Warga Desa Cisimeut Menolak Keras Rencana Pembangunan Bendungan Pasir Kopo
Warga Desa Cisimeut Menolak Keras Rencana Pembangunan Bendungan Pasir Kopo

LEBAK, BeritaJuang.com – Penolakan pembangunan bendungan yang akan di garap Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, Cidurian (BBWSC3), ditolak warga di Kecamatan Leuwidamar. Penolakan dilakukan, lantaran bendungan itu dinilai akan merugikan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Ustadz Yudi mengatakan, pembangunan bendungan Pasir Kopo akan berdampak pada adanya pergeseran budaya, sosial dan perekonomian warga.

“Kita semua masyarakat Desa Cisimeut sepakat untuk menolak pembangunan bendungan Pasir Kopo,” Ujar Yudi kepada media Sabtu (19/9/2020)

Alasan lain penolakan tersebut menurut Ustad Yudi, Desa Cisimeut dikenal sebagai salah satu daerah atau desa pejuang yang turut andil dalam kemerdekaan Republik Indonesia, juga dalam pembangunan di Banten.
Adapun Point – point yang di sampaikan mengenai penolakan tersebut di antaranya :
1. Bahwa Kehidupan masyarakat kami sampai saat ini sudah sudah cukup nyaman tentram dan damai.
2. Desa cisimeut, Margawangi dan sekitarnya merupakan salah satu daerah yang merupakan lumbung padi di kabupaten Lebak dan kehidupan masyarakat kami yang sebagian besar petani sudah sangat menikmati dan nyaman dengan kehidupan bertani nya.
3. Lembaga pendidikan keagamaan non-formal seperti TPA, Madrasah Diniyah, pondok pesantren salafi cukup banyak di wilayah kami dan sudah melahirkan banyak ustadz dan ustadzah.
4. kehidupan sosial budaya keagamaan sudah mendarah daging dalam kehidupan kami sehari-hari.
5. Kami tidak rela kuburan nenek moyang kami hilang atau d pindahkan secara masal dengan d keruk pake Bul Doser

“Kalau pembangunan bendungan Pasir Kopo itu tetap dilaksanakan, ini sama saja mengubur semua nilai perjuangan,” tuturnya.

Masyarakat Cisimeut juga mempertanyakan akan hal itu :

” Air tumpah ruah, sementara penduduk sudah tidak ada karena secara otomatis kami harus pindah dan mencari lahan baru, yang mana gambarannya tentu semua tahu.
Belum tentu d tempat yang baru kami bisa hidup layak, karena d tempat yang baru bukan saja kultur Budaya, saudara dan tetangga yang hilang, akan tetapi perekonomian sebagai sumber kehidupan yang selalu menopang sandang pangan.
Dengan hilangnya Desa kami maka hilanglah segalanya, – tuturnya.

Terkait hal itu, Ustad Yudi mengaku telah mendatangi Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Asda I, agar mengusulkan pembatalan pembangunan bendungan Pasir Kopo kepada pemerintah pusat.
“Kita sudah mendatangi Pemkab Lebak yang diterima oleh Asda I Alkadri. Semua aspirasi masyarakat soal penolakan pembangunan bendungan kopo sudah kita sampaikan,” katanya.
Dihubungi via telepon selulernya, Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kabupaten Lebak Alkadri membenarkan ada sejumlah perwakilan masyarakat yang datang dan menyampaikan aspirasi, serta menyerahkan sebanyak 3.774 tandatangan warga yang menolak pembangunan bendungan Pasir Kopo tersebut. ( RUL )

SMSI