Tumpukan Sampah di Desa Muara Pantai Binuangeun
Tumpukan Sampah di Desa Muara Pantai Binuangeun

LEBAK, beritajuang.com– Tumpukan sampah di area Pantai Binuangan Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hasil pantauan awak media di lapangan sampah menumpuk dan banyak, jumat (31/01/2020).

Sampah tersebut belum terangkut semuanya pasalnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lebak dan Banten belum memiliki angkutan roda empat (R4) sebagai rujukan usulan inventarisasi milik Kantor Cabang DKP Provinsi Banten wilayah Selatan (Desa Muara). Namun akibat menumpuknya sampah tersebut, warga masyarakat sekitar pantai Binuangeun membuang sampah sembarangan dan tidak memikirkan faktor lingkungan yang bersih dari unsur limbah sampah dapat membahayakan bagi warga area Pantai Binuangeun Desa Muara.

Menurut Kepala Kantor Cabang DKP Provinsi Banten wilayah Selatan Akhnas Ahmad, yang dihubungi melalui teleponnya menjelaskan, bahwa “terima kasih kepada media yang telah konfirmasi terkait urusan sampah, menurut Ahmad, DKP Prov. Banten telah mengusulkan kepada Pemda Prov. Banten untuk meminta armada R4 sebagai inventarisir DKP Muara Desa Muara, Kec.Wanasalam, Kab. Lebak, Banten. Namun, atas dorongan dan temuan media dilapangan artinya sangat membantu kami”, Ujar Ahmad.

Kebutuhan ini juga di desak keras oleh Hadi staf DKP Kabupaten Lebak agar pembuangan sampah di sekitar TPI Muara menjadi prioritas utama. Berharap pihak DKP Prov. Banten dan DKP Kabupaten Lebak mendorong agar kerja sama yang baik.

“Untuk pembuangan tong sampah terus terang saja belum kami buat, dan untuk pembuangan sampah kita buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Pondokpanjang, Kec. Cihara, Kab. Lebak. Adapun perangkat tugas kewenangan kami meliputi 5 TPI yaitu Binuangeun, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng”, ujar Hadi.

Uchan salah satu aktivis Binuangeun yang konsen terhadap lingkungan menyatakan bahwa Pemerintah daerah harus lebih serius dalam menangani sampah di Pantai Muara Binuangeun.

Menanggapi prihal rencana adanya usulan armada R4 untuk inventarisir milik DKP Banten dan Lebak. “saya sangat setuju, karena apabila sampah ini tidak segera dibuang sengatnya sangat bau, ini mengganggu aktivitas masyarakat. Jika dibiarkan terus-terusan ini akan menjadi pencemaran lingkungan” ungkap Uchan.

Masih Uchan, menjelaskan bahwa akibat sampah numpuk di sekitar area pantai Binuangeun sepanjang 40 meteran dan warga membuang sampah sembarangan menyebabkan lingkungan tidak indah, bau menyengat sangat terasa. “Hal ini juga perlu adanya sosialisasi terhadap warga sekitar, dan perlu kesadaran bagi warga bahwa sampah itu bahaya dan bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan”, Ungkap Uchan.

Uchan juga rencana bersama para aktivis di Binuangeun akan melakukan gotong royong dalam pembersihan Pantai di sekitar wilayah Pesisir Desa Muara. Ia berencana akan mengerahkan para aktivis agar lebih mencintai lingkungan. “Ia saya akan mengajak para aktivis untuk lebih mencintai lingkungan. Ini untuk memberi contoh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan”, tegas Uchan yang memiliki nama lengkap Dede Ruslan Rafiudin Albadar. (RUS)

 

SMSI