PT. Final Waste Technologi (FWT) Ditolak Warga Desa Citeras
PT. Final Waste Technologi (FWT) Ditolak Warga Desa Citeras

LEBAK, beritajuang.com– Menindak lanjuti derasnya penolakan masyarakat Desa Citeras Kecamatan Rangkasbitung tentang akan di bangunnya sebuah perusahaan yang diduga kuat akan menghasilan limbah B3, bahwa masyarakat setempat mulai dari unsur pemuda, tokoh, dan sejumlah elemen masyarakat desa setempat.

Penolakan pembangunan PT. Final Waste Technologi (FWT) ini dibuktikan dengan nota keberatan yang ditandatangani lebih dari lima puluh orang warga yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

Pihak PT. Final Waste Technologi (direktur), konsultan dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak beserta unsur perangkat desa setempat, menggelar sosialisasi yang bertempat di aula Desa Citeras (13/01/2021) tentang apa itu limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Ibu asti selaku perwakilan konsultan dari PT. FWT menjelaskan secara detail tentang jenis limbah apa saja yang akan dihasilkan dari prosduksi PT FWT.

“Betul bahan baku yang akan kami (PT. FWT) pergunakan nanti untuk produksi ialah limbah B3 antara lain paper sludge (bubur kertas), limbah pabrik kertas dan fly ash (debu terbang) yang dihasilkan dari sisa pembakaran limbah batu bara,” terang Asti.

Masih di tempat yang sama Ibrahim tokoh pemuda mengamati apa yang di jelaskan oleh pihak perwakilan perusahaan, yang menurutnya tetap akan berdampak lebih kepada banyaknya mudhorotnya bagi warga setempat.

“Dirinya mewakili sejumlah element masyarakat desa Citeras bersikukuh tetap akan melakukan penolakan terhadap pembangunan PT. FWT,” ucapnya.

“Kami masyarakat taunya limbah B3 itu bahan berbahaya dan beracun, jadi tidak boleh ada kegiatan apapun dilingkungan kami yang dampak dari kegiatan tersebut hanya akan menghasilkan limbah beracun,” tegas Boim sapaan akrabnya.

Boim juga langsung meninggalkan ruangan musyawarah, di iringi tepuk tangan oleh masyarakat yang ikut menghadiri musyawarah antara pihak management PT. FWT dan masyarakat Desa Citeras.

Sementara itu Hasan Basri Spd.I selaku sekjen Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Kabupaten Lebak yang ditunjuk sebagai juru bicara oleh masyarakat Desa Citeras dalam rapat tersebut, memaparkan tentang langkah-langkah kedepan ketika proses perijinan ini akan terus berlanjut.

“Saya bingung dengan Iwan selaku kepala bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak terkesan jadi juru bicara perusahaan bukan sebagai pembicara dari dinas, silahkan proses perijinan berjalan sesuai aturan yang berlaku, tetapi kami atas dasar aspirasi masyarakat dalam waktu dekat akan turun kejalan untuk melakukan aksi keprihatinan dan menyampaikan pendapat (unjuk rasa) yang akan kita langsungkan di depan gedung DPRD dan langsung aksi tersebut akan menuju Dinas Perijinan (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, tentunya tetap menerapan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya. (Red)