Aliansi Banten Menggugat, selamatkan Bank Banten.
Aliansi Banten Menggugat, selamatkan Bank Banten.

SERANG, beritajuang.com– Beredarnya Surat Gubernur Banten bernomor 580/1135-AD PEMDA/2020 perihal Konversi Dana KASDA Provinsi Banten menjadi Setoran Modal Bank Banten tertanggal 6 Juni 2020 disambut baik oleh Aliansi Banten Menggugat (ABM). Pernyataan tersebut terungkap saat ABM melakukan Kegiatan Pelaporan Hasil Kajian ABM melalui Zoom Meeting pada Kamis (19/06) Pukul 10.00 WIB s.d Selesai.

“Kami mendukung penuh upaya baik Gubernur Banten yang mau mendengarkan saran dan masukan dari ABM dan sejumlah lapisan masyarakat lain, ini menandakan bahwa Gubernur Banten Wahidin Halim sadar telah kembali menjadi PSPT yang sesungguhnya dengan menggunakan metode Konversi. Bagi Kami ini hanya Persoalan tekhnis saja niat untuk menyehatkan harus diapresiasi ditengah Pandemi Covid19”, ungkap Arwan kepada beritajuang.com pada Jum’at (19/06/2020).

Kegiatan yang dipandu oleh Nday Hidayat (Digo) salah satu pengurus ABM tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber lain yaitu Adi Firman Sekretaris ABM, dan H Akhmad Jazuli Penasihat ABM. Tampak pula Dr Rizqullah Thoha Tokoh Perbankan yang menyikapi laporan yang dilakukan oleh ABM Via Zoom Meeting.

“Point dalam isi Jurnal yang Kami berikan kemarin sudah sangat jelas Upaya Penyehatan Bank Banten adalah harga mati sebagai langkah awal untuk mengembalikan RKUD dari BJB ke Bank Banten seusai arahan OJK. Tentu Saya menyambut baik keluarnya surat Gubernur Banten yang mengisyaratkan Penyertaan Modal ke Bank Banten sebesar 335.400.000.000 (Tiga Ratus Tiga Puluh Lima Miliar Empat Ratus Juta Rupiah) yang akan dikonversi dari angka Satu Triliun Lebih”, pungkas Adi dalam Paparannya.

Euforia menyambut baik Langkah Gubernur Banten tampak dalam beberapa Status Facebook masyarakat Banten terbukti dengan beberapa kali dibagikannya surat tersebut dengan beragam Komentar publik.

“Ini menunjukkan bahwa Kami (ABM) Konsisten pada Persoalan bukan pada pribadi Gubernur Banten, jika Gubernur Banten sudah mau Respect kepada Warganya kami balik Mendukung itu kan langkah baik tidak seperti kemarin yang ‘Keukeuh’ berupaya ambil sikap lain. Kami dorong langkah tersebut dengan terlebih dahulu akan bersurat ke Bank Banten dan DPRD Komisi 3 yang menjadi Mitra Kerja Bank Banten untuk memastikan langkah gubernur menjadi langkah konkret”, ungkap Arwan.

“Perihal harus ada PERDA terlebih dahulu itu bukan soal, karena langkah Merger atau Akuisisi sekalipun tentu miliki tahapan dan proses yang panjang setidaknya langkah yang diambil saat ini sudah menunjukkan Gubernur Banten mau mendengarkan Aspirasi Warga Banten”, lanjut Arwan.

Dalam salah satu Akun Facebook milik Arban Ramizud yang diketahui milik Ade Gogo dan Hakiki Hakim, Baraya Ems serta Penggiat Media sosial lainnya terdapat kecenderungan dukungan untuk langkah Gubernur Banten yang menggembirakan tersebut.

Dukungan dari salah satu warga Banten terkait Bank Banten.
Dukungan dari salah satu warga Banten terkait Bank Banten.

“Asik Bank Banten Kembali Sehat..” tulis Akun Arban dalam Media Sosial Facebook yang langsung diserbu oleh komentar netizen lainnya.

Sementara itu Pembina PPKB sekaligus Bendahara Aliansi Banten Menggugat H Suryana mengukapkan kegembiraanya dengan segera menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya bersama PPKB yang akan dibawa dalam Rapat dengan ABM.

“Dari awal Kami (PPKB) mau terlibat dan melekatkan diri di ABM karena ABM adalah organ taktis yang Konkret serta konsisten membangun gerakan publik. Pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB yang dilakukan secara mendesak dan tak kompromi tentu berakibat fatal hingga saya meleburkan diri di ABM dan bertekad untuk mengingatkan Gubernur Banten agar segera mengembalikan KASDA ke Bank Banten dan per tanggal 16 Juni 2020 akhirnya Pak Wahidin Halim selaku Pemegang Saham Bank Banten sekaligus Gubernur Banten mendengar dan mau ikuti saran Kami dan Warga Banten”, jelas H Suryana pada Media saat dikonfirmasi melalui telepon. (AGS)

SMSI