Kondisi Puskesmas Mandala saat ini, Selasa (01/09/2020).
Kondisi Puskesmas Mandala saat ini, Selasa (01/09/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Selama periode 2016-2020, sudah sembilan motor diketahui hilang di Parkiran Puskesmas Mandala, Kabupaten Lebak, Banten. Dari jumlah itu, tak satupun kendaraan hilang yang bisa kembali. Begitupun dengan pelakunya, tak ada yang berhasil ditangkap aparat penegak hukum. Parahnya, alat bantu CCTV tak berfungsi sama sekali sehingga keberadaan maling tak mudah diketahui.

Kehilangan kendaraan roda dua yang teranyar adalah pada Minggu (30/08) lalu, milik salah satu petugas medis disana.

Hal ini membuat geram aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bentar. Mereka berharap manajemen Puskesmas Mandala memperbaiki kinerjanya dalam menciptakan lingkungan yang aman dari maling. Agar pasien, keluarga pasien dan petugas medis tak ditakut-takuti bayangan kehilangan kendaraan mereka. Khususnya keberadaan CCTV dan pengaman lingkungan lainnya di lokasi tersebut yang dibiarkan rusak.

“Tidak ada prajurit yang salah, yang salah adalah pimpinan. Pimpinan Puskesmas mesti bertanggungjawab atas situasi yang merugikan ini,” ucap Ardi, aktivis LSM Bentar seraya berucap sangat menyayangkan cara Kepala Puskesmas Mandala dalam menyikapi kasus ini yang dinilainya hanya mencari pembenaran semata, bukan memberikan solusi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

Ardi menuturkan bahwa Puskesmas Mandala merupakan sudah berstatus Badan Lembaga Usaha Daerah (BLUD). Artinya, lembaga pelayanan kesehatan milik pemerintah ini memiliki kewenangan mengelola rumah tangganya sendiri, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

“Kenapa dalam biaya perawatan CCTV saja tidak mampu. Sehingga kejadian maling motor tak bisa diketahui karena CCTV tidak berfungsi dengan baik. Kedepan jangankan motor karyawan atau pasien yang hilang, bisa saja berkas-berkas penting Puskesmas dibobol maling jika fungsi CCTV tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya tampak kesal.

Parahnya lagi, kata Ardi, Puskesmas Mandala tidak mampu merekrut petugas keamanan, dengan alasan ketiadaan anggaran.

“Sepertinya, Bupati Lebak mesti mengevaluasi Pimpinan Puskesmas Mandala. Persoalan keamanan lingkungan juga menjadi penting dalam mengelola lembaga pelayanan public seperti puskesmas ini,” terang Ardi lagi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mandala, dr Riris Delita menyampaikan bahwa CCTV tidak diketahui rusak, lantaran tidak ada petugas khusus yang mengecek fungsi alat tersebut. CCTV diketahui rusak setelah ada kejadian maling pada hari Minggu kemarin.

“Untuk merekrut dan menggaji karyawan petugas Keamanan disituasi Covid-19 ini kami belum mampu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta pihak Kepolisian untuk membantu dan menangkap pelaku yang meresahkan pasien dan petugas medis di Puskesmas Mandala.

“Saya juga sedang pusing dengan kondisi saat ini, mana situasi Covid-19. Mana kami harus menghadapi kondisi puskesmas yang selalu menjadi sasaran pencurian,” tutupnya. (DD)

SMSI