Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
Pimpinan DPRD Lebak menerima audiensi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

LEBAK, beritajuang.com– Organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak diantaranya HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), IMALA (Ikatan Mahasiswa Lebak), IKMC (Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas), IMC (Ikatan Mahasiswa Cilangkahan), KUMACITOR (Keluarga Mahasiswa Citorek).

Mereka melakukan audiensi di gedung DPRD kabupaten Lebak. Hadir dalam audiensi tersebut H. Nana Sumarna, Ketua PLT DPRD Kabupaten Lebak bersama Junaedi Ibnu Jarta Wakil Ketua II DPRD Lebak menerima audiensi para Mahasiswa Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

Nurul Ahmad, IKMC, menyampaikan aspirasi masyarakat terutama pada aspek lingkungan.

“Ketika Omnibuslaw di sahkan, tak terbayang berapa banyak lahan dan lingkungan di Kabupaten Lebak yang akan dieksploitasi berlebihan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Taman Nasional Gunung Halimun Salak menjadi perhatian penting untuk di Kabupaten Lebak.

Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
Ormawa Lebak lakukan audiensi dengan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

Didin Jumaedi, KAMMI Lebak, pembahasan RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) menjadi pembahasan yang seksi untuk di kaji lebih dalam.

“Kita lihat, Rangkasbitung sendiri begitu banyak perumahan-perumahan yang RTRW nya begitu sangat dipertanyakan,” tegasnya.

Alif, IMC menyoroti permasalah Omnibuslaw tidak dibatasi dalam kawasan pertambangan.

“Jika tidak ada pembatasan ini akan berimplikasi kepada kerusakan lingkungan. Lantas dimana kah penanggulangan bencana?,” tanya nya.

“Ujung Binuangeun sampai ujung Bayah tidak ada batas dalam penanggulangan bencana. Ini harus menjadi perhatian penting,” Alif yang mewakili suara Organisasi IMC.

Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).
Point yang disampaikan Ormawa ditanggapi oleh Pimpinan DPRD Lebak, pada Selasa (20/10/2020).

Pada dasarnya, organisasi yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Lebak menolak UU Omnibuslaw atau Cipta Kerja ini. Sehingga DPRD ikut menyampaikan aspirasi dari para Mahasiswa.

H. Nana Sumarna, PLT Ketua DPRD Lebak mengapresiasi audiensi yang dilakukan oleh kawan-kawan Mahasiswa.

“Jalur untuk menyampaikan aspirasi dengan melakukan audiensi seperti ini lebih mengedepankan aspek ide dan gagasan untuk mencari solusi bersama dari masalah yang teman-teman sampaikan,” terangnya.

H. Nana juga menjelaskan tentunya DPRD Lebak itu adalah bagian dari pada masyarakat bagian dari pada teman-teman mahasiswa apapun yang menjadi aspirasi masyarakat ataupun mahasiswa Kami tetap akan bersama-sama mereka untuk melanjutkan aspirasi tersebut sampai ke DPR RI dan pihak yang terkait.

Junaedi Ibnu Jarta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para Mahasiswa.

“Pada dasarnya aspirasi dari teman-teman akan kami sampaikan ketingkat Provinsi, dan Pusat,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak DPRD Lebak selalu menampung aspirasi yang disampaikan oleh Mahasiswa, Kaum Buruh, dan lain sebagainya.

“Kami serap aspirasi dari semua stakeholder, nanti akan kami sampaikan apa yang terjadi di Kabupaten Lebak,” tutupnya. (RUS)

SMSI