Rohmat Hidayat, atau yang disapa Dongkol ketua DPP LPI.
Rohmat Hidayat, atau yang disapa Dongkol ketua DPP LPI.

LEBAK, beritajuang.com– Telah diketahui bersama bahwa Pemerintah Kabupaten Lebak kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap keempat, mulai tanggal 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. Hal itu guna mengendalikan pandemi Covid-19.

PSBB diperpanjang setelah ada keputusan PSBB seluruh wilayah Provinsi Banten yang lebih dulu ditetapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Pemberlakuan PSBB tahap keempat tersebut sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Banten sehubungan kasus Covid-19 di daerah cukup meningkat.

Pemerintah daerah dalam menerapkan PSBB itu meliputi tujuh kegiatan antara lain pendidikan, keagamaan, sosial dan budaya, ekonomi dan perdagangan, tempat kerja, fasilitas umum serta perhubungan.

Namun hasil pantauan Dewan Pengurus Pusat Laskar Pasundan Indonesia bahwa PSBB yang telah diintruksikan oleh Bupati Lebak pada kenyataannya masih ditemukan tempat wisata yang masih buka, pada Sabtu (02/01/21).

“Pasalnya, berdasarkan hasil pantauan pihaknya masih ditemukan tempat wisata yang masih beroperasi di wilayah kabupaten Lebak. Salah satunya di lokasi wisata pasir putih yang berada di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak,” ucap Rohmat Hidayat atau yang disapa Dongkol.

“Faktanya lokasi wisata Pasir Putih Kecamatan Cihara pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 hingga Pantauan Sabtu (02/01) masih beroperasi seperti biasa, dengan demikian kami menghimbau agar intruksi Bupati Lebak dipatuhi,” tegasnya.

Wisata Pasir Putih yang berada di Kecamatan Cihara terpantau Buka pada Sabtu (02/01/2021).
Wisata Pasir Putih yang berada di Kecamatan Cihara terpantau Buka pada Sabtu (02/01/2021).

“Sebelumnya juga banyak pemberitaan di media sosial dan media online bahwa ada wisatawan asal Pasar Rebo Jakarta Timur terseret ombak pantai Cibobos Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara Lebak. Dua orang selamat, satu orang belum diketemukan. Pada Jum’at, (01/01/2021), sekitar pukul 13.30 WIB,” lanjutnya.

Menurut Dongkol, itu menegaskan bahwa Tim Satgas Covid-19 dan pegiat wisata belum maksimal dan lalai terhadap intruksi Bupati tersebut.

“Alangkah baiknya pegiat wisata yang ada di Lebak Selatan mengakui kesalahan dan segera memperbaiki kekurangan dari kelalaian intruksi Bupati Lebak prihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kontrol sosial dan kritik kami kepada pemerintah daerah Lebak adalah bentuk kepedulian dan kontribusi kami sebagai masyarakat Lebak, supaya ada pembenahan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

 Terpisah, Yeni Mulyani, Ketua Podarwis Kabupaten Lebak, mengungkapkan, Terkait pantai pasput yang masih beroperasi, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

 “Semalam Teh Yeni sudah ngobrol dengan Pak Camat Cihara, Bu Kabid Parawisata juga, bahkan Pak Camat juga bilang bahwa sudah membuat surat edaran bahwa lokasi wisata ditutup. Mungkin kedepannya akan memberikan tindakan seperti apa,” tuturnya.

 Ia mengaku, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki dari setiap kejadian, Kita berupaya dari setiap kejadian harus belajar bagaimana kita memperbaiki manajemen dari seluruh pihak. Semalam banyak ngobrol dengan temen temen dan mereka siap bergerak untuk mengikuti saran-saran dari Podarwis.

 “Jadi intinya kami penggerak parawisata akan terus berbenah memperbaiki semua kekurangan kekurangan yang ada di lapangan, insya Allah tahun ini kita perbaiki semuanya secara bertahap dan kita akan bersinergi dengan semua yang ada di desa sampai muspika dan sampai ke Pemda kita akan tempuh biar semuanya menjadi nyaman,” tutupnya. (Red)