Wakil Ketua DPRD Banten Barhum dan Wakil Ketua Komisi III Ade Hidayat menerima hasil kajian ilmiah ABM pada Selasa (16/06/2020).
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum dan Wakil Ketua Komisi III Ade Hidayat menerima hasil kajian ilmiah ABM pada Selasa (16/06/2020).

SERANG, beritajuang.com– Sejumlah pengurus ABM (Aliansi Banten Menggugat) Menyerahkan hasil kajian kebijakan Gubernur Banten yang menyebabkan polemik berkepanjangan. Kajian dari Alur hingga tahapan yang disajikan dalam bentuk data dan fakta tertuang dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah.

“Kami serahkan hasil kajian kami yang telah kami inventarisasi dalam bentuk karya tulis ilmiah tentunya berisi fakta dan data yang mengakibatkan pemindahan RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) dari Bank Banten ke BJB membuat Warga Banten risau”, ungkap Arwan Ketua ABM dan sekaligus Koordinator GETAR BANTEN pada Selasa (16/06/2020).

Hadir saat penyerahan Wakil Ketua DPRD Banten Barhum dan Wakil Ketua Komisi III Ade Hidayat mewakili ke lima belas legislator Banten yang mengajukan interpelasi.

“Saya berterima kasih atas kesediaan kawan ABM yang membantu menjadi penyambung lidah warga Banten, penyalur kegelisahan Warga Banten dalam bentuk gerakan sosial yang dibuktikan dengan konsennya kawan ABM menyuarakan imbas dari Kebijakan Gubernur Banten yang gegabah”, pungkas Barhum HS.

Ke delapan Pengurus ABM diantaranya ialah Arwan (Ketua ABM), Adi Firman (Sekretaris ABM), H Suryana (Bendahara ABM), Asep Safrudin (Humas ABM), Aris Riswanto (Tim Jaringan Eksternal ABM), Agus Sugianto (Tim Media ABM), Saeful Qudsi (Tim Investigasi ABM), dan Nday Hidayat (Tim Data ABM) diterima dengan suka cita oleh Kedua Anggota DPRD Banten yang fokus pada upaya mendaftarkan Hak Interpelasi ke Badan Musyawarah DPRD Banten.

Diskusi tentang hak interplasi legislator Banten.
Diskusi tentang hak interpelasi legislator Banten.

Adi Firman menjelaskan bahwa di dalam isi Karya Tulis Ilmiah yang dibuat dengan kerja tim dihasilkan beberapa pandangan yang menjadi rujukan dalam memberikan rekomendasi kepada Gubernur Banten serta alasan krusial yang memandang Kebijakan Pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB tidak dibenarkan dan berakibat fatal.

“Semua yang kami sajikan dalam isi karya tulis ini dapat dipertanggung jawabkan, dimana isinya menjelaskan mengapa pemindahan RKUD menjadi persoalan dilihat dari persepektif ekonomi, sosial, Politik bahkan Hukum. Saya sudah katakan berkali-kali jika Wahidin Halim bisa menjelaskan Kebermanfaatan Pemindahan RKUD yang positif Satu saja maka Saya akan mendukung Langkah Wahidin Halim”, ungkap Adi Firman yang juga salah satu inisiator lahirnya Gerakan Cinta Rakyat Banten (GETAR BANTEN).

“Banyak pernyataan Gubernur Banten yang keliru bahkan cenderung tidak bisa dipertanggung jawabkan, Kami bantah semua dalam isi Karya Tulis ini. Semoga Karya Tulis ini bisa menjadi suplemen tambahan untuk menjadi salah satu rujukkan saat isi interpelasi dibuat”, lanjutnya.

Sementara AHI sapaan untuk Ade Hidayat Anggota DPRD Banten dari Partai Gerindra meminta kepada ABM dan unsur masyarakat lainnya untuk terus berjuang dan tidak meninggalkan Kami (Anggota DPRD Banten) yang sedang menggunakan hak politik nya dalam kaitan dengan mencari jawaban konkret dari Gubernur Banten.

“Sejatinya apa yang Kami lakukan itu murni dari apa yang terjadi saat pergolakan hebat diluar, Masyarakat Banten sudah merdeka dari Jawa Barat tentu berharap mandiri dan bisa berkembang. Keputusan yang saya ambil untuk bersikap ikut menandatangani Hak Interpelasi murni tidak ada kaitan Poltik apalgi harus memakzulkan Wahidin Halim Gubernur Banten, ini adlaah langkah tepat yang dibangun Sebagai Refresentasi dari Tugas DPRD Banten Hak Bertanya, mohon Kami jangan ditinggalkan”, ungkap AHI dalam diskusinya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan secara Simbolik Karya Tulis dari Ketua ABM kepada Wakil Ketua DPRD Banten dengan didampingi oleh Ade Hidayat dan Seluruh Pengurus ABM yang Hadir.

“Ini adalah Dukungan yang sesungguhnya dari Rakyat sebagai Simbolik perlawanan pada Kebijakan yang tidak memiliki Faedah bahkan cenderung merugikan Warga Banten”, tutup Arwan. (AGS)

SMSI