Wisata Negeri Diatas Awan berlokasi di Gunung Luhur, Citorek Kidul sepi pengunjung (02/02/2020)
Wisata Negeri Diatas Awan berlokasi di Gunung Luhur, Citorek Kidul sepi pengunjung (02/02/2020)

LEBAK, beritajuang.com– Pada (1/11/2019) yang lalu wisata negeri diatas awan yang berada di Gunung Luhur, Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak di tutup oleh pemerintah lantaran sedang adanya penyelesaian pengerjaan betonisasi jalan. Tujuannya agar kegiatan pembangunan jalan tidak terganggu oleh pengunjung. Pada saat itu, mobilitas mobil proyek sangat tinggi dan pengerjaan alat berat masih di lokasi Gunung Luhur.

Pada (19/12/2019), melalui akun media sosial instagram @inforangkasbitung menginformasikan bahwa wisata ke Gunung Luhur di tutup setelah terjadi banjir bandang yang menyebabkan longsor di sejumlah titik di Citorek. Penutupan ini adalah penutupan yang kedua karena cuaca ekstrim.

Gunung Luhur Di Tutup pada Tahun Baru adalah pernyataan kedua Penutupan
Gunung Luhur Di Tutup pada Tahun Baru adalah pernyataan kedua Penutupan

‘Kawasan obyek wisata negeri di atas awan di tutup untuk mencegah hal yang membahayakan pengunjung lantaran di prediksi akan terus turun hujan yang dikhawatirkan terjadi longsor’, tulis pesan yang disampaikan @inforangkasbitung.

Pada (14/01/2020) masih melalui media sosial instagram @inforangkasbitung menyampaikan bahwa banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak memutus sedikitnya 30 jembatan, dua diantaranya berada di jalur ke Gunung Luhur. Di sepanjang jalan ke Gunung Luhur juga terdapat longsoran, yang sudah terdata ada 19 titik.

‘Sekarang jembatan dan longsoran tersebut memang sudah mulai dibenahi, tapi untuk ke Gunung Luhur, aksesnya benar-benar terputus di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun di ruas jalan Cipanas- Gunung Luhur. Jembatan utama disana benar-benar terputus tidak bisa dilalui. Jalur alternatif via Ciminyak Muncang- Sobang- Citorek atau via Bayah- Cikotok-Citorek’ tulis akun @inforangkasbitung.

Menanggapi hal demikian, Ucil salah satu aktivis Citorek Kidul, pegiat wisata Gunung Luhur, pedagang dan pemilik home stay mengatakan bahwa pernyataan di tutup yang sudah dua kali disampaikan oleh Pemda berimbas terhadap para pedagang di wisata Gunung Luhur di hari weekend seperti ini, (02/02/2020).

“Pemda sering kali menyampaikan bahwa Wisata Gunung Luhur di tutup. Pertama pada saat penyelesaian jalan betonisasi. Kedua di tutup pada saat mau menjelang tahun baru 2020 karena cuaca ekstrim. Namun, pihak Pemda belum satu kali pun memberikan pernyataan bahwa Wisata Gunung Luhur di Buka”, Ungkap Ucil lelaki yang menjadi pedagang di kawasan Gunung Luhur.

Ucil menambahkan bahwa, Pemerintah Lebak memiliki visi untuk meningkatkan wisata dan pengunjung wisata di Lebak. “Jika hal ini di biarkan, dan Pemda Lebak atau Pemda Banten belum memberikan pernyataan resmi bahwa Wisata Gunung Luhur di Buka tentunya yang dirugikan adalah pedagang, pemilik home stay, dan penggiat wisata di kawasan gunung luhur. Dagangan kami dari bulan Desember hingga saat ini masih banyak yang belum terjual. Tolong Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten memikirkan kepada kami selaku para pedagang”, Tegas Ucil.

Ditanya oleh wartawan beritajuang.com soal berapa kerugian yang dihadapi pedagang. Ucil , menyampaikan “Biasanya di hari minggu ini saya suka mendapatkan penghasilan dari jualan makanan, penginapan (home stay) kurang lebih sebanyak Rp 1.000.000 (terbilang: Satu Juta Rupiah). Namun, akibat akses yang masih terputus, dan belum adanya informasi yang resmi dari Pemerintah Daerah sehingga Pengunjung Wisata Negeri Diatas Awan mengalami penurunan drastis dan sepi”, imbuh Ucil aktivis wisata.

Harapan Ucil yaitu Pihak Pemda segera memberikan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa wisata Gunung Luhur di Buka. Sehingga percepatan perekonomian dapat dirasakan oleh warga sekitar wisata negeri di atas awan. (MIR)