Ikan lumba-lumba terdampar mati di Pesisir Pantai Bagedur, pada Rabu (14/10/2020).
Ikan lumba-lumba terdampar mati di Pesisir Pantai Bagedur, pada Rabu (14/10/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Salah satu mamalia laut jenis ikan lumba-lumba warna hitam berukuran panjang 1,5 meter dengan berat 100 kilogram dilaporkan ditemukan warga sudah mati terdampar di pesisir Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, pada Rabu (14/10/2020).

Disebutkan, lumba lumba hitam ini diduga jenis dolphin hewan mamalia air dari ordo cetartiodactyla yang dikelompokkan dalam famili Delphinidae, jenia hewan laut yang melahirkan anak. Adapun keberadaan penyebab mati terdamparnya belum diketahui, namun dipastikan ia terbawa ombak ke pesisir dan mati terdampar karena kehabisan oksigen.

Seorang pedagang  warga Desa Sukamah di pantai Bagedur, Isan (27) menuturkan pada awak bahwa benar ada mamalia laut jenis lumba-lumba warna hitam yang mati terdampar di pesisir pantai.

“Iya benar sekitar pukul 14.30 siang tadi saya lihat terdampar di pesisir sudah mati. Ukurannya semeter setengahan kalau beratnya mungkin lebih dari sekintal. Pastinya itu terdampar karena terseret ombak. Juga penuh luka-luka, darahnya juga masih segar,” ujarnya, Rabu malam (14/10).

Menurut Isan, dirinya saat itu kebetulan sedang bersih-bersih di depan warungnya. Terlihat ada bangkai lumba-lumba yang teronggok di pesisir pantai tak jauh dari tempatnya.

“Ya itu daya seret agak ke pinggir sini, supaya gak di kerubuti anjing, itu berat sekali. Saya lihat itu tanduk siripnya sudah tidak ada, mingkin ada yang ngambil. Lumba lumba itu ada luka, perkiraan saya itu lumba lumba korban pancing saat di tengah laut, lalu karena kesakitan ia terseret ombak ke darat. Saya bingung kalau dikubur takut ada yang nanyain, maka sekarang dibiarjan aja dulu,” jelasnya.

Sementara pegiat wisata di Baksel, Yeni mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut dan membenarkan itu yang terdampar ikan jenis lumba lumba terdampar. Menurutnya saat ini ombak pantai selatan sedang musim besar dan lumba-lumba itu dipastikan terseret arus ombak ke darat.

“Ya saat ini ombak pantai selatan sedang musim besar dan suka pasang. Tadi saya tengok ke pantai banyak berserak sampah-sampah kiriman dari laut di seantero pesisir. Dan lumba lumba itu kemungkinan ikut terdampar karena terseret ombak. Dan soal ini sudah saya laporkan,” papar Yeni. (Red)

 

SMSI