IKPM Sum-Sel Yogyakarta.
IKPM Sum-Sel Yogyakarta.

JOGYAKARTA, beritajuang.com– Lebih dari 200 aparat gabungan TNI, Polisi dan Satpol PP, melakukan penggusuran paksa dan menghancurkan permukiman asrama Pondok Mesuji, Jalan Punto Dewo Kelurahan Wirobrajan, pada Jum’at (4/12) lalu.

Dikarenakan ada tindakan salah satu oknum yang mengatasnamakan Pengurus Yayasan Batanghari Sembilan melakukan tindakan dan kebijakan yang justru menghancurkan kehidupan pembelajaran, melanggar hak asasi manusia dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Tak kurang dari 15 mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut menjadi korban pengosongan paksa dan saat ini terancam kehilangan tempat tinggal. Aparat juga melakukan tindak kekerasan terhadap para penghuni yg mempertahankan aset daerah tersebut.

Nasri selaku Alumni Mahasiswa Sum-Sel Jogyakarta mengingatkan bahwa penghuni asrama Pondok Mesuji, Jogyakarta, penggusuran ini adalah penggusuran yang ke 3 (tiga) . Penggusuran:
1. Terjadi pada tanggal 23 Maret 2020
2. Terjadi pada 22 April 2020 dan yg
3. Terjadi pada 04 Desember 2020.

Sebagian besar penghuni asrama mahasiswa memilih untuk tetap bertahan. Sejak 23 maret, mahasiswa yg tergabung dalam IKPM SUM-SEL Jogyakarta terus berjuang untuk mempertahankan ruang tempat berkumpulnya para mahasiswa Sumsel, untuk kesekian kalinya mereka di paksa mengosongkan asrama secara paksa dan diiming-imingi uang saku untuk mencarikan kos.

“Penggusuran paksa ini adalah penggusuran ilegal dan brutal, mengingat kasus penggusuran asrama pondok mesuji ini dalam proses pengadilan untuk status jual beli yang berbeda dan sampai sekarang belum ada putusan pengadilan. Penggusuran paksa yang dilakukan, dengan demikian, tidak memiliki dasar hukum,” ucapnya.

Asrama mahasiswa Pondok Mesuji ini sudah sejak tahun 1950-an tinggal di asrama tersebut dan di jalankan secara turun temurun, membayar pajak dan memenuhi kewajiban sebagai warga yang menghuni area yang masuk dalam administrasi Kota Yogyakarta. Seharusnya warga mendapatkan prioritas untuk mendapatkan hak atas lahan.

Terhadap penggusuran paksa yang ilegal dan brutal tersebut yang dihadapi oleh penghuni/ mahasiswa yang berada di pondok Mesuji Jogya, Kami yang tergabung dalam IKPM SUM-SEL Yogyakarta, yang terdiri dari perwakilan 17 komisariat kabupaten/ kota se Sumatera Selatan, Alumni/ sesepuh IKPM Sumsel Yogyakarta dan para team kuasa hukum asrama Pondok Mesuji Yogyakarta mengecam keras tindakan penggusuran paksa yang jelas-jelas ilegal dan melanggar hak atas kepemilikan asrama mahasiswa Pondok Mesuji (Yayasan Batanghari Sembilan).

“Pada seluruh warga Sum-Sel di Jogyakarta, berharap 1) . Ikut berpartisipasi aktif dalam upaya mempertahankan asrama pondok mesuji. 2).Menyatakan sikap bahwa warga, pelajar dan mahasiswa mengecam keras tindakan melawan hukum terhadap asrama pondok mesuji sumsel dalam keadaan tidak baik” saja. 3). Menyebarluaskan informasi terkait konflik yg terjadi dalam kurun waktu +-9 bulan oleh oknum yg tidak bertangung-jawab,” tutupnya. (Red)