Lokasi Indomaret Cikotok.
Lokasi Indomaret Cikotok.

LEBAK, beritajuang.com– Indomaret Cikotok Jalan Cikotok Bayah Desa Cibeber, Kecamatan Cibeber, diduga Setiap Hari langgar Perda Nomor 03 Tahun 2012 dengan beroperasi lebih awal.

Stiker Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 03 Tahun 2012, hanya dijadikan Pajangan Belaka, pada Sabtu (21/08/2020).

Suhendi, Kasat Trantib Kecamatan Cibeber sudah berulang-ulang menghimbau atau mengingatkan kepada para pengusaha toko modern buka atau operasi agar mematuhi Peraturan Daerah Nomor  03 Tahun 2012.

“Tetapi tidak di gubris oleh para pengusaha,” ujarnya.

Stiker yang ditempel tentang Perda No 3 Tahun 2012.
Stiker yang ditempel tentang Perda No 3 Tahun 2012.

Tentang perlindungan dan pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Bunyi pasal 16 Ayat (3) Waktu oprasional minimarket setiap hari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB, dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang- undangan Bidang ketenagakerjaan(lndomaret, Alfamart, Alfamidi, 212 Mart, Ceria Mart).

Ayat (4) Waktu operasional untuk hari besar KeAgamaan dan libur Nasional dapat melampaui pukul 23.00 WIB.

Harto, Kepala Desa Cibeber menyampaikan betul Indomaret itu ada di wilayah Desa Cibeber, tetapi selaku Pemerintahan Desa setempat tidak pernah mengeluarkan surat ijin domisili usaha.

“Kepada para pengusaha toko modern, untuk saling menghargai antara pemerintah setempat dan pengusaha. Ketika terjadi apa-apa yang tidak di harapkan, kan tetap Pemerintahan setempat yang kena,” ucapnya.

Edi warga Cikotok saat di temui awak media Sangat menyayangkan kepada dinas terkait yang sudah memberikan ijin.

“Pasalnya tidak memiliki lahan parkir dan kalo bongkar muat menggangu pengguna jalan lain, dikhawatirkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Masih kata Edi, mini market Indomaret Cikotok setiap hari lebih awal beroperasi atau buka dari jam yang di tentukan Perda.

“Kondisi toko Moderen sangat berdekatan dengan pasar tradisional, dengan sedikitnya mengurangi pembeli yang mau ke pasar tradisional,” tutupnya. (Red)

SMSI