Seminar online nasional bertema ketahanan keluarga selama pandemi Covid-19.
Seminar online nasional bertema ketahanan keluarga selama pandemi Covid-19.

RIAU, beritajuang.com– Komunitas Virtual dengan Psikologi (Kovid Psikologi) kembali mengadakan seminar online nasional. Seminar jilid 6 ini diikuti oleh 278 peserta seluruh Indonesia. Seminar yang dilaksanakan hari Jumat (15/05) ini mengangkat tema tentang ketahanan keluarga dan antisipasi efek the new normal. Tema ini dibahas dari dua perspektif keilmuan yaitu psikologi dan ekonomi.

Menurut keterangan dari Cahaya Makbul selaku koordinator kegiatan acara ini menyebutkan bahwa pelaksana sengaja mendatang dua guru besar di bidang psikologi dan satu lagi seorang ekonom millenial untuk membahas tuntas tentang tema ini. Dua guru besar itu adalah Prof.Dr.Khairunnas Rajab M.Ag seorang guru besar psikologi agama sekaligus dekan Fakultas Psikologi UIN SUSKA Riau dan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si, Psikolog seorang guru besar psikologi keluarga Universitas Gajah Mada. Sedangkan ekonom millenialnya adalah Bhima Yudhistira Abdinegara, M.Sc seorang peneliti di INDEF yang mana wajahnya sudah tak asing lagi dalam diskusi-diskusi ekonomi di TV swasta nasional.

“Dalam seminar kali ini memang ada kolaborasi apik. Pertama Kolaborasi dua keilmuan yaitu psikologi dan ekonomi, yang kedua kolaborasi dua generasi yaitu X dan millenial,” tambah Cahaya kepada beritajuang.com Senin (18/05/2020).

Bima Yudhistira seorangĀ  milenial yang concern terhadap ekonomiĀ  dalam pemaparannya menjelaskan bahwa tidak semua keluarga mampu bertahan khususnya menghadapi krisis pangan. “Jadi saya sarankan jangan berharap pada bantuan pemerintah, rakyat harus bantu rakyat,ciptakan dapur umum sebagai bentuk solidaritas pangan,” katanya.

Bhima juga menjelaskan Efek negatif dari the new normal sektor ritel dan pusat perbelanjaan akan berkurang drastis pengunjungnya. Positifnya muncul profesi baru tanpa kantor, remote working menjadi suatu keniscayaan. Sektor kesehatan akan booming dalam jangka panjang. Solusinya pangkas anggaran, batalkan pemindahan ibu kota baru, realokasi seluruh proyek infrastruktur untuk stimulus, potong gaji pejabat negara dan anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Sementara itu Prof.Dr.Tina Afiatin mengatakan bahwa pandemi Covid 19 selain memberikan tantangan baru bagi keluarga, juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk belajar meningkatkan ketahanan psikologis di era digital ini melalui: Literasi Media Digital, Mediasi Orang Tua, Penguatan Keluarga, dan Adaptasi terhadap Kenormalan Baru.

“Kita belum tahu kapan Pandemi Covid 19 ini akan berakhir sehingga diperlukan kemampuan adaptasi agar bisa menjalani hidup dengan sejahtera,” ungkap guru besar UGM ini.

Prof.Dr. Khairunnas Rajab menambahkan dalam kondisi the new normal seperti ini diperlukan family strength yang mampu menguatkan didalam keluarga. “Family strength itu meliput keuletan, ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri,”ungkap guru besar psikologi agama tersebut.

Kolaborasi yang luar biasa ini memang mendatang antusiasme tersendiri para peserta seminar. Peserta seminar yang tergabung di zoom dan live streaming youtube mengajukan berbagai pertanyaan kepada ketiga narasumber. Banyaknya pertanyaan yang masuk adalah bagian dari bukti antusiasme tersebut. Mulkismawati Safar selaku moderator dalam seminar tersebut juga mengatakan bahwa dalan seminar kali ini ada give away. “Dua peserta dengan pertanyaan terbaik akan dapat satu buah buku,” ungkapnya. Sementara yang menentukan siapa penanya terbaik itu adalah narasumber. Dua peserta yang beruntungn itu adalah Lisa Ariani dari Surabaya dan Marisa Handayani dari Tembilahan. (MIR)

SMSI