Aksi protes warga terhadap Developer Perum Kembang Harum 2 Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.
Aksi protes warga terhadap Developer Perum Kembang Harum 2 Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.

LEBAK, beritajuang.com– Awal tahun 2021 menjadi sebuah ingatan dibenak masyarakat warga Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Pasalnya janji manis yang telah diucapkan oleh pihak developer dalam menuntaskan pembangunan jalan Perumahan di Akhir Tahun 2020 ternyata tidak ditepati. Kekecewaan itu terlihat dari ruas jalan utama Perumahan Kembang Harum 2 ditanami pohon pisang di pinggir jalan, pada Jum’at (01/01/2021).

Ali, salah satu warga Kembang Harum 2 merasa kecewa terhadap ruas jalan utama perumahan yang janjinya akan dituntaskan di akhir tahun 2020 namun saat ini belum ditepati.

“Warga perumahan Kembang Harum 2 tanami pisang dengan tulisan Teu Boga Developer, Kabur!!! Itu artinya sebagai bentuk protes keras teradap janji manis yang telah diucapkan oleh pihak Developer Perumahan Kembang Harum 2,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa kali warga sudah melayangkan protes baik secara tertulis maupun lisan namun hasil yang telah dilakukan selalu tidak berbuah dengan baik.

“Kata-kata protes warga terhadap janji manis developer tidak pernah didengar, aksi tanam pohon pisang juga tak dilihat. Surat Rukun Warga Nomor 02/RW-08/Kemrum2/XI/2019 tentang fasilitas umum, dan surat balasan dari pihak pengembangan dengan nomor surat 032/DHN/LGL.SRG/XI/2019 tidak ada Kesepakatan yang mengindahkan,” geramnya.

“Tetapi kami akan terus menyuarakan perjuangan ini agar pihak Developer menepati janji dan merealisasikan pembangunan ruas jalan utama,” lanjut Ali dengan nada Tegas.

Purwanto, Ketua RW 08 membenarkan bahwa warganya akan melakukan gerakan tandatangan dan akan melayangkan surat Protes prihal kejelasan akses jalan utama dan Mushola.

“Benar, permintaan warga Perumahan Kembang Harum 2 akan melakukan protes dengan akan melayangkan surat nomor surat: 09/ Kemrum-RW 08/XII/2020 prihal kejelasan akses jalan utama dan mushola yang ditujukan kepada Pimpinan Pengembang Perum Kembang Harum 2,” jelasnya.

Surat Nomor 09/Kemrum- RW 08/ XII/ 2020 tentang prihal Kejelasan Akses Jalan Utama dan Mushola.
Surat Nomor 09/Kemrum- RW 08/ XII/ 2020 tentang prihal Kejelasan Akses Jalan Utama dan Mushola.

“Menindaklanjuti surat Rukun Warga Nomor 02/RW-08/Kemrum2/XI/2019 tentang fasilitas umum, dan surat balasan dari pihak pengembangan dengan nomor surat 032/DHN/LGL.SRG/XI/2019. Mengingat sudah satu tahun janji yang telah diucapkan belum direalisasikan dan di indahkan,” lanjutnya.

Purwanto menegaskan bahwa Warga Kembang Harum 2 sudah sangat kecewa dengan janji manis yang telah dilakukan pihak developer.

“Tolong pihak developer jangan Membohongi dan jangan Mengingkari pernyataan yang telah diucap. Kami berharap tolong segera realisasikan pembangunan ruas jalan utama,” harapnya.

“Kami juga akan melayangkan surat teguran yang berisi kesepakatan akan Mempertimbangkan Tidak Akan Bayar Cicilan Rumah,” Tutupnya. (MIR)