Oknum ASN Diduga sunat Biaya APD Covid 19 dari BOP Kemenag RI Tahap II.
Oknum ASN Diduga sunat Biaya APD Covid 19 dari BOP Kemenag RI Tahap II.

LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Cimarga, mengaku resah setelah menyerahkan biaya untuk pembelian Alat Pelindung Diri yang diperoleh dari dana Bantuan Operasional Pondok (BOP) tahap kedua dari Kementerian Agama Republik Indonesia kepada salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Pendidikan kecamatan setempat. Pasalnya, anggaran sudah diserahkan. Namun, bentuk fisik APD tersebut tak kunjung datang.

“Realisasi pembelanjaan APD dari BOP Covid-19 Tahap II ini, kami sudah anggarkan. Bahkan, pembelanjaannya dititipkan kepada RN yang berstatus sebagai ASN di salah satu SDN di Kecamatan Cimarga,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Nurud Zulam, Desa Margatirta, Holil saat dihubungi melalui sambungan selulernya di Cimarga, Rabu (16/12/2020).

Dijelaskannya, proses permohonan pengajuan bantuan hibah BOP tahapan kedua dari Kementrian Agama RI, memang diajukan oleh Pak RN. Sehingga dirinya percaya saat diminta sejumlah uang untuk pembelian fasilitas APD sesuai spesifikasi dan petunjuk teknis atau juknisnya.

“Kami sudah serahkan uang tunai kepada RN untuk membelanjakan APD yang sesuai dengan spesifikasi juknis. Mengenai nominalnya sama rata,” ujarnya seraya enggan menyebutkan besaran nominal rupiah yang diserahkan kepada oknum tersebut.

Di sisi lain salah seorang Kepala Madrasah diniyah takmiliyah (MDT) di Desa Margatirta membenarkan jika oknum RN dinilai terlalu berlebihan.

“Kalau MDT kami hanya diminta Rp. 2 Juta untuk pembuatan laporan saja,” singkat pria yang memiliki gelar Ustadz ini seraya enggan menyebutkan identitasnya.

Terpisah, RN yang merupakan tenaga pendidik di SDN Marga Tirta II membantah dan menegaskan jika pihaknya tidak mengetahuinya.

“Ini dari media mana, terus bapak nanya maksudnya membelikan apa dan mengenai anggaran apa. Kemudian, informasi dari siapa itu dan tidak ada itu,” singkat RN di ujung sambungan pesan singkat WhatsAppnya. (Red).