ABM

LEBAK, beritajuang.com– Bertempat di sekretariat Getar Banten Kampung Aweh Kecamatan Kalang anyar, Aliansi Banten Menggugat (ABM) dan Gerakan Cinta Rakyat Banten (GETAR BANTEN) melaksanakan “Konferensi Pers” terkait perkembangan Kisruh Bank Banten yang telah memasuki babak baru, pada Selasa (23/06/2020).

Diketahui, tanggal (16/04/2020), Gubernur Banten dalam suratnya Nomor 580/1135-ADPEMDA/2020 TENTANG KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN, yang memuat langkah keseriusannya dalam penyelamatan Bank Banten. pasca kisruhnya pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), serta munculnya rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang juga mewajibkan penyertaan dan menambah modal untuk Bank Banten.

Pasca terbitnya surat Gubernur Banten Perihal “Konversi Dana Kasda Provinsi Banten Menjadi Setortan Modal” dengan total 1,9T tersebut. Kekisruhan masih saja terjadi terkait issue yang menganggap belum jelasnya proses penyelamatan yang dilakukan oleh Gubernur terhadap Bank Banten, serta dianggap “ciut” nya Interpelasi DPRD Provinsi Banten.

Menanggapi Hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat mengatakan “pasca konversi dana kasda menjadi penyertaan modal, kami terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada pemprov untuk mengambil langkah kongkrit untuk menyehatkan Bank Banten. Bagaimanapun interpelasi tujuan besar memperbaiki Bank Banten dan saat pemprov sudah mulai menunjukan langkahnya untuk menyehatkan Bank Banten, dan seiring dengan itu kami menunggu langkah kongkrit pemprov untuk segera menjalankan rekomendasi DPRD Banten, jadi ini kan kita butuh waktu”. jelas Ade Hidayat yang juga selaku ketua DPC Gerindra Kabupaten Lebak.

Atas dasar hal tersebut ABM/GETAR BANTEN dalam “konferensi Persnya” kepada awak media menyampaikan pernyataan sikapnya

PERNYATAAN SIKAP RESMI ABM/GETAR BANTEN ATAS KONDISI YANG TERJADI TERHADAP RESPON DARI TERBITNYA SURAT GUBERNUR BANTEN NOMOR: 580/1135-ADPEMDA/2020 TENTANG KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN

1. Mengapresiasi seluruh gerakan element masyarakat yang mendorong upaya penyelamatan Bank Banten pasca keputusan Pemindahan RKUD oleh Gubernur Banten yang di anggap sebagai kecerobohan dan kesalahan fatal. Dan terus menekan keputusan tersebut secara kuat. Hingga lahirnya Surat Gubernur Banten tentang KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN senilai 1,9T

2. Mengapresiasi ke 15 anggota DPRD Banten yang mengajukan HAK Interpelasinya untuk menekan Keputusan Gubernur Banten pasca Pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB, yang telah menimbulkan potensi kerugian besar dan kegaduhan masyarakat di tengah Pandemik Covid-19 . Hingga akhirnya lahir Surat Gubernur Banten tentang KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN senilai 1,9T

3. Mengapresiasi ketegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam langakah penyelamatan Bank Banten dengan MEWAJIBKAN Pemprov Banten (Pemilik) melaksanakan kewajiban penyertaan dan penambahan modal pada Bank Banten dengan total 1,9T. Serta PENGEMBALIAN RKUD pada Bank Banten.

4. Mengapresiasi pihak pihak yang terlibat dalam lahirnya rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). saat rapat koordinasi antara OJK, LPS, pimpinan DPRD, pihak Bank Banten, Kejagung, dan Pemprov Banten beberapa waktu lalu melalui video teleconference

5. Mengapresiasi Langkah Gubernur Banten dalam penyelamatan Bank Banten, atas terbitnya SURAT GUBERNUR BANTEN NOMOR: 580/1135-ADPEMDA/2020 TENTANG KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN

6. Mendukung DPRD PROVINSI BANTEN. Khususnya Komisi III DPRD Banten, untuk melakukan pengawalan ketat dalam realisasi Pemprov Banten melakukan rencana KONVERSI DANA KASDA PROVINSI BANTEN MENJADI SETORAN MODAL BANK BANTEN senilai 1,9T. Yang HARUS di realisasi PENUH dalam APBD Perubahan 2020.

