Agus Deni salah satu pendamping yang kelelahan dalam penyaluran BSB.
Agus Deni salah satu pendamping yang kelelahan dalam penyaluran BSB.

LEBAK, beritajuang.com– Penyaluran Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) untuk masyarakat terdampak Covid-19, dinilai tak sesuai petunjuk teknis oleh pihak transporter PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) selaku penyalur beras Bulog di wilayah Kabupaten Lebak.

Salah satu Pendamping PKH Kecamatan Wanasalam, Apit, mewakili pendamping yang lain mengeluhkan terkait tugas fungsi transporter dalam penyaluran beras ke KPM. Fakta yang terjadi dilapangan bahwa pendamping PKH lah yang menyalurkan bantuan tersebut, padahal sesuai Juknis itu tugasnya transporter.

“Faktanya pihak transporter tidak hadir dalam penyalurannya. Kita melihat di Juknis tugas proter itu menyalurkan tapi faktanya di lapangan transporter itu tidak hadir hanya sopir dan kendek yang datang ke lokasi,” keluh Apit melalui pesan WhastApp. Rabu (30/09/2020).

Lanjut Apip, pendamping lah yang jadi transporter yang membagikan beras di lapangan ke KPM. Menurutnya, pendamping PKH dalam menyalurkan beras langsung ke KPM diluar tugasnya.

“Yang lebih ironisnya saya sampai begadang ngeronda beras di kantor desa yaitu di Desa Muara karena beras datang sore sehingga pelaksanaan penyaluran ya ditunda. Sehingga kita sebagai pendamping harus mengeluarkan biaya dalam menangani beras atau menjaganya supaya tetap utuh. Khawatir ada yang mencuri dan bahkan ada salah satu pengangkut beras dari bulog meminta uang panggul seolah kita ada operasionalnya,” ungkapnya.

Dikatakan Apip, bahwa tugas pendamping PKH dalam program BSB ini sesyai yang tercantum di dalam Juknis hanya mengawasi agar bantuan itu sampai kepada masyarakat.

“Saya lihat di juknis tak sesuai dengan fakta di lapangan, pendamping lah yang menjadi transporter karena kita tetap konsisten terhadap pekerjaan meskipun tak sesuai juknis. Karena pendamping dalam juknisnya mensosialisasikan, memastikan beras itu sampai ke KPM, kualitas berasnya, dan menyampaikan aduan KPM ketika beras tidak berkualitas,” tambahnya.

Apit salah satu pendamping yang kelelahan saat membagikan bantuan sosial beras.
Apit salah satu pendamping yang kelelahan saat membagikan bantuan sosial beras.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah mendapatkan aduan dari para pendamping. Musa menyebut, jika keluhan para pendamping PKH tersebut benar. Maka pihak transporter harus bertanggungjawab demi memastikan BSB itu sampai kepada KPM.

“Jika melihat petunjuk teknis penyaluran. Transporter PT BGR harus bertanggungjawab penuh dalam teknis penyaluran. Jangan sampai pendamping menjadi korban. Karena BSB harus sampai ke tangan KPM dan untuk memastikan sampai KPM. Pihak Transporter harus sepenuhnya bertanggungjawab jangan malah melemparkan kepada pihak pendamping,” kata Musa Weliansyah saat dikonformasi.

Lanjut Musa, Pemerintah mengganggarkan dana untuk transporter, karena memang untuk memastikan bantuan beras sampai kepada KPM. Lalu operasional ada kenapa malah dibebankan kepada pendamping? Harusnya itu tanggungjawab penuh pihak transporter.

“Diduga kuat jika memang fakta di lapangan tidak adanya dana operasional untuk penyaluran beras kepada KPM. Ini ada unsur korupsi. Karena pemerintah sudah menggugurkan kewajibannya memberikan dana untuk pihak transporter. Tapi fakta di lapangan demikian tidak seperti itu,” ungkap Musa.

Kata Musa, ia menekankan kepada pihak PT BGR agar bertanggungjawab atas kejadian ini. Supaya penyaluran BSB sesuai petunjuk teknis dan sampai ditangan KPM.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak Pandeglang, Meita Novariani, saat di konfirmasi melalui WhatsApp mengatakan jika persoalan itu sepenuhnya diserahkan je pihak transporter.

“Disampaikan ke transporternya aja
PT BGR karena penugasan mereka dari Kemensos begitupun BULOG. kami ditugaskan menyediakan berasnya, mereka ditugaskan mengantarkan berasnya dari pintu gudang Bulog sampai dengan ke KPM,” ujarnya.

Sementara itu, pihak PT BGR selaku transporter belum mendapkan konfirmasi. (Red)

SMSI