Aom Syukur Ketua RT yang kini akan ikut laga kompetisi Calon Kepala Desa Sukamanah.
Aom Syukur Ketua RT yang kini akan ikut laga kompetisi Calon Kepala Desa Sukamanah.

LEBAK, beritajuang.com– Pemilihan Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak masih terbilang cukup lama namun situasi dan kondisi di desa begitu sangat terasa. Para kontestasi sudah bermunculan kepermukaan untuk mencari simpatik masyarakat. Meski masih satu tahun lagi (2021) masa kepemimpinan kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping akan berakhir. Figur-figur baru bermunculan untuk berlaga pada kontestasi politik desa.

Ada yang menarik perhatian publik, bahwa figur kepala Desa tidak hanya dari kalangan pengusaha, guru, ataupun profesi yang hebat. Justru ini muncul dari Ketua Rukun Tetangga (RT) untuk memperebutkan Kursi kepemimpinan Kepala Desa ke-7 di Desa Sukamanah, pada Senin (01/06/2020).

Dihubungi secara langsung oleh beritajuang.com Ketua RT Aom Syukur menjelaskan bahwa dirinya akan maju menjadi Bakal Calon Kepala Desa Sukamanah pada tahun 2021 karena desakan dari masyarakat yang menginginkan figur baru untuk memimpin. Apalagi dirinya di nilai memiliki banyak pengalaman dalam mengambil kebijakan di pemerintahan di mulai dari tingkat RT.

“Hadirnya saya dalam bursa pencalonan Pilkades karena ada sesuatu yang harus saya perbaiki di tahun 2021 untuk membantu masyarakat dalam mencapai kesejahteraan. Bukan dalam artian masa sekarang belum sejahtera akan tetapi untuk kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Sukamanah kedepannya”, ungkapnya.

Ditanya soal kepemimpinan Kepala Desa Sukamanah yang angka ganjil dan selalu tidak tuntas dalam menjabat karena meninggal dunia, Aom Syukur menjawab bahwa angka ganjil tersebut hanyalah mitos dan semua kita pasrahkan kepada Allah SWT sang pencipta kita. “Karena belum ada sejarahnya Kepala Desa Sukamanah menjabat 2 periode, hampir semuanya 1 periode”, ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Dosen Komunikasi UNMA (Universitas Mathlaul Anwar) Banten, Agus Deni Kencana menjelaskan bahwa semua orang punya hak politik untuk mencalonkan diri menjadi pemimpin. Kendati demikian, tentunya yang akan berlaga menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan desa agar lebih baik dan kemajuannya dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

“Pola yang dilakukan oleh salah satu RT ini harus menjadi perhatian serius lawan politiknya. Karena komunikasi yang dibangun olehnya akan berefek bola salju. Simpatik masyarakat dimulai terkecil hingga besar seperti gumpalan bola salju”, terangnya.

Agus Deni menjelaskan bahwa para peserta yang akan berlaga pada kontestasi politik sebaiknya beradu gagasan dan program yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

“Zaman sudah mulai berubah, perang otot sudah tidak diperlukan lagi, saatnya berlaga dengan menggunakan ide dan gagasan untuk kemajuan desa. Waktu satu tahun gunakan dengan baik, karena ide dan gagasan yang dibawa oleh Calon Kepala Desa akan sangat berpengaruh terhadap jumlah pemilih dan dukungan untuk masing-masing bakal calon Kepala Desa”, tutupnya. (MARNO)

SMSI