Pelatihan Lebah yang diinisiatori oleh Komunitas Juang Lebak, pada Minggu (05/07/2020).
Pelatihan Lebah yang diinisiatori oleh Komunitas Juang Lebak, pada Minggu (05/07/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Komunitas Juang Lebak menggandeng praktisi dan stakeholders untuk wujudkan Kampung Buana, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, sebagai daerah penghasil madu. Acara dilaksanakan pukul 13.00-17.00 WIB, pada Minggu (05/07/2020).

Hadir dalam acara tersebut, praktisi lebah yaitu Wandi S. Assayid, organisasi Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) Kabupaten Lebak, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lebak, Organisasi NU (Nahdlatul Ulama) Kecamatan Malingping, Pihak Desa Sukamanah, BPD Desa Sukamanah, dan Masyarakat yang tergabung di dalam komunitas.

Hidir selaku Sekretaris Desa Sukamanah yang mewakili Kepala Desa Sukamanah karena tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan diluar desa.

“Beliau (kades) mohon ijin tidak bisa hadir dan salam untuk semuanya, saya mewakili kepala desa sangat mengapresiasi atas kegiatan ini. Potensi peternak Lebah sangat besar sekali, untuk itu mohon pemateri untuk menjelaskan bagaimana tata cara beternak Lebah ini”, ungkapnya.

Ia menambahkan Agar kedepan Kampung Buana, Desa Sukamanah ini, dengan potensi lebah yang bagus dapat menjadi icon Kampung Buana.

“Potensi Alam yang sangat indah, harus di tompang peran serta semua pihak dalam wujudkan itu. Desa Sukamanah tentunya akan dukung selalu untuk wujudkan semua itu”, ucap Sekdes Sukamanah.

Wandi S. Assayid dalam paparannya, mengapresiasi ada komunitas yang mau bergerak secara swadaya dalam mengangkat dan menggali potensi lokal yang ada. Komunitas Juang Lebak harus komitmen dalam wujudkan potensi yang ada ini.

Wandi S. Assayid dalam memaparkan materi ternak lebah.
Wandi S. Assayid dalam memaparkan materi ternak lebah.

“Kampung Buana merupakan Kampung yang berdekatan dengan pantai, akan tetapi nuansanya sejuk, asri, masih banyak pepohonan, dan bunga-bunga. Ini sebagai sumber dan anugerah yang harus kita syukuri”, ucapnya.

Ia menambahkan agar potensi yang ada dapat berkembang dengan baik, sinergisitas ABGC (Akademic, Business, Government, and Community) harus dijalankan dengan baik. Ajak jaringan yang ada untuk bersama-sama berkomitmen untuk wujudkan semua itu.

“Hadirnya Komunitas Juang Lebak selaku inisiator acara ini sebagai modal yang paling utama, karena melalui wadah ini peran wujudkan Kampung Buana sebagai sentra penghasil madu adalah sebuah keniscayaan”, ungkap Pemateri Praktisi yang pernah Ke Itali.

Hasil pantauan awak media, Acara begitu meriah, karena acara ini dipandu oleh Ibu Siti Nuarasiah selaku Ketua Fatayat NU Lebak, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh peserta dalam pelatihan ini. Mereka yang bertanya merasa puas dengan pelatihan yang diberikan oleh para pemateri.

Eman (memegang kertas), Ketua Ranting Komunitas Juang Desa Sukamanah.
Eman (memegang kertas), Ketua Ranting Komunitas Juang Desa Sukamanah.

Eman selaku Ketua Ranting Komunitas Juang Desa Sukamanah, sangat berkesan dengan adanya diskusi dan berbagi ilmu ini. Ia juga mengucapkan terimakasih banyak kepada pemateri yang jauh-jauh dari Rangkasbitung datang ke Kampung Buana.

“Jujur, selama saya tinggal di Desa Sukamanah, baru pertama ada sebuah Pelatihan materi seperti ini yang antusiasnya sangat tinggi dari masyarakat Kampung Buana RT 10, RW 01. Kami sangat senang, dukungan dari semua pihak menjadi sebuah kekuatan kami untuk terus semangat dalam wujudkan Kampung Buana menjadi sentra produksi madu”, ucapnya.

Kami juga akan terus giat melakukan penanaman bunga sebagai bahan makanan bagi para lebah, dan kami juga akan memperbanyak koloni lebah untuk hasilnya bisa dibagikan kepada masyarakat Kampung Buana yang ingin berternak Lebah”, tutupnya. (MIR)

SMSI