ABM lakukan kajian pada Rabu (27/05/2020).
ABM lakukan kajian pada Rabu (27/05/2020).

SERANG, beritajuang.com– Aliansi Banten Menggugat (ABM) gelar rapat terbatas bersama Gerakan Cinta Rakyat Baten (GETAR BANTEN) Pada Rabu (27/05/2020).

“Upaya strategis dalam gerakan penyertaan modal rakyat menjadi perhatian kami saat ini, selain update listing para penyetor modal, kita juga mempersiapkan media publisher agar semua masyarakat bisa melakukan checking secara berkala. Setiap penyetor modal akan kita tampilkan nama dan jumlah yg telah di setorkan. Maka kami meminta kepada seluruh masyarakat yang sudah menyetorkan modal untuk segera mengirimkan bukti pengiriman dan identitas diri, karena untuk kebutuhan verifikasi lembaga dan otoritas terkait saat di konversikan ke dalam bentuk lembar saham nantinya. Untuk gabung dalam gerakan penyertaan modal rakyat ini, masyarakat dapat menyetorkan sejumlah dana ke nomor rekening 0806299910 A.N GETAR BANTEN. Lalu mengkonfirmasikan bukti transfer dan foto kartu identitas ke nomor WA call center GETAR BANTEN di +62 821-1321-9400. Untuk kebutuhan validasi dan verifikasi data”, tutur H. Suryana selaku Bendahara ABM/ GETAR BANTEN.

GETAR BANTEN di claim ABM menjadi garda terdepan dalam penyelamatan Bank Banten, seruan gerakan penyertaan modal rakyat gencar dilakukan. Hal ini ditujukan untuk menekan aksi rush money dan mengembalikan kepercayaan publik pada Bank Banten.

Diketahui aksi Rush Money dipicu pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) oleh Gubernur Banten yang sebelumnya berada di Bank Banten. Mengularnya antrian para nasabah menggambarkan kepanikan masyarakat, sebagian nasabah malah menganggap Bank Banten mengalami kebangkrutan. Padahal sampai dengan saat ini Bank Banten masih beroperasi. Aksi pemindahan RKUD dan Rush Money membuat Likuiditas Bank Banten semakin tertekan.

“Keputusan pemindahan RKUD ini ialah keputusan ter Anomali sepanjang sejarah perjalanan Bank Pembangunan Daerah (BPD) manapun di Indonesia, hebatnya tidak lebih dari 1 hari keputusan tersebut dibuat, dasar pertimbangannya pun tidak diterima alias ditolak oleh lembaga yg di cantumkannya (BI), OJK saja menilai pemindahan RKUD harusnya tidak terjadi, malah mempertanyakan tanggungjawab penyertaan modal yang tak kunjung di setorkan. Karna kewajiban penyertaan modalnya belum juga dipenuhi beberapa tahun terakhir, itu pun sudah menjadi amanah perda No 5 tahun 2013. padahal kebutuhan modal Bank Banten sudah sangat mendesak sejak awal tahun, meski LO (Legal Opinion) atau pertimbangan hukum dari kejagung sudah di kantongi sekalipun, tetap tidak pernah di eksekusi pemprov. Di tambah kondisi wabah Covid-19 yang menekan perekonomian nasional bahkan dunia, tentunya makin memperberat likuiditas Bank Banten. Kalau saja tidak ada aksi hengkang RKUD oleh WH, tentu kondisi ini tidak akan terjadi, apalagi jika kewajiban penyertaan modalnya telah dilaksanakan, pasti Bank Baten bisa lebih survive meski dalam kondisi seperti sekarang ini (pandemik Covid-19), dan terus tumbuh. Ada apa ini dengan WH?”, tegas Arwan ketua ABM/ GETAR BANTEN.

Sejak Provinsi Banten di bawah kepempimpinan WH-Andika, kewajiban penyertaan modal Bank Banten belum pernah direalisasikan oleh pemiliknya (Pemprov Banten). Dari total kewajiban senilai 950 Milyar, baru 615 Milyar yg telah di sertakan. Hingga total kewajiban penyertaan modal yang belum disetorkan sebesar 335 Milyar.

ABM lakukan kajian pada Rabu (27/05/2020).
ABM lakukan kajian pada Rabu (27/05/2020).

