Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur

LEBAK, beritajuang.com– Sebanyak enam dari tujuh jenis penyu dunia ada di Indonesia, dan hewan menggemaskan tersebut berenang anggun di seluruh perairan Indonesia dari barat sampai ke timur untuk mencari makan dan bertelur.

Laut Indonesia bagi penyu merupakan daerah yang pasti dilalui hewan tersebut saat hendak bermigrasi dari Samudra Pasifik menuju ke Samudra Hindia, atau sebaliknya.

Salah satu dari tujuh penyu tersebut adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas),  penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia.

Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka.

Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan plastron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan.

Di Lebak Seekor penyu jenis hijau (chelonia mydas)  tergeletak di pesisir wisata pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, minggu, (18/10/20) sekitar pukul 07.00 WIB. Bangkai penyu itu ditemukan oleh warga dalam keadaan sudah mati.

Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.
Bangkai Penyu Ditemukan Warga di Bagedur.

“Oh nya berat na eta kurang lebih 50 kg, jenis penyu hijau (chelonia mydas) Ciri khasnya terdapat pada bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul,” kata Ihsan.

Jenis penyu hijau (chelonia mydas) dengan berat sekitar 50 kilo gram tersebut ditemukan warga  yang kebetulan baru bangun tidur dengan kondisi sudah mati.

“Ia saya baru bangun tidur, kebetulan itu penyu terdamparnya didepan warung tempat saya nginep,” kata Ihsan, warga yang menemukan bangkai penyu. (18/10).

Belum diketahui jelas penyebab penyu tersebut bisa mati, saat di temukan warga kondisi bangkai penyu tersebut sudah berbau.

“Sekarang sudah dikubur karena Saat ditemukan penyunya sudah bau,” ujar Ihsan. (Red)

SMSI