Bantuan Sosial Beras Gagal
Bantuan Sosial Beras Gagal", GMNI bersama HMI Cabang Lebak Melakukan Aksi Demonstrasi.

LEBAK, beritajuang.com – Bantuan Sosial Beras atau BSB adalah salah satu program dari Kementerian Sosial untuk KPM PKH, program ini adalah perluasan kebijakan dalam rangka penanganan dampak COVID-19, dengan tujuan yang baik, yakni untuk mengurangi beban pengeluaran KPM di masa Pandemi Covid-19 ini.

Program ini dilaksanakan dengan kerjasama antara pihak Kementerian Sosial melalui Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI dengan Bulog sebagai penyedia beras dan Transporter hingga sampai ke tangan KPM PKH sesuai dengan peraturan Direktur Jendral Pemberdayaan Sosial Nomor 322 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Sosial Beras Tahun 2020.

Endang Selaku Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memberikan keterangan persoalan ini, bahwa Di Kabupaten lebak terdapat 53.679 KPM PKH yang menerima BSB dan tersebar di 28 kecamatan. Dengan total 2.415.555 kg atau 2.415 ton beras.

“Bantuan Sosial Beras (BSB) yang seharusnya sudah disalurkan ke 20 kecamatan per hari ini sesuai dengan jadwal, nyatanya baru di salurkan ke 2 kecamatan saja, yaitu Kecamatan Warunggunung dan Kecamatan Rangkasbitung”, ujarnya.

Selaku Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Adang menambahkan, banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi yang dilakukan oleh Perum Bulog.

“Kami melihat ketidakmampuan dari pihak Bulog ataupun pihak perusahaan yang di gandeng Bulog dalam menyalurkan beras program ini. bukan itu saja, kualitas beras yang tidak layak pun Kami temukan dikalangan masyarakat khususnya di Kecamatan Warunggunung dan Rangkasbitung”, tegasnya.

Hal yang paling krusial terjadi yaitu tidak sinkronnya antara PT. BGR dan Perum Bulog tersebut, tercantumnya rencana pendistribusian beras yang akan dilakukan, ternyata tidak di ketahui oleh Pendamping Sosial PKH. Direktur Perum Bulog Subdrive Pandeglang Lebak pun mengaku belum membuat rencana pendistribusian Bantuan beras, sedangkan jadwal pendistribusian sudah ada dan harusnya sudah di distribusikan.

“Mungkin bagi beberapa kelompok, ini hanyalah masalah kecil, tapi bagi kami dan masyarakat kecil ini adalah permasalahan yang cukup kompleks, karena program ini di buat untuk perluasan kebijakan dalam penangan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dimana masyarakat kebanyakan kesulitan dalam mencari biaya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, jelas keterlambatan ini berbanding terbalik dengan upaya pemerintah dalam penanganan kesulitan ekonomi saat ini’, pungkasnya.

“Bahkan, Perpres Nomor 48 tahun 2016 tentang penugasan kepada perusahaan umum Bulog dalam rangka ketahanan pangan nasional tidak berhasil diejawantahkan oleh Perum Bulog dengan keterlambatan penyaluran BSB Kementerian Sosial ini, maka dari itu kami menyatakan bahwasannya Perum Bulog tidak mampu melaksanakan, atau bahkan gagal melaksanakan amanat negara kepada mereka (KPM)”, ucapnya dengan nada kesal.

Selain dari pada itu, Perum Bulog pun tidak konsisten terhadap apa yang sudah disampaikan, dimana statement Direktur utama Bulog pada tanggal 11 Maret 2020, menyatakan bahwa Perum Bulog sudah tidak akan menyediakan pasokan beras kualitas medium, dan seluruhnya akan beralih kualitas premium, namun pada kenyataan nya program ini sesuai juknis di poin B. Ketentuan umum Nomor 7. Kualitas beras adalah beras medium Perum Bulog sesuai dengan kebijakan perberasan yang berlaku, dan tidak dijelaskan berapa rupiah harga beras medium per liternya.

Bantuan Sosial Beras "Gagal", GMNI bersama HMI Cabang Lebak Lakukan Aksi Demonstrasi.
Bantuan Sosial Beras “Gagal”, GMNI bersama HMI Cabang Lebak Lakukan Aksi Demonstrasi.

Hasil kajian kami Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Lebak, menyatakan pihak Perum Bulog dan Perusahaan yang di gandengnya Gagal dalam melaksanakan program ini.

“Segerakan penyaluran beras agar dapat segera di terima KPM PKH sesuai dengan Juknis. Perbaiki kualitas beras yang disalurkan kepada KPM PKH agar transparan terkait harga beras perkilonya dan disampaikan kepada masyarakat melalui media massa. Terakhir Klarifikasi terkait Statment Direktur Utama Perum Bulog, yang menyatakan bahwasanya Perum Bulog sudah tidak akan memasok beras kualitas medium”, tutupnya. (RUL)

SMSI