Ilustrasi Rekrutmen Petugas Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020.
Ilustrasi Rekrutmen Petugas Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020.

LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah peserta calon Petugas Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 mempertanyakan transparansi rekrutmen calon petugas sensus penduduk pada kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak.

Sebab, sejumlah pelamar yang mayoritas generasi muda di Kabupaten Lebak mengaku kecewa, lantaran pihak panitia rekrutmen pada kantor BPS telah menetapkan calon petugas sensus penduduk tanpa melakukan ujian atau tes dan pelatihan.

Para calon petugas sensus itu ternyata sudah ditetapkan pihak BPS dan mayoritas diduduki oleh perangkat desa.

Hasan, salah satu pelamar di Kecamatan Sobang mempertanyakan transparansi rekrutmen sensus penduduk tersebut.

“Banyak kejanggalan rekrutmen Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 di Kabupaten Lebak ini. BPS sudah salah kaprah dalam melakukan rekrutmen SP tahun 2020, nyatanya hanya orang perangkat desa yang tahu akan adanya rekrutmen SP 2020,” ujar Hasan, Senin 17/8/2020.

Hasan beranggapan rekrutmen ini sengaja dilakukan diam-diam sehingga anak muda yang kompeten tak bisa ikut berpartisipasi menjadi petugas SP tahun 2020.

Ia menyebutkan ada lima kejanggalan dalam rekrutmen Petugas SP Tahun 2020, pertama tidak adanya sosialisasi ke kecamatan dan desa bahkan masyarakat. Kedua penerimaan berkas pendaftaran ke kantor BPS tanpa diberikan tanda terima berkas.

“Ini sengaja sepertinya. Yang demikian rentan adanya KKN,” Hasan dengan nada geram.

Selanjutnya, yang ketiga dia menilai rekrutmen tidak dibuatkan timeline atau tahapan sehingga tidak jelas kapan rekrutmen ini dimulai dan berakhir. “Keempat, ketika hasil ini dianulir dan dilanjut maka akan tidak sinkron hasil SP 2020 dengan Disdukcapil. Saya pikir pendataan penduduk sangat urgent, kenapa masih saja tidak terbuka lebar untuk masyarakat,” tegas Hasan seraya menyebutkan bahwa keganjilan kelima adalah ketika BPS memaksakan perangkat desa sebagai petugas sensus maka pelayan masyarakat di desa akan terganggu.

Saat ini, awak media kesulitan menghubungi pihak BPS Kabupaten Lebak untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi dalam menjawab permasalahan ini. (Red)

SMSI