Fikram Albantani yang tidak Pro terhadap KNPI Lebak
Fikram Albantani yang tidak Pro terhadap KNPI Lebak

LEBAK, beritajuang.com– Dinamika perpolitikan menjelang Musda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bulan Maret-April 2020 mendatang kian memanas dan ramai. Dinamika sangat terasa diantara para pemuda. Banyak kubu bermunculan dan memunculkan figur nama sebagai jagoan dalam laga penentuan kandidat pemilihan Ketua KNPI Lebak. Hal ini membuat Fikram Albantani selaku Koordinator Lembaga Kajian Filsafat Sosial (LEKFIS) angkat bicara, (14/02/2020).

Fikram Albantani bersama lembaga nya, LEKFIS mengkaji bahwa dari beberapa tahun terakhir ini, keberadaan KNPI dirasa tidak ada manfaatnya bagi pemuda di wilayah Lebak, khususnya Lebak Selatan. “Masih banyak Organisasi Kepemudaan (OKP) belum terorganisir dengan baik. Pemuda yang tergabung lebih kepada orientasi tertentu seperti untuk kepentingan politis dan kepentingan anggotanya saja”, terang Fikram Albantani Koordinator lembaga LEKFIS.

Fikram Albantani juga menambahkan bahwa kontestasi perebutan kursi pimpinan KNPI ini sering kali membuat gaduh dan membuat resah, ada mahar politik, visi-misi tidak jelas sampai pada program kerja yang sampai sekarang belum terealisasi dan tidak pernah sedikitpun melihat KNPI bertindak secara konkret terhadap pada pemberdayaan pemuda. Yang lebih parah bahkan mereka menabrak aturan yang ada.

“Oleh karena itu, kami tegaskan agar KNPI dibubarkan saja, karena tanpa adanya KNPI sekalipun para pemuda bisa berdaya secara Ekonomi, Sosial, Budaya dan Politik”, terang Fikram Albantani Selaku Koordinator Lembaga Kajian Filsafat dan Sosial.

Baca: Aktivis Lebak Tengah, Aktivis Lebak Selatan dan Aktivis Lebak Utara Menginginkan Acep Saepudin menjadi Ketua DPD KNPI Lebak.

Baca: Barisan Nasionalis Mengusung ‘Ferly Geboth’ Menjadi Ketua DPD KNPI Lebak 2020-2023

CH Haidar Widodo seorang akademisi Ilmu Komunikasi Politik di salah satu Universitas Banten.
CH Haidar Widodo seorang akademisi Ilmu Komunikasi Politik di salah satu Universitas Banten.

Akademisi Komunikasi Politik UNMA Banten CH Haidar Widodo yang memberikan penjelasan bahwa KNPI adalah sebuah wadah pemuda yang sangat bagus untuk dijalankan. Hanya saja, identitas KNPI belum dapat menyentuh kepada publik. Sehingga terlihat untuk saat ini pemuda berjalan dengan sendiri tanpa arah.

“Pemuda itu di ibaratkan rumput belukar dihutan. Kalau tidak ditata dengan baik akan menjadi hutan belantara yang terlihat sukar, seperti hutan yang sangar, menyeramkan dan berbahaya karena dianggap bahwa rumput itu seperti hutan yang banyak hewan buas. Namum, jika ditata degan baik, rumput belukar yang liar itu akan terlihat indah bagaikan destinasi taman yang seksi”, Ujar Widodo Akademisi dari Lebak Selatan.

CH Haidar Widodo berharap segera selesaikan dualisme matahari dalam kepemimpinan KNPI di Banten. Agar tidak terjadi faksi-faksi yang dapat memecah belah persatuan pemuda. Sehingga pemuda tidak lagi dianggap menjadi momok bagi negeri ini.

“Kita ketahui bahwa hari ini kita memasuki industri 4.0 dan kita juga dihadapkan dengan bonus demografi sehingga perlu penataan Pemuda agar memiliki SDM yang tangguh, kreatif, dan berdaya imajinasi yang bagus. Namun jika KNPI ini tidak bisa menjawab tantangan, lebih baik Pemerintah mengambil sikap dan mengkaji ulang terhadap lembaga KNPI”, tegas CH Haidar Widodo. (MIR)

SMSI