Menje (30), warga Kampung Poleng Desa Mekar Rahayu Kecamatan Bojong Manik Kabupaten Lebak mengalami cacat fisik sejak lahir.
Menje (30), warga Kampung Poleng Desa Mekar Rahayu Kecamatan Bojong Manik Kabupaten Lebak mengalami cacat fisik sejak lahir.

LEBAK,beritajuang.com – Karsih (70) warga RT 03 RW 01,  Kampung Poleng, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Bojongmanik,  Kabupaten Lebak hingga kini masih berusaha mendapatkan bantuan dari pemerintah dan para dermawan. Ia memerlukan biaya untuk kesembuhan putri kesayangannya Menje (30), anak perempuan yang menderita cacat fisik.

Ketika ditemui di rumah yang mereka tinggali sejak lama dengan kondisi sudah tidak layak huni, Karsih yang saat itu istirahat diatas amben berbalutkan kasur lantai pemberian salah seorang relawan kemanusiaan dengan puteri perempuannya menuturkan, anaknya menderita cacat fisik sejak lahir. “Kami keluarga kurang mampu, sangat berharap bantuan dan ulur tangan dari para dermawan, untuk kesembuhan anak saya dan bantuan untuk dapat memperbaiki rumah kami yang usang termakan oleh zaman,” ujar Karsih.

Dirinya mangaku sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah, baik melalui dana Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun program bantuan sosial lainnya.

“Suami saya hanya ngambilin pasir di sungai serta buruh kasar yang sering di pekerjakan oleh para tetangga, rumah pun keadaannya seperti ini terkadang bocor kalau hujan tiba karena sudah banyak yang bolong dan kami belum mampu untuk memperbaikinya,” kata Karsih mengiba.

Menje (30), warga Kampung Poleng Desa Mekar Rahayu Kecamatan Bojong Manik Kabupaten Lebak mengalami cacat fisik sejak lahir.
Menje (30), warga Kampung Poleng Desa Mekar Rahayu Kecamatan Bojongmanik Kabupaten Lebak mengalami cacat fisik sejak lahir.

Kepada awak media Karsih mengatakan bahwa Ia, suami dan anaknya hingga kini harus seperti apa dan bagaimana lagi untuk menyambung hidup. Dirinya sempat putus asa dan beranggapan bantuan dari pemerintah hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja.

“Saya ingin melihat anak saya hidup seperti anak lainnya, mengalami pendidikan bisa bermain serta tertawa menikmati indahnya dunia, namun karena segala keterbatasan terpaksa sampai usia anak saya 30 tahun pun saat ini kami belum mampu membawa dan ada pihak yang ingin membawa berobat secara medis anak saya,” ungkap Siti.

Faisal selaku relawan kemanusiaan dari Laguna yang mendampingi keluarga Karsih mengungkapkan, ketika dikonfirmasi membenarkan ada perwakilan keluarga anak penderita cacat fisik melapor ke pihaknya.

“Memang ada pak RT 03 RW 01 Kampung Poleng Desa Mekar Rahayu Kecamatan Bojongmanik Kabupaten Lebak yang menghubungi kami, namun kami sarankan untuk buat permohonan ke beberapa rekanan yang dermawan untuk dapat membantu kalau untuk pemerintahan belum,” ujar Faisal.

Dilain pihak Eza Yayang Firdaus sebagai Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung menjelaskan, saat ini kami membuat posko penerimaan bantuan berupa uang tunai maupun logistik/makanan sementara di Asrama Kumala Perwakilan Rangkasbitung beralamatkan di Jl. Gunung Tanjung-Kapugeran No 09 RT 09 RW 02, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak-Banten.

Selain itu kami juga meminta agar pemerintah dari tingkat RT hingga pejabat di Pemerintah Kabupaten Lebak proaktif terhadap masyarakat seperti keluarga ibu Karsih agar segera mendapatkan pertolongan jangan sampai ini menjadi terulang kembali di Kabupaten yang mengklaim angka kemiskinan menurun pertahun 2019 lalu melalui data BPS, dan juga masyarakat harus juga proaktif meminta bantuan terhadap pemerintahan terdekat dari lingkungannya.

“Jangan sampai masyarakat malu apalagi takut untuk mengadu persoalan apapun terhadap pemerintahan terdekat, dan juga pemerintahan harus proaktif terhadap masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya jangan sampai ini terulang apalagi sampai ada rakyatnya mengalami tidak makan selama empat hari,” tegas Eza. (RUL)

SMSI