Sungai Ciwaru, Bayah, yang terduga tercemar.
Sungai Ciwaru, Bayah, yang terduga tercemar.

LEBAK, beritajuang.com– Diduga akibat rendaman lumpur yang mengandung emas dengan sistim rendaman yang berada di bantaran Muara Kali Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah telah menimbulkan dampak ke biota dan ternak warga mati. Hal tersebut di katakan Koordinator Lebak Selatan LSM Abdi Gema Perak Didin Muztahidin Kepada wartawan, Minggu (28/12/2020).

Didin menyebut, ada sebagian kerbau peliharaan milik warga dan ikan yang ada di sungai yang mati itu di sebabkan minum air di Ciwaru yang diduga sudah tercampur limbah pengolahan lumpur emas yang di duga kuat menggunakan bahan kimia seperti sianida, soda api, dan kapur.

“Ikan-ikan sering pada mati di Muara Kali Ciwaru termasuk 4 ekor kerbau yang mati akibat minum air di Muara kali Ciwaru yang di duga terkontaminasi oleh zat kimia sianida, buangan limbah dari pengolahan lumpur emas yang di buang di pinggir kali Ciwaru,” ungkap Didin.

Baca Juga: Masalah dan Solusi Petani dalam Hadapi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Indonesia

Didin meminta kepada pemilik pengolahan lumpur emas dengan sistim rendam untuk tidak sembarangan membuang limbahnya, karena zat kimia tersebut sistemik, artinya dapat berbahaya, dengan sistim kontak langsung dan tidak langsung.

Selain itu Didin juga berharap kepada Muspika Kecamatan Bayah dan Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Bayah agar melakukan tindakan tegas kepada pengusaha pengolahan lumpur emas yang tidak mengindahkan lingkungan .

“Saya juga sudah berusaha mengkonfirmasi pemilik pengolahan lumpur emas, sang pemilik sedang tidak ada di tempat, karena sedang tugas di kantor Kecamatan Cilograng,” tutup Didin. (Red)