Mahasiswa Asal Lebak Selatan lakukan Aksi Solodaritas Kecam Pelaporan Aktivis, pada Jum'at (12/06/2020).
Mahasiswa Asal Lebak Selatan lakukan Aksi Solodaritas Kecam Pelaporan Aktivis, pada Jum'at (12/06/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Terkait dilaporkannya aktivis pegiat sosial Nurjaya oleh salah satu anggota dewan Musa Weliansyah ke Ditreskrimsus Polda Banten, Sejumlah mahasiswa gelar aksi bentang spanduk di alun-alun Malingping, Kabupaten Lebak, Aksi ini merupakan bentuk solidaritas sesama aktivis, pada Jumat (12/06/2020).

Salah seorang Mahasiswa asal Lebak Selatan sebut saja Nasrudin, mengatakan, pihaknya mengecam atas dilaporkannya aktivis Nurjaya ke Polda Banten oleh anggota DPRD Lebak tersebut, Nasrudin menilai bahwa Musa sudah menyalahi tugasnya sebagai wakil rakyat dengan menjadi pelapor aktivis.

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas, lantaran kawan kami Nurjaya seorang aktivis pegiat sosial saat ini tengah dilaporkan Musa Weliansyah anggota DPRD Lebak ke Polda Banten atas tudingan pencemaran nama baik di Media Sosial akun Facebook Nurjaya Matakita”, ujar Nasrudin di lokasi aksi.

Menurutnya, apa yang dilakukan anggota DPRD Lebak itu sudah berlebihan, seakan ingin membungkam pendapat orang lain yang tidak seirama dengan pendapatnya sendiri. Padahal masih banyak cara lain untuk menyeleseikan persoalan selain di meja hukum.

“Kami memperhatikan opini yang berkembang saat ini seakan aktivis membela koruptor. Ini sangat melukai dan menyakiti hati kami. Sebab kami tahu persoalan yang tengah dilaporkan Musa Weliansyah ke aparat penegak hukum bukan persoalan korupsi, melainkan persoalan dugaan pencemaran nama baik”, tuturnya.

Selain itu, kata Nasrudin, apa yang dilakukan Musa Weliansyah yang kerap memposting berbagai persoalan di media sosial dengan mengatasnamakan lembaga DPRD Lebak rasanya kurang elok. Sebab DPRD merupakan lembaga resmi negara yang seharusnya melakukan tindakan secara kostitusional sesuai tugas pokok fungsinya.

“Jika ada persoalan di masyarakat, DPRD kan bisa memanggilnya secara kelembagaan, bukan membuat kegaduhan di media sosial”, katanya.

Pihaknya berharap DPRD Lebak secepatnya mengambil sikap yang jelas dan tegas agar kegaduhan ini dapat segera selesai.

“Apa yang kami lakukan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Lebak. Kami tidak ingin kegaduhan ini terus berlanjut dan menjadi kegaduhan yang semakin besar”, paparnya. (MARNO)

SMSI