“Soal kondisi Bank Banten yang di katakan terus merugi, itu tidak seperti yang dibayangkan. Inilah saatnya kita semua melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat, justru jangan memberikan pemahaman sempit yang menyesatkan. Mengapa? agar masyarakat memahami tentang perkembangan Bank Banten dalam upaya perbaikan sebagai icon kebanggaan orang banten, dan kita sebagai warga banten harus bangga. Bank Banten dalam kurun waktu 3 tahun terakhir berhasil menurunkan angka kerugian secara signifikan. sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 upaya perbaikan kinerja Bank Banten telah berhasil menurunkan angka kerugian, dimana kerugian bank Banten selama 3 tahun tersebut totalnya Rp313, penurunan kerugian atau kinerja positi berhasil dibukukan sebesar 57% dengan keterbatasan permodalan yang dimiliki Bank Banten. dengan memperhatikan prospek dan potensi bisnis kedepan masih ada harapan besar bagi bank Banten untuk sehat total. Tentu saja, harapan besar tersebut akan terwujud bila bank Banten mendapatkan dukungan penuh dari pemiliknya, bukan malah menghentikan pengelolaan dana kas daerah. Penarikan dana kas daerah dari bank Banten sama artinya dengan suntik mati”, tegas Asep Resmana Humas ABM/ GETAR BANTEN.

Ditambahkan Asep Resmana, bahwa berdasarkan laporan keuangan Bank Banten di kuartal I-2020 “Bank Banten Catatkan Perbaikan Kinerja yang mampu menekan kerugian tahun berjalan sebesar 39,9% dari Rp 55,795 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 33,542 miliar pada kuaral I-2020. Selain itu, NPL net mengalami perbaikan sebesar 0,91% dari 4,92% pada Desember 2018 menjadi 4,01% pada Desember 2019. Jadi begini, dalam setiap laporan keuangan itu, kerugian sebelumnya tetap dibukukan, adapun perbaikan (kinerja positif) di catatkan untuk mengoreksi kerugian sebelumnya. Ini Bank Banten baru optimal operasionalnya 3 tahun berjalan loh, ibaratnya masih bocah ketimbang BPD lainnya yang udah puluhan tahun”, jelasnya.

Kabar Merger Bank beberapa yang beberapa waktu lalu di sampaikan WH belum juga dapat dipastikan, karena baru dalam tahapan Letter of Interest (LOI). dalam bahasa Indonesia adalah surat minat, adalah suatu surat resmi bisnis, yang secara hukum tak mengikat para pihak tersebut didalamnya. proses merger Bank akan memakan waktu dan tahapan yang cukup panjang dimulai dengan persiapan due diligence. Due diligence bertujuan untuk mendapatkan suatu gambaran atau informasi aspek hukum mengenai suatu perusahaan, harta kekayaan tertentu atau hubungan hukum tertentu sehingga hasil due diligence menjadi bahan pertimbangan bagi pihak yang berkepentingan (misalnya investor) dalam mengambil keputusan sehubungan dengan transaksi yang akan dilakukan, seperti akuisisi saham atau harta kekayaan, merger, konsolidasi, emisi efek ataupun pemberian pinjaman. hasil due diligence kemudian dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), keputusan atau kesepakatan yang diambil bisa tepat dan menguntungkan kedua belah pihak secara merata. Sebaliknya, apabila hasil due diligence itu ternyata tidak menguntungkan pihak yang berkepentingan, maka kemungkinan opsi yang akan diambil ialah akuisisi ketimbang merger.

“Sebagai Pemegang saham pengendali terakhir, sebagaimana yang di atur dalam Undang-Undang tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UUPPKSK) No 9 tahun 2016. Selain memuat kewajiban penyertaan modal bank (pasal 18 ayat 2), ia juga bertindak sebagai pemegang saham pengendali yang kewajibannya didasarkan pada “fiduciary duty”, wajib memiliki kemampuan untuk mengendalikan keputusan-keputusan strategis bank dan mengedepankan tindakan yang terbaik untuk bank. Lah ini baiknya dimana? Coba pak WH sebutin 1 aja manfaat pindah RKUD, jangan banyak-banyak 1 aja. kalau soal dampak buruknya jangan ditanya dah udah pasti bejibun. Difikir pindah kas daerah otomatis uang pindah tempat? Ya ga bisa, Pemprov belakangan, karena memiliki “perikatan” secara hukum dengan bank banten sebagai pemegang saham, pengendali terakhir pula. Pasti Bank Banten menuhin dulu Rush Money rakyat lah, itu semua effect dari kepanikan masyarakat terhadap pemindahan RKUD itu sendiri. Nah, sekarang Manfaatnya dimana? Penyelamatan uang rakyatnya dimana? Merugikan udah pasti buat para nasabah dan Bank Banten itu sendiri sebagai asset daerah”, tutup Adi Firman sekretaris ABM/ GETAR BANTEN. (DSR)

SMSI