Masyarakat Kampung Binong, Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan menolak pematokan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan.
Masyarakat Kampung Binong, Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan menolak pematokan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan.

LEBAK, beritajuang.com- Ratusan masyarakat Kampung Binong dan Kampung Cipeundeuy Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak – Banten menolak aktifitas PT. Suda Miskin yang melakukan pematokan lahan warga secara sepihak.

Penolakan dituangkan dalam surat pernyataan yang di tandatangani oleh ratusan warga setempat. Dalam surat tersebut, warga meminta agar PT. Suda Miskin untuk menghentikan semua aktifitas di atas lahan garapan warga.

Saepudin, tokoh Pemuda Kampung Cipeundeuy Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan menuturkan bahwa hal ini dilakukan lantaran warga tidak terima karena diatas lahan warga sudah terpancang patok yang dipasang oleh pihak PT. Suda Miskin.

Warga merasa heran karena sebelumnya tidak ada informasi apapun perihal kegiatan pematokan, papar Saepudin. Ketika warga menanyakan kepada salah seorang petugas yang melakukan pematokan mengatakan bahwa lahan garapannya masuk dalam plot yang rencananya akan dijadikan areal tambang emas oleh PT. Suda Miskin.

Atas dasar itulah dilakukan musyawarah dengan seluruh warga, terang Saepudin. Wargapun menolak keberadaan PT. Suda Miskin yang akan melakukan penambangan Emas di atas lahan milik warga.

“Masyarakat tidak ada niatan untuk menjual lahan garapan kepada siapapun, karena ini merupakan lahan produktif yang biasa kami garap untuk kegiatan pertanian,” ujar Saepudin.

Senada dikatakan Asep Pahrudin, tokoh pemuda Kampung Binong Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan. Asep berharap agar PT. Suda Miskin mendengar penolakan warga sebgaimana tertuang dalam surat yang telah ditanda tangani oleh warga.

“Surat ini akan kami layangkan ke pihak PT. Suda Miskin. Jika mereka tidak mengindahkan, maka kami akan melakukan upaya penghentian secara paksa,” ujar Asep

Selain itu Asep meminta agar pemerintah mengkaji ulang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi yang diberikan kepada PT. Suda Miskin, karena WIlayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) merupakan lahan produktif milik masyarakat untuk pertanian dan perkebunan.

“Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat keberatan akan keberadaan PT. Suda Miskin kepada Pemda Lebak dan Pemprov Banten,” pungkas Asep. (Red)