Aliansi Banten Menggugat (ABM)
Aliansi Banten Menggugat (ABM)

SERANG, beritajuang.com– RDP atau Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan antara Sekda Al Muktabar dengan Komisi III DPRD Banten menghasilkan 10 Kesepakatan yang ditandatangani oleh Keduanya. Salah satu Kesepakatannya ialah Konsisten memberikan Penyehatan pada Bank Banten dengan Melakukan Langkah Konkret mewujudkan Surat Gubernur Banten yang dilayangkan kepada DPRD Banten tentang Konversi Dana KASDA.

“Saat Pernyataan Sikap Kemarin, kami Apresiasi langkah-langkah yang dilakukan seluruh unsur Stakeholder berikut Gubernur Banten dan Anggota DPRD Banten. Isi Pernyataan Sikap kita Jelas jika keduanya Melanggar Komitmen Penyehatan maka Kami atas nama Warga Banten akan ambil tindakan lain”, tegas Arwan.

Selang beberapa hari kemudian muncul pernyataan Komisi III DPRD Banten yang menyayangkan Sikap Sekda Banten yang melanggar Komitmen dengan tidak serius bahkan terkesan Mengulur waktu proses penyehatan Bank Banten.

“Sekda ini seperti tidak paham makna ‘day to day‘ dan abaikan komunikasi yang dibangun sehingga Proses Penyehatan tersendat. Kami minta Al Muktabar di copot dari Jabatannya sebagai SEKDA Banten”, ungkap Arwan.

Ketua Komisi III DPRD Banten Gembong R Sumedi dalam pernyataannya di Media lain menyampaikan bahwa SEKDA abaikan Golden Time yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), padahal SEKDA Banten merencanakan akan melaporkan perkembangan proses penyehatan Bank Banten setiap hari.

“Saya sudah ingatkan SEKDA agar tidak menyia-nyiakan Waktu sebulan ini. Kalau ini diabaikan sudah Wassalam”, ungkap Gembong.

Sementara Adi Sekretaris ABM yang secara utuh merilis Pernyataan Sikap ABM secara Tegas Mengatakan bahwa Langkah siapapun yang terhenti atau bahkan secara sengaja Mengulur waktu dan menghambat proses Penyehatan Bank Banten akan di Lawan.

“Dalam isi Pernyataan Sikap Kami Jelas, pad Point 7 Kami (ABM) sertakan agar Anggota DPRD Banten menggunakan Hak Interpelasinya dan bila Perlu Gubernur diimpeacmentkan saja jika menghambat Proses Penyehatan Bank Banten”, pungkasnya.

“Jika ini terus terjadi maka secara khusu kami nyatakan Gubernur Banten telah berbohong, maka langkah awal sebagai bentuk ketegasan agar Gubernur tidak Kami anggap berdusta maka COPOT SEKDA BANTEN segera!!”, tutup Adi Firman. (SS)

SMSI