. “Meski ulat tidak menggigit tetapi bulu ulat bisa membuat kulit gatal-gatal”, katanya.

Sementara Pihak Taman Nasional dan Tokoh Kasepuhan Adat Kampung karang belum dapat diminta tanggapan terkait keberadaan ulat tersebut.

Warga berharap, ada upaya untuk mencegah agar Ulat bulu tidak berpindah ke Blok hutan meranti yang lebih luas di sebelah lokasi wisata atau Race Area. (FELIK)

SMSI