Bonnie Triyana, Dari Rangkasbitung Menjelajahi Dunia
Bonnie Triyana, Dari Rangkasbitung Menjelajahi Dunia

LEBAK, beritajuang.com– Pria lahir di Rangkasbitung pada 27 Juni tahun 1979 silam. Namanya Bonnie Triyana yang namanya mulai populer di kancah internasional karena keahliannya mengungkap sejarah.

Nama Bonnie Triyana mulai mencuat sebagai sejarahwan ketika mendirikan majalah sejarah yang sangat populer di Indonesia, yaitu Majalah Historia.

Dalam beberapa kali wawancara dengan awak media di Lebak, Bonnie sering melontarkan ide-ide cemerlangnya untuk memajukan Lebak.

Festival Seni Multatuli menjadi salah satu usungan Bonnie untuk mengenalkan Lebak ke tingkat nasional, bahkan Internasional.

“Sebagai putra daerah Lebak, tentu saya berharap Lebak bisa maju dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya,” kata Bonnie kepada awak media, Minggu (26/7/2020).

Bonnie Triyana, Dari Rangkasbitung Menjelajahi Dunia
Bonnie Triyana, Dari Rangkasbitung Menjelajahi Dunia.

Kata Bonnie, potensi alam di Lebak sangat banyak yang bisa diolah. Untuk itu, kata dia, sangat dibutuhkan sumbangsih tenaga dan pemikiran dari warga Lebak untuk memajukan daerahnya.

Menuru dia, semua warga Lebak bisa berkontribusi dengan berbagai cara, mulai ide, pemikiran dan berbagai jalan lainnya.

“Saya yakin, Lebak bisa menjadi daerah maju. Jaraknya sangat dekat dengan Ibukota RI, potensi alamnya juga luar biasa,” kata dia.

Soal menggali sejarah, Bonnie memang ahlinya. Menyelesaikan sarjana dari Jurusan Sejarah Universitas Diponegoro, Semarang pada 2003 menjadi modal kuat mengasah minatnya mengungkap sejarah yang ada di Nusantara.

Sempat mengenyam kuliah pascasarjana sejarah di Universitas Indonesia (2005) namun tidak selesai, kini Bonnie sering diundang ke berbagai perguruan tinggi di berbagai belahan dunia untuk mengisi forum ilmiah sejarah.

Sebelum mendirikan dan memimpin Majalah Historia, Bonnie juga aktif menulis di beberapa perusahaan media ternama, salah satunya Majalah Tempo.

Aktif bicara di forum ilmiah sejarah baik di tingkat nasional maupun internasional, Bonnie menjadi orang di balik gagasan berdirinya Museum Multatuli di tanah kelahirannya, Rangkasbitung.

Bolak balik ke Belanda, untuk mencari dokumen sejarah Nusantara sudah menjadi pekerjaan sehari-hari Bonnie. Sejak 2018 dia diundang menjadi sejarawan dan kurator di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda untuk menyelenggarakan pameran akbar tentang revolusi Indonesia pada tahun 2021.

Bonnie juga pernah menerima penghargaan perdana Anton Lucas Fellowship (2019) dari Flinders University, Adelaide, Australia untuk meneliti dokumentasi arsip koleksi sejarawan Anton Lucas. Dia juga kerapkali tampil sebagai narasumber siaran televisi dalam dan luar negeri. (RUL)

SMSI