Bak Penampung Air, Perusahaan Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Lebak.
Bak Penampung Air, Perusahaan Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Lebak.

LEBAK, beritajuang.com– Sejumlah masyarakat Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, merasa kecewa dengan manajemen perusahaan air swasta yang dinilai Buruk dan selalu mati, sehingga menyebabkan tidak ada air pada Sabtu (16/01/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Kardi salah satu warga Perumahan Kembang Harum 2, Ia menilai bahwa manajemen Perusahaan Air Swasta yang ada saat ini selalu lamban dan tidak ada informasi dalam memberitahukan bahwa air akan mati.

“Kebiasaan Perusahaan Air Swasta di Perumahan Kembang Harum 2, kalau mati jarang memberitahu. Sehingga warga kesulitan dalam memperoleh air baik untuk mandi, cuci kaktus, maupun mencuci, dan lain-lainnya. Sehingga kami sangat dirugikan,” ucapnya.

Dihubungi via WhatsApp manajemen Perusahaan Air Swasta di Perumahan Kembang Harum 2, Risna menjawab bahwa mengakui bahwa air mati.

“Udah beres, tadi diganti dulu, lagi ngisi penampungan,” jawab via WhatsApp.

Bak Penampung Air, Perusahaan Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Lebak.
Bak Penampung Air, Perusahaan Air Swasta Perumahan Kembang Harum 2, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Lebak.

Bung Yos selaku warga Kembang Harum 2 dan Ketua Komunitas Juang Lebak menilai bahwa manajemen perusahaan air swasta ini dinilai buruk. Setiap ada permasalahan air mau mati selalu tidak menginformasikan kepada warga Perumahan.

“Kejadian air mati ini sudah sering dan berulangkali, namun pihak Manajemen tidak mau melakukan perbaikan kualitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa jika Pihak Perusahaan Air Swasta kalau memposisikan kepada warga Perumahan Kembang Harum 2, jika lambat berbayar maka warga selalu dikenakan denda sebanyak Rp. 10.000. Namun jika warga yang dirugikan, pihak Perusahaan tidak mau rugi.

Menanggapi hal itu, pihak Rukun Warga 08 Perumahan Kembang Harum 2, Purwanto mengingatkan agar Perusahaan Air Swasta harus segera memperbaiki Manajemennya.

“Jika pihak Perusahaan Manajemen Air Swasta tidak mau memperbaiki, kemungkinan warga perumahan akan memboikot perusahaan tersebut dan tidak akan melakukan pembayaran,” tutupnya. (RUS)