7. Mendesak DPRD PROVINSI BANTEN, untuk menggunakan HAK INTERPELASI nya secara penuh (85 Anggota DPRD Banten), dan melakukan IMPEACHMENT pada Gubernur Banten. APABILA TIDAK merealisasikan atau menghambat dan atau sengaja memperlambat langkah-langakah penyelamatan Bank Banten di tahun 2020. Karena Opsi penyertaan modal secara bertahap di APBD 2021 adalah tindakan sengaja MEMATIKAN Bank Banten di tengah kondisi seperti sekarang ini.

8. Serta, Mendesak Gubernur Banten, untuk taat dan patuh dan penuh tanggungjawab dalam merealisasikan langkah kewajiban penyertaan dan penambahan modal untuk Bank Banten, bersama-sama dengan DPRD Provinsi Banten. Dan dengan cepat melakukan pengembalian RKUD ke Bank Banten, serta membatalkan opsi merger Bank Banten. Yang selambat lambatnya dilaksanakan “khusus” Kewajiban penyertaan dan penambahan modal sebesar 1,9T, SECARA PENUH di APBD Perubahan 2020. Ditambah perubahan atas Perda No 5 tahun 2013 khususnya tentang Pagu Penyertaan Modal yg semula sekitar Rp 950 Milyar menjadi seń∑itar Rp 2,5 Trilyun (Rp 600 M + Rp 335 M + Rp 1, 565 Milyar).

9. Mendesak Gubernur Banten dan DPRD Provinsi Banten untuk melakukan kerjasama dan upaya terbaik dalam merealisasi kebijakan penyehatan dan pemulihan Bank Banten. Dengan memperhatikan kebutuhan waktu secara cepat, cermat dan tepat, atas kondisi Bank Banten saat ini. Mengingat Bank Banten masih dalam status “Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) pasca pemindahan RKUD, yang berpotensi di ambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) apabila lambat dalam proses penanganannya.

10. Mendesak Gubernur Banten dan DPRD Provinsi Banten, secara simultan untuk terus menguatkan posisi Bank Banten sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten, dengan melakulan pemisahan dari PT. Banten Global Development (PT. BGD)

11. Mendesak Bupati dan Walikota di 8 Kabupaten Kota di Provinsi Banten, untuk berkomitment membangun daerahnya bersama PT. Bank Pembanguan Daerah Banten (BPD Banten).

12. ABM dan GETAR Banten MENDUKUNG seluruh upaya dan gerakan penyelamatan, penyehatan, dan penguatan Bank Banten dari berbagai element masyarakat dan Pemerintah Daerah, serta MENOLAK semua bentuk POLITISASI diluar tujuan penyelamatan, penyehatan, dan penguatan Bank Banten.

BANTEN, 23 Juni 2020
Aliansi Banten Menggugat (ABM)
Gerakan Cinta Rakyat Banten (GETAR BANTEN)

“Kami ingin seluruh masyarakat Banten mengetahui, bahwa kami ini hadir di atas kepentingan Rakyat dan juga hadir sebagai sebuah entitas demokrasi sehat, kritik yang konstruktif dan solutif”, jelas Arwan pasca menyampaikan pernyataan sikap ABM/GETAR BANTEN.

Pernyataan sikap resmi tersebut dibacakan oleh Arwan selalu ketua ABM/GETAR BANTEN, bersama pengurus dan anggota, di hadapan puluhan awak media.

“Jadi jelas ya posisi ABM/GETAR BANTEN yang sejak awal konsisten fokus di sini (penyelamatan Bank Banten), bukan di wilayah lainnya”, tutup Adi Firman Sekretaris ABM/GETAR BANTEN. (DSR)